Disebutkan Leo, selain sebagai
upaya mengurangi kumpul- kumpul diharapkan POCADI dapat eksis di RSUD, dan menjadi tujuan mengisi waktu luang.
Menurut Leo, POCADI sendiri di edukasikan di tempat-tempat keramaian, seperti Stasiun, terminal, dan rumah sakit.
Usai memberikan arahan, Bupati Andi melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya POCADI, dan meninjau ruangan POCADI, dilanjutkan dengan menyapa para pasien yang ada di RSUD Rantauprapat.
“Pocadi atau pojok baca digital diberikan oleh Perpustakaan Nasional kepada Kabupaten Labuhanbatu sebagai bentuk apresiasi ataupun eksistensi dari Perpustakaan Nasional terhadap Perpustakaan Labuhanbatu yang sudah berhasil untuk menjalankan program perpustakaan berbasis inklusi sosial serta mampu mereplikasi dari semula 6 Desa menjadi saat ini 10 desa”, ungkap Leo.
Menurut Leo, judul-judul yang disediakan di pojok baca digital bermacam-macam dari segala jenis seperti pertanian, kedokteran, kesehatan, teknologi, agama, hukum dan lain-lain. Semua jenis tersedia, jadi pemustaka dapat mengakses buku-buku lebih kurang sekitar 3 ribuan judul.
“Kita harapkan masyarakat Labuhanbatu bisa menambah wawasan dan ilmunya lewat pojok baca digital, sayang sekali bila tidak dimanfaatkan, karena pocadi ini telah di dukung dengan perangkat komputer, televisi server, perangkat meja, sofa, karpet dan rak buku dan ini diberikan secara gratis oleh Perpustakaan Nasional kepada Kabupaten Labuhanbatu dan sudah selayaknya kita berbangga hati karena tidak semua Kabupaten mendapatkan bantuan pocadi ini. Program ini di seluruh indonesia hanya dialokasikan 90 kabupaten/ kota dan propinsi”, imbuh Leo lagi.
(LM-01)

