Kontroversi Seputar Sinovac. Jubir GTPP dan IDI Pacitan Kembali Angkat Bicara

“Pemerintah sudah memiliki tenaga ahli dalam hal vaksinasi. Apalagi sudah sejak Tahun 1.950’an, pemerintah sudah berpengalaman dalam hal vaksinasi. Dan sudah jutaan nyawa masyarakat terselamatkan,” ujarnya, Jumat (29/1).

Kemudian mengenai grade harga yang banyak digunjingkan kalau sinovac dijual dengan beberapa klas harga tertinggi hinggap kelas terendah, dokter yang dipercaya mengendalikan UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, juga membantahnya. “Sinovac tidak ada grade harga. Semua sama, baik dari sisi kualitas maupun harga jual,” tegas dia.

Pernyataan senada juga disampaikan juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto.

Pejabat yang juga memiliki basic keilmuan dibidang kefarmasian ini menyatakan, kalau sinovac tak perlu diragukan lagi.

Selain efek samping yang bisa diminimalisir, pun kualitas sinovac juga sangat bagus. “Itu terbukti dari beberapa temuan vaksin lainnya, hanya sinovac yang layak untuk digunakan diseluruh negara. Tidak terkecuali di Indonesia,” tuturnya ditempat terpisah.

Rachmad juga menegaskan, kalau sinovac tidak mengandung genetik kera seperti yang banter dituduhkan. Memang pada saat dilakukan uji klinis, genetik kera yang digunakan sebagai media. “Badan POM dan juga MUI sudah mengeluarkan rekomendasi dan fatwa kalau sinovac aman dan halal untuk dipergunakan sebagai vaksin covid-19,” tegasnya. (yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *