Pacitan, liputan68.com- Ditengah pandemi global coronavirus disease (covid-19), sejumlah pelaku usaha jasa patri dan sepuh emas di Kabupaten Pacitan, masih tetap bertahan. Meski dengan hasil tak seberapa, akan tetapi mereka tak kenal menyerah. Sekalipun hasil yang didapat setiap harinya hanya bisa untuk sekedar makan keluarga.
Begitulah yang dialami Pramono, salah seorang pelaku jasa usaha patri dan sepuh emas yang berlokasi di sebuah gang kelinci di sepanjang Jl PB Soedirman, Desa Tanjungsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan ini.
Sudah berpuluh tahun, pria paro baya tersebut bergelut dengan jasa reparasi emas maupun sepuh barang perhiasan berbahan perak ataupun perunggu. Saat boming batu akik berlangsung sekitar Tahun 2014 lalu, diakuinya sempat menangguk untung lumayan besar.
Namun setelah eforia batu akik surut, ditambah munculnya badai coronavirus, usaha jasa patri dan sepuh emas, kian terpuruk. Beberapa diantaranya banyak yang memilih tutup. “Kalau saya masih tetap buka. Ya seadanya saja Mas (wartawan, Red). Kadang sehari juga pernah sama sekali tidak ada pelanggan yang kesini,” tutur Pramono, Sabtu (19/12).
