“Spy kebenaran informasi bisa dipertanggungjawabkan dan tdk berlindung dibalik nama anonim,” ujarnya.
Sebelumnya, Ferdinand menyinggung media yang memberitakan keterlibatan Gibran tersebut lantaran berita yang dipublikasikan di portalnya tidak dapat diakses.
Kedua berita ini kalau linknya di klik yg keluar 404 error not found.
Ada apa dengan @tempodotco ? Beritanya salah? Berita tidak bisa dipertanggungjawabkan? Atau ada apa?
Sy perhatikan tempo belakangan ini beritanya kurang berkualitas dan terkesan asal2an. Tempo turun kualitas. pic.twitter.com/uuKQTEeBli
— Ferdinand Hutahaean (@FerdinandHaean3) December 20, 2020
“kedua berita ini kalau linknya di klik yg keluar 404 error not found. Ada apa dengan @tempodotco? Beritanya salah? Berita tidak bisa dipertanggungjawabkan? Atau ada apa?” ujarnya dalam cuitan yang lain.
Tak hanya itu, Ferdinand menilai media bersangkutan terkesan asal-asalan dan cenderung menampilkan berita kurang berkualitas.
Ferdinand menganggap bahwa media yang menyebar berita dengan menyeret nama Gibran telah turun kualitasnya.
Untuk diketahui, selain skandal korupsi yang turut menyebut nama putra Joko Widodo itu, tersiar kabar lain yang mengatakan bahwa uang suap yang diterima oleh Mensos Juliari Peter Batubara juga dipakai untuk memenangkan calon kepala daerah dari PDI Perjuangan dalam Pilkada yang digelar pada 9 Desember 2020 lalu.(1-M)
