Perjuangan leluhur kabupaten Wonosobo pantas men-jadi tepa palupi bagi generasi muda. Kawidadan, kawibawan, kamulyan lan karaharjan diwariskan turun temurun. Kejayaan, kemakmuran dan keemasan Kabupaten Wonosobo terus dilaku-kan oleh para pemimpin dan rakyat. Itulah konsep manunggaling kawula Gusti.
Oleh karena itu sudah sepantasnya apabila masyarakat Wonosobo yag terada di sekitar gunung Sindoro menjai9dkan Ki Ageng Wonosobo sebagai panutan agung. Warisan spiritual Ki Ageng Wonosobo diuri-uri murih lestari.
C. Warisan Spiritual Ki Ageng Wonosobo
Dalam kehiduan sehari-hari Ki Ageng Wonosobo mengajarkan kehidupan yang penuh dengan kesahajaan, keteladanan, dan keutaman. Ajaran luhur ini dihayati oleh generasi berikutnya.
Kinanthi
Padha gulangen ing kalbu,
ing sasmita amrih lantip,
aja pijer mangan nendra,
kaprawiran den-kaesthi,
pesunen sariranira
cegah dhahar lawan guling.
Dadiya lakunireku,
cegah dhahar lawan guling,
lan aja kasukan-sukan,
anganggowa sawatawis,
nora wurung ngajak-ajak,
satemah nular ing batin.
Para pemimpin kabupaten wonosobo memberi apresiasi yang besar atas sikap yang bijaksana. Misalnya para bupati yang memimpin Wonosobo dengan menjunjung tinggi wulangan, wejangan, wedharan luhur.
1. Tumenggung Adipati Wonosobo I, 1489-1529. Dilantik pada jaman kerajaan Demak Bintara. Rajanya Raden Patah.
2. Tumenggung Adipati Wonosobo II, 1529-1540. Dilantik pada jaman kerajaan Demak Bintara. Rajanya Adipati Unus.
3. Tumenggung Adipati Wonosobo III, 1540-1582. Dilantik pada jaman kerajaan Demak Bintara. Rajanya Sultan Trenggono.
4. Tumenggung Adipati Wonosobo IV, 1582-1507. Dilantik pada jaman kerajaan Pajang. Rajanya Sultan Hadiwijaya.
5. Tumenggung Adipati Monconagoro I, 1607-1647. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram. Rajanya Prabu Hadi Hanyakwati.
6. Tumenggung Adipati Monconagoro II, 1647-1670. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram. Rajanya Amangkurat Tegal Arum.
7. Tumenggung Adipati Monconagoro III, 1670-1699. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram. Rajanya Amangkurat Tegal Arum.
8. Tumenggung Adipati Monconagoro IV, 1699-1712. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram. Rajanya Amangkurat Amral.
9. Tumenggung Adipati Monconagoro V, 1712-1728. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram. Rajanya Paku Buwana I.
10. Tumenggung Adipati Wonokusumo I, 1728-1750. Dilantik pada jaman kerajaan Mataram. Rajanya Paku Buwana II.
11. Tumenggung Adipati Wonokusumo II, 1750-1790. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana III.
12. Tumenggung Adipati Wonokusumo III, 1790-1821. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana IV.
13. Tumenggung Adipati Wonokusumo IV, 1821-1825. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana V.
14. Tumenggung Adipati Setjonagoro 1825-1832. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana VI.
15. Tumenggung Adipati R Mangunkusumo 1832-1857. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana VII.
16. Tumenggung Adipati R Kertonegoro 1857-1863. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana VII.
17. Tumenggung Adipati Tjokroadisoerjo 1863-1869. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana IX.
18. Tumenggung Adipati Suryohadikusuma, 1889-1898. Dilan-tik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana IX.
19. Tumenggung Adipati R Suryohadinagoro, 1898-1919. Dilan-tik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana X.
20. Tumenggung Adipati RA Sosrohadiprojo, 1919–1944. Dilan-tik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana X.
21. Tumenggung Adipati Singgih Hadipuro, 1944-1946. Dilantik pada jaman kerajaan Surakarta. Rajanya Paku Buwana XI. Patihnya RMAA Sosrodiningrat yang menjadi anggota BPUPKI.
22. R Soemindro, 1946-1950. Dilantik pada jaman Presiden Soekarno.
23. R Kadri, 1950-1954. Dilantik pada jaman Presiden Soekarno.
24. R Omar Soerjokoesoemo, 1954-1955. Dilantik pada jaman Presiden Soekarno.
25. R Sangidi Hadisoetirto, 1955-1957. Dilantik pada jaman Presiden Soekarno.
26. Rapingoen Wimbohadi Sedjono, 1957-1959. Dilantik pada jaman Presiden Soekarno.
27. R Wibowo Helly, 1960-1967. Dilantik pada jaman Presiden Soekarno.
28. Drs. Darodjat AWS, 1967-1974. Dilantik pada jaman Presi-den Soekarno.
29. R Mardjaban 1974-1975. Dilantik pada jaman Presiden Soeharto.
30. Drs. Soekamto 1975-1985. Dilantik pada jaman Presiden Soeharto.
31. Drs. Poedjihardjo 1985-1990. Dilantik pada jaman Presiden Soeharto.
32. Drs. H Soemadi 1990-1995. Dilantik pada jaman Presiden Soeharto.
33. Drs. H Margono 1995-2000. Dilantik pada jaman Presiden Soeharto.
34. Drs. Trimawan Nugrohadi, 2000-2005. Dilantik pada jaman Presiden Abudurrahman Wahid.
35. Drs. H. Abdul Khaliq Arif, 2005-2015. Dilantik jaman Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.
36. Eko Purnomo SE MM menjabat sejak tahun 2016. Dilantik jaman Presiden Joko Widodo.
Kabupaten Wonosobo cukup membanggakan. Rakyatnya ramah tamah, murah hati dan guyub rukun. Gunung Sindoro Gunung Sumbing memberi pengayoman wilayah bagian timur. Dua gunung kembar ini ibarat Nakula Sadewa. Bagian utara berhias Gunung Dieng atau Hadining Hyang, merupakan lambang anugerah alam. Daerah Wonosobo selatan kinclong kinclong banyune waduk Wadas Lintang. Dari Wonosobo berhulu kali Serayu.
Anjajah desa milangkori
Kala mangsane pariwisata.
Hla endahe bumi nusantara.
Ingkang adi luhung
Alas lan gunung gunung.
Ajaran Ki Ageng Wonosobo penuh dengan keluhuran. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Nasihat ini perlu dicamkan oleh setiap orang. Jangan sampai congkak setelah jadi orang besar. Harus ingat asal usul. Orang tirakat sungguh tajam mata batinnya.
Usaha untuk mewujudkan kesejahteraan yang sempurna dilakukan oleh Ki Ageng Wonososobo dengan menjalankan meditasidi Gunung Sindoro. Harapannya agar masyarakat di lingkungan kabupaten Wonosobo mendapatkan kawibawan, kawidadan, kabagyan dan kamulyan awal akhir lahir batin.
Adityo Jatmiko adalah pewaris ajaran Ki Ageng Wonosobo. Pada tanggal 17 Agustus 2020 mendaki di puncak gunung Sindoro. Adityo Jatmiko berasal dari perumnas Jl Kakap Raya 36 Minomartani Yogyakarta menjalankan lelaku. Demi masa depan yang lebih gemilang.
(LM-01)







