Pacitan, liputan68.com- Kendati badai pandemi Covid-19 masih berlangsung, akan tetapi partisipasi masyarakat (parmas) Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Pacitan 2020 mengalami kenaikan dibandingkan Pilbup periode sebelumnya.
Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih SDM dan Partisipasi Masyarakat, KPU Pacitan, Iwid Widhi Santoso mengatakan, merunut hasil penghitungan sementara, parmas berkisar 67%. Naik dua persen dari Pilbup 2010 (sebesar 65,22%) dan naik tujuh persen dibanding Pilbup 2015 (sebesar 59,83%).
Iwit menilai, kenaikan itu sebagai bukti kepedulian masyarakat terhadap prinsip-prinsip demokrasi. Disisi lain, peningkatan parmas juga sebagai parameter kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilihan. “Semoga peningkatan parmas berdampak sistemik disemua lini kehidupan di Pacitan,” harapnya, Kamis (10/12).
Diakuinya, sejak pageblug covid-19 melanda negeri ini, angka parmas Pilbup Pacitan diprediksi terjun bebas. Dengan argumen, pemilih lanjut usia (70 tahun ke atas) berkisar 10% dari DPT sebesar 466.451 jiwa.
Sedang masyarakat ‘perantau’ yang terdaftar sebagai pemilih jumlahnya cukup banyak, berkisar 20%. Bahkan, beberapa hari menjelang coblosan, kasus Covid-19 makin bertambah.
Tidak itu saja, pandemi Covid-19 juga berdampak pada regulasi kampanye yang membatasi kerumunan.
