Kisah Lucu Namun Mengharukan. Pengusaha Imam Wahyudi Saat Makan Sate Bersama Tuna Wicara, Semua Harus Menggunakan Bahasa Isyarat

Pacitan, liputan68.com- Menu sate kambing dan tongseng, sudah hal jamak bagi sebagian besar masyarakat. Namun yang menarik, ketika daging yang ditusuk dengan sebatang bambu kecil lantas dibakar tersebut, dimakan bersama mereka penyandang tuna wicara.

Itulah fenomena unik namun membuat hati trenyuh, yang dialami pengusaha Pacitan, Imam Wahyudi bersama puluhan kaum disabilitas saat makan sate di salah satu kedai yang ada di Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Selasa (19/1).

Lucunya lagi, Yudi begitu pengusaha yang dikenal sangat dermawan ini, meminta semua kru yang hadir, tidak boleh berbicara. Kalau hendak melakukan komunikasi, agar mengunakan bahasa isyarat. Pun ketika memesan makanan, juga harus menggunakan isyarat.

Sontak hal tersebut membuat sang pemilik warung geli dan sedikit terpingkal lantaran menyaksikan pemandangan yang lucu. “Bersyukur kita diberi kesempurnaan sama Allah SWT. Coba kalau kita diberikan kekurangan seperti mereka. Itu alasannya, kami mengajak teman-teman tidak berbicara, namun menggunakan bahasa isyarat,” tutur pria kelahiran 1970 silam ini.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *