Sejarah Kabupaten Pemalang

Oleh : Dr. Purwadi, M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA, HP. 087864404347)

A. Adipati Maoneng Keturunan Ki Juru Martani Mendirikan Kabupaten Pemalang

Sejarah Kabupaten Pemalang berkaitan langsung dengan peran Adipati Maoneng. Beliau masihh keturunan Kadipaten Wonosobo. Ki Ageng Sobo menurunkan Ki Juru Martani. Beliau pendiri Kerajaan Mataram. Dulu pernah menjadi penasihat tata praja kasultanan Pajang yang dipimpin oleh Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya tahun 1546-1582. Sedangkan kerajaan Mata-ram dipimpin oleh Panembahan Senapati tahun 1582-1601.

Kerajaan Mataram didirikan oleh tiga serangkai, yaitu Ki Ageng Pemanahan, Ki Ageng Penjawi, Ki Ageng Juru Martani. Selama Mataram dipimpin Panembahan Senapati, Ki Ageng Juru Martani bertindak sebagai penasihat utama kerajaan. Adapun Patih Mandaraba, putra Ki Ageng Juru Martani, menjabat sebagai Perdana Menteri. Patih Mandaraba berputra Adipati Hupasanta, penguasa Kediri. Adipati Hupasanta berputra Kanjeng Ratu Ba-tang dan Adipati Maoneng. Kanjeng Ratu Batang menjadi garwa prameswari Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja Mataram tahun 1613-1645.

Adipati Maoneng Notokusumo dilantik menjadi Bupati Pemalang sejak tahun 1647. Upacara pelantikan langsung di-pimpin oleh Kanjeng Sinuwun Sri Amangkurat Tegal Arum, raja Mataram yang memerintah tahun 1645-1677. Hadir pula garwa prameswari, Kanjeng Ratu Wiratsari atau Kanjeng Ratu Kencono. Tampak hadir tamu undangan dari kabupaten Tegal, Kendal, Se-marang, Demak, Jepara, Rembang, Pati, Madiun dan Wonosobo. Mereka masih ada hubungan keluarga melalui jalur Kerajaan Mataram, Pajang, Demak dan Majapahit.

Keluarga Kraton Pajang mendapat perhatian khusus dari waga Pemalang. Putra Joko Tingkir raja Pajang ini pernah menyebarkan ilmu agama di Kaliwungu Kendal dan penggarit Taman. Beliau mendukung pondok pesantren yang dibina oleh Syekh Maulana Magribi di Comal, Syekh Ngali Muntaha, Syekh Achmad Rohidin. Pangeran Benowo memang ditugaskan oleh Joko Tingkir untuk bergerak dalam bidang spiritual agama ageming aji. Putri Pangeran Benowo, Dyah Banowati menikah dengan Prabu Hadi Hanyakrawati, raja Mataram tahun 1601-1613.

Penghormatan atas jasa Pangeran Benowo ini diabadi-kan oleh masyarakat Pemalang sebagai bibit kawit cikal bakal. Hari ulang tahun Kabupaten Pemalang disepakati dengan meli-hat kegiatan sosial kultural spiritual Pangeran Benowo di Pema-lang pada hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1416 je atau 24 Januari 1575. Tahun komariah diberi tetenger candra sengkala: Tawakal Ambuka Wahananing Manunggal atau 1496. Sedangkan tahun masehi dengan tetenger Surya Sangkala: Lunguding Sabda Wangsiting Gusti atau 1575.

Rasa kebangsaan masyarakat Pemalang tetap tinggi: kea-rifan lokal digunakan sebagai sarana, untuk kehidupan berbang-sa dan bernegara pada tingkat nasional. Kabupaten Pemalang memiliki sesanti atau semboyan Sengkalan Pancasila Kaloka panduning Nagari. Pemilihan hari sejarah itu dengan kesepakat-an. Adapun Sinuwun Amangkurat Agung dan Ratu Kencono memang menghendaki agar jasa Pangeran Benowo diabadikan tanggal 24 Januari 1575 itu merupakan hari bersejarah bagi rakyat Pemalang. Amanat raja Mataram itu disampaikan ketika berkunjung di Maoneng Bojongbala, Pemalang, sehari setelah upacara pelantikan.

Pada masa pemerintahan Adipati Maoneng Notokusumo ini perkembangan segala bidang dilakukan dengan gencar. Pem-benahan irigasi pertanian meliputi kali Comal, kali Walur, kali Rambat. Pengairan berguna untuk pertanian. Tanaman tumbuh subur. Maka Kabupaten Pemalang cukup sandang pangan papan. Padi, ketela, jagung, rambutan, salak, pisang, mangga, pepaya, manggis, duren, sawo, panen berlimpah ruah. Rakyat Pemalang hidup subur makmur. Tiap tahun pembesar Pemalang parak glondhong pangareng areng, peni peni raja peni, guru bakal guru dadi, emas picis rajabrana.

Kerajaan Mataram selanjutnya dipimpin oleh Kanjeng Sinuwun Sri Susuhunan Amangkurat Jawi tahun 1717-1726. Beliau melantik Adipati Subajaya tahun 1723. Bupati Pemalang ini membangun fasilitas publik di daerah Bodeh, Ulujami, Comal, Ampelgading, Petarukan, Taman, Bantarbolong, Randudongkal, Warungpring, Moga, Pulosari, Watukumpul, Belik. Dengan semangat juang tinggi Adipati Subajaya berdarma bakti untuk rakyat, bangsa dan negara. Itulah tekad suci demi tepa palupi.

Gugur Gunung

Ayo kanca ayo kanca

Ngayahi pakaryan praja

Kono kene kono kene

Gotong royong nyambut gawe

Sayuk sayuk rukun

Bebarengan ro kancane

Lila lan legawa

Kanggo mulyane negara

Lelagon ini pernah dikumandangkan di Pesanggrahan Randu Gumbolo, Kawedanan Randudongkal.

B. Para Bupati Pemalang yang menganyam peradaban agung dan anggun

1. Adipati Maoneng Notokusumo I, 1647-1662. Dilantik pada jaman pemerintahan SPrabu Hadi Hanyorowati, Raja Ma-taram.

2. Adipati Maoneng Notokusumo II, 1662-1682. Dilantik pa-da jaman pemerintahan Sinuwun Amangkurat Tegal Arum, Raja Mataram.

3. Adipati Maoneng Notokusumo III, 1682-1704. Dilantik pa-da jaman pemerintahan Sinuwun Amangkurat Amral, Raja Mataram.

4. Adipati Maoneng Notokusumo IV, 1704-1716. Dilantik pa-da jaman pemerintahan Sinuwun Amangkurat Amral, Raja Mataram.

5. Adipati Maoneng Notokusumo V, 1716-1723. Dilantik pa-da jaman pemerintahan Sinuwun Amangkurat Amral, Raja Mataram.

6. Adipati Subajaya I, 1723-1738. Dilantik pada jaman peme-rintahan Sinuwun Amangkurat Amral, Raja Mataram.

7. Adipati Subajaya II, 1738-1752. Dilantik pada jaman pe-merintahan Sinuwun Amangkurat Jawi, Raja Mataram.

8. Adipati Subajaya III, 1752-1781. Dilantik pada jaman pe-merintahan Sinuwun Paku Buwono II, Raja Mataram.

9. Adipati Subajaya IV, 1781-1796. Dilantik pada jaman pe-merintahan Sinuwun Paku Buwono III, Raja Surakarta Ha-diningrat.

10. Adipati Subajaya V, 1796-1821. Dilantik pada jaman peme-rintahan Sinuwun Paku Buwono III, Raja Surakarta Hadi-ningrat.

11. Adipati Reksodiningrat I, 1821-1836. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono III, Raja Surakarta Hadiningrat.

12. Adipati Reksodiningrat II, 1836-1859. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono VII, Raja Surakarta Hadiningrat.

13. Adipati Reksodiningrat III, 1859-1870. Dilantik pada ja-man pemerintahan Sinuwun Paku Buwono VII, Raja Sura-karta Hadiningrat.

14. Adipati Reksodiningrat IV, 1870-1885. Dilantik pada ja-man pemerintahan Sinuwun Paku Buwono VII, Raja Sura-karta Hadiningrat.

15. Tumenggung Sumonagoro I, 1885-1897. Dilantik pada ja-man pemerintahan Sinuwun Paku Buwono VII, Raja Sura-karta Hadiningrat.

16. Tumenggung Sumonagoro II, 1897-1915. Dilantik pada ja-man pemerintahan Sinuwun Paku Buwono IX, Raja Sura-karta Hadiningrat.

17. Tumenggung Sumonagoro III, 1915-1930. Dilantik pada ja-man pemerintahan Sinuwun Paku Buwono X, Raja Sura-karta Hadiningrat.

18. RAA Sundoro Suro Hadikusumo, 1930-1941. Dilantik pada jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono X, Raja Sura-karta Hadiningrat.

19. RTA Rahardjo Suro Hadikusumo, 1941-1946. Dilantik pa-da jaman pemerintahan Sinuwun Paku Buwono X, Raja Surakarta Hadiningrat.

20. Soewarno, 1947-1948. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.

21. Mochtar, 1948-1954. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.

22. RM Soemardi, 1954-1956. Dilantik pada jaman pemerin-tahan Presiden Soekarno.

23. Machali, 1956-1958. Dilantik pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno.

24. RM Soemartojo, 1958-1966. Dilantik pada jaman pemerin-tahan Presiden Soekarno.

25. Drs. Rivai Yusuf, 1967-1872. Dilantik pada jaman pemerin-tahan Presiden Soekarno.

26. Drs. Soedarmo, 1972-1975. Dilantik pada jaman pemerin-tahan Presiden Soeharto.

27. Yoesoef Achmadi, 1975-1981. Dilantik pada jaman peme-rintahan Presiden Soeharto.

28. Slamet Haryanto, BA, 1981-1991. Dilantik pada jaman pe-merintahan Presiden Soeharto.

29. Drs. Soewartono, 1991-1996. Dilantik pada jaman peme-rintahan Presiden Soeharto.

30. Drs. H. Munir, 1996-2000. Dilantik pada jaman pemerin-tahan Presiden Soeharto.

31. HM Machroes, SH, 2000-2011. Dilantik pada jaman peme-rintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *