Bahkan kisah dan sepak terjangnya tersebar lebih karena info dan cerita dari mulut ke mulut.
Lanjut kisahnya dimana, pada akhir 2008, Olo Panggabean yang kembali harus berurusan pihak polisi. Namun kali ini, kasusnya berbeda yakni untuk melaporkan kasus penipuan terhadap dirinya oleh sejumlah rekannya dalam kasus jual beli tanah sebesar Rp 20 miliar di kawasan Titi Kuning, Medan Johor.
Terlepas dari berbagai persoalan tersebut, sosok Olo Panggabean dikenal banyak masyarakat sebagai tokoh yang sangat dermawan. Ia kerap ”menabur” uang di berbagai kegiatan yang dihadirinya. Sehingga jangan heran jika masyarakat berbondong-bondong hadir untuk dekat dengannya. Tidak sedikit pula yang kagum termasuk bercita-cita sepertinya.
Membantu operasi kembar siam Anggi-Anjeli
Tidak itu saja, Sang Ketua juga tidak sungkan-sungan memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Salah satu contoh, operasi kembar siam Anggi-Anjeli, bayi kembar siam asal Desa Serbelawan Kec Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun, yang dibiayainya untuk operasi ke Singapura.
Olo tinggal di kediamannya di Jalan Sekip, Medan, yang terkenal dengan sebutan “Gedung Putih”.
Kediamannya di Jalan Sekip, Medan juga ramai jadi buah bibir. Menurut sebuah sumber, setiap kali Olo berulang tahun atau ada perayaan Natal dan tahun baru, banyak jajaran papan bunga ucapan selamat yang memenuhi daerah kediamannya tersebut.
Walaupun dikenal sebagai preman dan sempat berbisnis di jalan yang tak halal, Olo dikenal sebagai seorang dermawan yang mengagumkan. Ketika menjadi donatur untuk pembangunan tempat ibadah, ia tak mau namanya ikut disebut.
Bahkan kisah dan sepak terjangnya tersebar lebih karena info dan cerita dari mulut ke mulut. Meski begitu, diyakini bahwa karisma seorang Olo Panggabean di Sumatera Utara bisa melebihi pejabat.
Walaupun dikenal sebagai preman dan sempat berbisnis di jalan yang tak halal, Olo dikenal sebagai seorang dermawan yang mengagumkan. Ketika menjadi donatur untuk pembangunan tempat ibadah, ia tak mau namanya ikut disebut. Pihak Olo selalu berusaha memberi bantuan dan memberikan yang terbaik pada siapa saja yang membutuhkan dana sumbangan.
Pernah pihaknya membantu sebuah keluarga yang anaknya tak bisa keluar dari rumah sakit karena “disandera” akibat tak bisa membayar biaya persalinan.Setelah biaya dilunasi dan dijamin langsung oleh Olo, pihak rumah sakit langsung memperlakukan keluarga itu dengan baik.
Olo Panggabean juga dikabarkan pernah membantu keluarga miskin. Diceritakan keluarga tersebut harus menerima nasib digusur secara paksa oleh oknum Satpol PP. Bahkan gerobak yang digunakan untuk berdagang yang jadi sumber penghasilan mereka dihancurkan. Dengan uluran tangan Olo, keluarga tersebut kemudian memiliki kios permanen sebagai tempat berjualan.
Pesan Olo kala itu agar bersama-sama dengan seluruh organisasi kemasyarakatan dan pemuda, tetap menjaga situasi kondusivitas Sumatera Utara. Daerah Sumut harus maju, masyarakatnya hidup rukun dan damai.
Olo juga memiliki kemuarahan hati dalam setiap menolong orang tanpa banyak melakukan pertimbangan. Sudah banyak jumlah orang yang sudah dibantunya dan berhasil. Ada yang sudah menjadi pejabat pemerintahan, perwira polisi.
Dari kalangan militer pun, baik itu dari Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU) maupun Angkatan Laut (AL), juga banyak yang berhasil. Selain bayi kembar siam Anggi dan Anjeli, dulu, istri pelawak Doyok pernah dibantu, sebelum meninggal.
Uniknya, Olo juga mempunyai kebiasaan memberikan uang kepada orang yang sedang bernyanyi di tempat keramaian. Tapi, kadang orang tidak tahu kalau dia itu adalah Olo Panggabean sesungguhnya. Tidak tanggung–tanggung, uang diberikannya kepada orang yang berani bernyanyi itu, mencapi jutaan rupiah.
Ini hanya sekali bernyanyi saja. Kalangan artis pun banyak yang kecipratan rejeki dibuatnya, langsung datang bila diundang untuk tampil dalam suatu acara besar. Olo Panggabean juga dikenal sebagai sahabat seluruh partai politik, tidak ada memilih–milih.
Olo sendiri wafat pada tanggal 30 April 2009 setelah menjalani pengobatan di Singapura akibat komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya.
Dan yang bikin heran, kematiannya begitu ditangisi oleh banyak orang. Ya, meskipun preman dan raja judi, tapi di sisi lain Olo pernah membantu banyak orang. Sisi jahat Olo mungkin bukan untuk ditiru, tapi kebaikannya mungkin bisa jadi inspirasi
Almarhum Olo dikebumikan di Pekuburan Kristen Taman Eden kawasan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Olo merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara, buah hati pasangan suami istri almarhum Friedolin Panggabean dan Esther Hutabarat. Ia juga disebut merupakan satu–satunya tokoh yang berhasil merangkul seluruh suku dan agama, sehingga tidak pernah terjadi perpecahan.
Sumber: keprionline.co.id
(JM-01)
