Menkes Terawan : Ini 4 Kriteria Prioritas Utama Penerima Vaksin COVID-19

JAKARTA — LIPUTAN68 — Sebanyak 1,2 juta vaksin sinovac tiba di Indonesia, siapa saja yang menjadi prioritas penerima pertama vaksin Covid-19 tersebut ?

Indonesia memang telah resmi kedatangan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech Ltd, pada Minggu (06/12/2020) malam.

Vaksin Covid-19 asal China tersebut tiba di Indonesia dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta.

Total vaksin Covid-19 yang tiba di Indonesia tersebut berjumlah 1,2 juta dosis.

Selanjutnya, siapa prioritas utama penerima vaksin Covid-19 tahap pertama di Indonesia ?

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan sebelumnya telah menguraikan persiapan detail untuk program vaksinasi yang terus dilakukan.

Penerima vaksin tahap awal diprioritaskan bagi para tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Selain itu, tenaga pendidik dan pihak-pihak yang melakukan pelayanan publik juga mendapat prioritas.

“Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan,” ujar Terawan sebagaimana dikutip dari siaran pers Kemenkomarives, Senin (12/10/2020) lalu.

Ada empat kriteria garda terdepan yang disebutkan oleh Menkes Terawan, sebagai berikut:

1. Medis dan paramedis
2. Pelayanan publik,
3. TNI/Polri,
4. Seluruh tenaga pendidik

Menkes Terawan juga menegaskan bahwa biaya vaksinasi untuk pihak yang selama ini berada di garda terdepan pelayanan dan tidak mampu secara ekonomi akan ditanggung oleh Pemerintah.

Hal ini juga berlaku untuk peserta PBI BPJS Kesehatan.

“Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh Pemerintah,” lanjut Terawan.

Menkes dan jajarannya telah menyiapkan program vaksinasi Covid-19 dan mengambil langkah untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dan akan segera melakukan simulasi di beberapa puskesmas.

Menurut Terawan, sejak akhir September 2020 juga telah dilaksanakan pelatihan kepada tenaga kesehatan mengenai tata cara vaksinasi Covid-19.

Menkes juga mengajak tiga produsen vaksin, yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac untuk melakukan kerja sama transfer teknologi dengan Bio Farma dan kerja sama riset termasuk uji klinis dengan lembaga penelitian medis yang ada di Indonesia.

“Bio Farma merupakan salah satu dari sekitar 29 produsen vaksin / 22 negara di dunia yang telah memperoleh Prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (PQ WHO) sehingga dipercaya dapat memenuhi kebutuhan vaksin di lebih dari 150 negara,” ungkap Terawan.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *