Soekirman pun lanjut mengungkapkan, kalau masih nol berarti tidak ada kesenjangan ekonomi, jadi kalau sudah nilai 1 kesenjangan itu sudah sangat luar biasa.
Selain itu, Soekirman pun mengakui mengenai masih adanya kerusakan insfratruktur jalan di Kabupaten Serdang Bedagai yang sudah 52% kategori jalan bagus, sedangkan 48% lagi masih kurang bagus, ini karena anggaran yang terbatas, ucapnya.
Menurut Soekirman, sejak dimekarkan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dari Kabupaten Induk Deli Serdang punya kewajiban berdasarkan UU disitu sudah jelas dinyatakan dengan tegas selama 3 tahun berturut-turut Kabupaten Deli Serdang harus memberikan bagian anggarannya kepada Kabupaten Sergai.
“Berdasarkan hitungan, anggaran itu ada Rp 200 Milyar/tahun. Namun, sampai saat ini selama 3 tahun berturut amanat itu tidak dilaksanakan oleh Pemerintah Deli Serdang”, cetus Soekirman.
Dalam perdebatan ini, sempat hal itu dipertanyakan kepada paslon nomor urut 1, tapi pertanyaan yang dilontarkan itu pun menurut Soekirman tidak juga dijawab.
Agar masyarakat Sergai tahu bahwa insfratruktur kita yang belum sempurna ini karena kekurangan anggaran. Semestinya, anggaran itu dari dulu sudah dibagi oleh Pemerintah Deli Serdang sejak awal pemekaran Kabupaten Sergai ditahun 2004 lalu, ungkap Cabup Beriman dan Trendi.
(Dipa)
