Lima Aspek Perubahan Pada Kurikulum SMK

Liputan68.com | Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Vokasi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan perombakan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk meningkatkan keterserapan lulusan. Perubahan kurikulum menjadi dasar melakukan link and match dengan industri.

“Misalnya untuk SMK dilakukan lima aspek perubahan,” ujar Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.

Pertama, mata pelajaran yang bersifat akademik dan teori akan dikontekstualisasikan menjadi vokasional. Misalnya, Pelaran matematika dan Bahasa Indonesia akan menjadi Pelajaran matematika terapan dan Bahasa Indonesia terapan.

Kedua, magang atau praktik kerja industri (prakerin) minimal satu semester atau lebih. Lalu, ketiga, terdapat mata pelajaran project base learning dan ide kreatif kewirausahaan selama tiga semester.

Keempat, SMK akan menyediakan mata pelajaran pilihan selama tiga semester, misalnya siswa jurusan teknik mesin dapat mengambil mata pelajaran pilihan marketing. Terakhir, terdapat co-curiculer wajib di tiap semester, misalnya membangun desa dan pengabdian masyarakat.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *