“Saya ingin memastikan semua alatnya siap,” imbuhnya.
Untuk menyamakan pemahaman, mengidentifikasi masalah seraya penguatan pelaksanaan vaksinasi, BGS mendorong agar pusat menjalin koordinasi dan kerja sama dengan stakeholder terkait termasuk yang berada di daerah. Karenanya, dalam waktu dekat, pihaknya bersama wamen siap untuk membahas lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan baik provinsi maupun kabupaten/kota, asosiasi Puskesmas, asosiasi RS Swasta maupun klinik.
“Mungkin besok akan ada rapat dengan semua Asosiasi Puskesmas dan RS, saya ingin mengecek apakah pemahaman kita sama, dan sejauh mana kesiapan mereka melaksanakan vaksinasi COVID-19,” tuturnya.
(LM-01)

