Liputan KOLOM

Sejarah Organisasi Putri Narpa Wandawa

Ditulis oleh Liputan68 pada 19 November 2020 • ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA. Hp 087864404347)

A. Wadah Pengabdian Pejuang Wanita.

Pada tanggal 5 Juni 1931 telah berdiri organisasi Putri Narpa Wandawa. Sebagai pimpinan yaitu Bendara Raden Ajeng Sumarti. Kelak bergelar Kanjeng Ratu Paku Buwana. Garwa permaisuri Sinuwun Paku Buwana X, raja Karaton Surakarta Hadiningrat, adalah putri Sri Mangkunegara IV yang terkenal kaya raya.

Bendara Raden Ajeng Sumarti atau Kanjeng Ratu Paku Buwana mewarisi darah pengusaha, penguasa dan pujangga. Sebagai pengusaha beliau menjalankan lajunya pabrik gula, kebun teh, kebun kopi dan perhotelan. Sebagai penguasa beliau aktif membantu Sinuwun Paku Buwana X yang memerintah tahun 1893-1939. Sebagai pujangga beliau turut menyusun kitab Panitibaya.

Dalam pergerakan nasional, Putri Narpa Wandawa punya kontribusi pada perjuangan bangsa. Anggota anggotanya menjadi pendukung Budi Utomo yang dipimpin oleh Dr Soetomo. Warga Putri Narpa Wandawa juga menulis artikel majalah Bahasa Jawa Penyebar Semangat. Kebetulan sekali KRMH Wuryaningrat, Pengageng Karaton Surakarta menjabat wakil ketua Budi Utomo.

Mulai tahun 1939 kepemimpinan organisasi Putri Narpa Wandawa dipegang oleh KRAy Koes Sapariyah. Nanti bergelar Kanjeng Ratu Paku Buwana. Beliau mendampingi Sinuwun Paku Buwana XI, yang aktif dalam organisasi pergerakan nasional. Selama memimpin organisasi Putri Narpa Wandawa, KRAy Koes Sapariyah mendukung KRT Dr Radjiman Wedyadiningrat untuk memimpin BPUPKI, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Peranan Karaton Surakarta Hadiningrat pada pergerakan nasional cukup menonjol. Baik dalam bidang pendidikab, sosial, agama dan budaya. Utusan Karaton Surakarta Hadiningrat yang menjadi anggota BPUPKI sebanyak 12 orang. Misalnya KGPH Suryahamijaya, KRMH Sosrodingrat, KRMH Wuryaningrat, KPH Singgih, KPH Soepomo, KRT Dr Radjiman wedyadiningrat, Mr Susanto Tirtoprodjo. Mereka diutus atas usul GKR Paku Buwana.

Hubungan organisasi Putri Narpa Wandawa dengan pemerintah RI sangat harmonis. Menteri Sosial RI Maria Ulfah Santoso pada tahun 1946 diundang untuk memberi ceramah tentang peranan wanita. Bertempat di gedung Sasana Mulya, para pengurus Putri Narpa Wandawa diajak membina kuliner sega liwet di Baki Sukoharjo. Usaha kuliner rakyat ini amat menguntungkan dan berkembang lestari.

Organisasi Putri Narpa Wandawa mendapat perhatian dari Ibu Tien Soeharto. Istri Presiden Soeharto ini pada tahun 1971 mengajak GRAy Koes Sapariyam atau GKR Kedaton untuk mengembangkan industri batik di Laweyan Solo, Karangkajen Yogyakarta, Pejangan Pekalongan. Harap maklum GRAy Koes Sapariyam atau GKR Kedaton adalah putri Sinuwun Paku Buwana XI atau adik kandung Sinuwun Paku Buwana XII. Batik merupakan warisan Kraton yang diakui karya unggulan dunia.

Kepemimpinan Putri Narpa Wandawa sejak tahun 2004 hingga 2020 dipegang oleh GRAy Koes Handariyah atau GKR Sekar Kencono. Organisasi Putri Narpa Wandawa semakin berkembang pesat. Anggota bertambah banyak. Kegiatan meliputi ngadi sarira ngadi busana. Seminar, sarasehan, , pelatihan dan kunjungan budaya dilakukan di Wonogiri, Klaten, Sragen, Karanganyar, Surabaya, Boyolali, Semarang dan Jakarta. Pertemuan rutin diadakan tiap tanggal 17. Peserta selalu bersinar terang suka gembira.

Kegiatan Putri Narpa Wandawa malahan sampai lereng gunung Merapi, gunung Merbabu, gunung Lawu. PAKASA atau Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat bercabang cabang tiap Kabupaten. Otomatis mereka juga mendukung putri narpa wandawa. Inilah wujud sesanti manunggaling Kawula Gusti.

Masa keemasan ini pantas dikenang. Majunya putri narpa berkat dukungan GKR Galuh Kencono, GKR Retno Dumilah, GKR Wandansari, GKR Ayu Koes Indriyah, GKR Timur. Para sentana dan abdi dalem senantiasa mendukung program perkumpulan. Siyaga ing gati, sawega ing dhiri. Cancut gumregut gumreget gumregah.

GKR Sekar Kencono atau GRAy Koes Handariyah aktif dalam kegiatan sosial budaya. Beliau menjabat Pangageng Mandra Budaya. Bersama KPH Himbokusumo, sang suami, GRAy Koes Handariyah memberi bantuan pada beberapa organisasi sosial keagamaan.

Siji garising pesthi, loro temune jodho, telu tumurune wahyu, papat mundhake pangkat, lima tumibane nugraha. Manungsa datan wenang angawruhi. GRAy Koes Handariyah atau GKR Sekar Kencono wafat surut ing kasedan jati, manjing ing suwarga loka tanggal 5 Nopember 2020. Beliau adalah putri Sinuwun Paku Buwana XII yang ramah tamah, murah hati dan luhur ing budi.

B. Cancut Taliwanda Berjuang untuk Kemajuan Negeri.

Putri Narpa Wandawa sebagai wadah perjuangan berjalan sesuai dengan angger angger. Untuk melanjutkan roda organisasi pada hari Selasa, 17 Nopember 2020 diadakan pertemuan pengurus dan anggota. Acara ini
diawali dengan menyanyikan lagu mars putri narpa wandawa. Dipimpin oleh KMT Suci Marhaeningsih, pangrsa Putri narpa wandawa pang Klaten. Turut mendampingi Nyi Behi Sukinah Puspaningtyas serta Nyi Behi Suprihatiningtyas.

Lagu Mars Putri Narpa Wandawa.

Putri Narpa Wandawa Karaton Surakarta, lima Juni seribu sembilan tiga satu, bangkitlah putri bersama Kowani, berjuang untuk negeri, sambutlah sinarmu menerangi, jiwa putri sejati, wahai generasi penerus trah suci, bersinarlah bagai matahari, para tokoh putri harumkanlah negeri, pendidikan tak pernah berhenti.

Lagu Mars ini cukup bersemangat. Pagi itu cuaca kota Surakarta begitu cerah. Kendaraan lalu lalang mengikuti kesibukan. Bakul jajan , soto seger, sate depan stasiun balapan melayani pembeli. Pasar Legi, Pasar Kliwon, Pasar Gedhe, Pasar Klewer ramai sekali. Tukang becak, ojek, angkot, bus kota beroperasi. Angin sumilir hari itu memberi harapan pada warga Solo. Kabeh padha nindakake pakaryan sowang sowang. Seolah olah suasana alam memberi kelancaran rapat Putri Narpa Wandawa Punjer.

Kantor Putri Narpa Wandawa Punjer berada di Dalem Joyodiningratan. Gedung berbentuk joglo klasik. Disangga 40 saka guru atau tiang yang terbuat dari kayu jati Donoloyo Wonogiri. Bagian tengah blandar tersusun dengan penyangga 8 cagak. Uduk berjajar jajar rapi. Reng dianyam berlawanan arah dengan usul. Pintu gebyog klasik, jendela berbentuk kupu tarung.

Murih utamaning putri, widadaning wanita. Hari Selasa, tanggal 17 Nopember 2020 jam 9 pagi panitia selesai menata ruang pertemuan. Kursi kuna, meja taplak berderetan teratur. Angin berhembus segar, maka kipas tak diperlukan lagi. Sementara SD Kasatriyan depan dalem Joyodiningratan sibuk dengan pengajaran online. Putri Narpa Wandawa sedang berbenah demi kemauan organisasi.

Peserta berdatangan dari beragam penjuru. Mereka berbusana seragam khas warga Putri Narpa Wandawa. Umumnya anggota berdomisili di sekitar kawasan SUBOSUKO WONOSRATEN : Sukoharjo Boyolali, Surakarta, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten. Abdi dalem dari tlatah ini pendukung utama budaya Kraton.

Pertemuan ini menjadi ajang tukar kawruh, ngangsu ngelmu, memitran, olah kawignyan. Perbincangan sejarah, budaya, emansipasi, pendidikan berdasarkan pengalaman kolektif bangsa. Referensi yang diwariskan oleh para leluhur berlimpah ruah.

Sesungguhnya kajian atas kewanitaan kerap dilakukan oleh para pujangga Karaton Surakarta. Sebut saja serat Sasana Sunu, Serat Centhini, Serat Wulangreh, serat wulangputri, Serat Wulang Estri, Serat Candrarini. Penulisan wulang keputren demi membentuk karakter wanita berbudi darma.

Wulang wuruk kejawen. Karakter wanita dibentuk dengan nilai tradisi yang sudah berkembang. Budaya bangsa milik leluhur pantas dijadikan hidup, kaca benggala urip. Generasi muda, pelajar, siswa perlu tahu akar sejarah budaya bangsa sendiri.

Tepat pukul 10 acara dimulai. Pimpinan diambil oleh GRAy Koes Isbandiyah, SH M.H atau GKR Retno Dumilah SH M.H. Beliau pangageng pasiten yang mengurusi bidang pertanahan. Sebagai pemimpin Karaton Surakarta, GKR Retno Dumilah kerap berkunjung ke berbagai daerah. Terutama tedhak warga PAKASA. hubungan antara abdi dalemi dan pengageng begitu akrab dekat erat. Mrih raketing memitran, supeketing kekadangan.

Sesorah GKR Retno Dumilah SH, M.H tentang kehidupan begitu mengena. Tuhan telah memberi yang terbaik buat makhluk. Beliau berpesan agar selalu menjaga kesehatan. Bila perlu mau cek kesehatan secara berkala. Pasrah sumarah diiringi ihtiar. Kerja seirama dengan doa usaha.

Terlebih dahulu beliau mengajak berdoa untuk GKR Sekar Kencono. Disebut juga jasa GKR Galuh Kencono, KGPH Kusumoyudo, KGPH Nur Muhammad. Juga doa ditujukan untuk KPH Brotodiningrat. Mereka berbuat keutamaan demi kokohnya budaya Jawa. Putri Narpa Wandawa perlu mengingat jasa pengabdian.

Kali ini rapat putri narpa wandawa dilengkapi dengan pameran, ceramah dan peragaan. Berguna untuk meningkatkan ketrampilan kaum wanita. Wanita berarti wani mranata.

Tata cara upacara beserta paugeran. Semua kegiatan Kraton Surakarta Hadiningrat dikoodinir oleh Lembaga Dewan Adat. Selaku pimpinan yakni Dra GKR Koes Moertiyah Wandansari, M.Pd. Organisasi Putri Narpo Wandowo semoga semakin arum kuncara, ngejayeng jagad raya. Sebagai sarana untuk memperkokoh jatidiri nasional.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian