Sejarah Wangsa Sanjaya Pendiri Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Parakan semakin kuncara arum. Pada masa pemerintahan Balitung ada seorang teknokrat intelektual yang Daksottama.

Dia adalah konseptor pemerintahan yang handal dan tangguh, sehingga pemikirannya sangat mempengaruhi gagasan Sang Prabu Dyah Balitung. Dinasti Tang (618 – 906) dari Cina bekerja sama dengan Raja Balitung dengan membuat proyek terjemahan kitab Ta-Teo-Kan-Hung. Jaman ini sudah terjadi akuiturasi budaya.

Memang raja Balitung sangat gemar akan sastra, bahasa, seni dan budaya. Unsur profesionalitas, kapasitas, dan integritas.
Dyah Balitung adalah maharaja dari kraton Mataram Kuno yang bertahta tahun 898 – 910.

Salah satu karya sastra dari Dinasti Syailendra ini adalah Kitab Candha Karana, sebuah buku yang ditulis di atas daun rontal, berisi tentang ajaran moral, seni tembang, tata bahasa dan kamus.

Pada tahun 700 Saka , Wangsa Syailendra membangun Candi Kalasan. Pada tahun 782 – 872 dibangunlah sebuah candi megah nan indah, yaitu Candi Prambanan yang reliefnya memuat kisah Ramayana. Keraton Mataram Parakan ini mengalami zaman keemasan pada masa pemerintahan Raja Balitung.

Pada tahun 907 Raja Baliitung menyelenggarakan pentas seni besar-besaran. Keterlibatan Raja Balitung dalam kreativitas dan sosialisasi cerita Bima Kumara dan Ramayana sangat dominan. Kegiatan ini cukup menghibur warga Temanggung.

Pada masa raja Balitung pula ditulis Prasasti Kedu atau Mantyasih yang berangka tahun 907.

Prasasti ini memuat secara lengkap silsilah raja Mataram Kuno: Rahyang ta rumuhun ri medang ri poh pitu, Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, Sri Maharaja Rakai Panangkaran, Sri Maharaja Rakai Panunggalan, Sri Maharaja Rakai Warah, Sri Maharaja Rakai Garung, Sri Maharaja Rakai Pikatan, Sri Raja Rakai Kayuwangi, Sri Maharaja Rakai Watuhumalang, dan kemudian disusul oleh raja yang sedang memerintah yaitu Sri Maharaja Rakai Watukumara.

Pemerintahan Mataram Parakan jaman
Rakai Daksottama memang sengaja dipersiapkan oleh Raja Balitung untuk menggantikannya sebagai raja Mataram Hindu. Sebelum memangku jabatannya, dia dididik secara intensif oleh Raja Balitung. Berbagai jabatan strategis telah dipegang oleh Daksotama. Posisi posisi penting dalam pemerintahan dijalani oleh Daksottama sebagai bekal untuk melanjutkan estafet kepemimpinan. Seluk beluk birokrasi benar-benar dia kuasai.

Kesungguhan dan kerja keras Daksottama memang sesuai benar dengan nama-nya. Daksottama atau Daksa Utama yang berarti seorang pemimpin yang utama dan istimewa. Belia siap untuk memayu hayuning bawana.

Kegiatan belajar mengajar sangat didukung dalam masa pemerintahan Daksotama. Perlu diketahui tentang pemerintahan Dyah Tulodong. Belajar dan sering melatih diri memusatkan pada tujuan, memohon untuk terkabulkan. Hindari perbuatan tercela. Misalnya pencuri yang nista nekat tidak tahu malu merebut, mencopet, dan ngutil. Meski ketahuan dipukuli sudah tidak dirasakannya.

Karena sudah tidak berperasaan memburu kemegahan dan kehendak hatinya. Itulah yang paling hina. Makanya warga Temanggung Kudu eling lan waspada.

Dyah Wawa mempunyai visi kenegaraan tri rena tata. Tri rena tata berasal dari kata tri yang berarti tiga dan rena yang berarti hutang. Jadi tri rena tata artinya tiga hutang yang dimiliki oleh manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri.

Manusia sebagai anggota masyarakat selalu hidup berdampingan dengan manusia lainnya. Ajaran luhur itu dijadikan pandam pandom panduming ngaurip.

Mereka saling membutuhkan satu sama lainnya. Menurut raja Dyah Wawa manusia disebutkan memiliki tiga hutang yang terdiri dari: Tuhan, artinya hutang jiwa kepada Tuhan. Tuhan memberi hidup kepada semua makhluk yang ada di dunia ini. Hutang jasa kepada leluhur, yakni orang tua dan nenek moyang yang telah disucikan. Hutang ilmu pengetahuan kepada para guru.

Para guru adalah orang yang bijaksana dan menurunkan ilmunya kepada sisanya. Kerajaan Mataram Parakan memberi inspirasi kejayaan. Yakni tepa tuladha kang utama. Ing ngarsa sung tuladha. Ing madya mangun karsa. Tut wuri habdayani.

Temanggung semakin mantap dalam menata diri. Dari Parakan ini pusat pemerintahan pindah ke Temanggung pada tanggal 7 April 1826. Pelopornya adalah Kanjeng Raden Tumenggung Djojonagoro. Beliau Bupati Temanggung yang dilantik Sinuwun Paku Buwono VI, raja Karaton Surakarta Hadiningrat.

Berturut turut wilayah Parakan Temanggung selanjutnya diampu oleh kerajaan Medang, Kahuripan, Jenggala, Daha, Singosari, Kediri, Majapahit, Pajang, Demak, Mataram dan Surakarta Hadiningrat. Masyarakat selalu hidup makmur lahir batin.

Peradaban besar telah diwariskan Wangsa Sanjaya. Daftar Bupati Temanggung dalam memakmur jagad sekalir. Demi kokohnya jatidiri.

1. Temenggung Djojonagoro 1826-1848.
Dilantik jaman Kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya Sinuwun Paku Buwono VI.

2. Temenggung Soemodilogo 1848-1878.
Dilantik jaman Kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya Sinuwun Paku Buwono VII.

3. Temenggung Soemodirdjo 1878-1882.
Dilantik jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya Sinuwun Paku Buwono IX.

4. Temenggung Tjokroamidjojo 1882-1906.
Dilantik jaman Kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya Sinuwun Paku Buwono IX.

5. Temenggung Tjokroadikoesoemo 1906-1923.
Dilantik jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya Sinuwun Paku Buwono X.

6. Temenggung Tjokrosoetomo 1923-1943.

7. Temenggung Singgih Hadipuro 1943-1945. Dilantik jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya Sinuwun Paku Buwono XI.

8. Temenggung Maktal Dipodirdjo 1945. Dilantik jaman kerajaan Surakarta Hadiningrat. Rajanya Sinuwun Paku Buwono XI.

9. R. Soetigwo 1945-1949.
Dilantik jaman Presiden Soekarno.

10. R. Soemarsono Notowidagdo 1949-1953.
Dilantik jaman Presiden Soekarno.

11. Mas Kartono 1953-1957.
Dilantik jaman Presiden Soekarno.

12. R. Soedarso 1957-1960.
Dilantik jaman Presiden Soekarno.

13. R. Said Mangoensoediro 1960.
Dilantik jaman Presiden Soekarno.

14. R. Seni Prodjoroemekso 1960-1964.
Dilantik jaman Presiden Soekarno.

15. Maskoen Sofwan SH 1964-1978.
Dilantik jaman Presiden Soekarno.

16. Drs Jacub 1978-1983.
Dilantik jaman Presiden Soeharto.

17. Drs. Sri Subagjo 1983-1993.
Dilantik jaman Presiden Soeharto.

18. Drs. Soedjono 1993-2003.
Dilantik jaman Presiden Soeharto.

19. Totok Ary Prabowo 2003-2006.
Dilantik jaman Presiden Megawati.

20. Drs. Muhammad Irfan 2006-2008.
Dilantik jaman Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

21. Drs. Hasyim Afandi 2008-2013.
Dilantik jaman Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

22. Drs. Bambang Soekarno 2013-2018.
Dilantik jaman Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

23. Muhammad Al Khadziq menjabat Bupati Temanggung sejak tahun 2018. Dilantik jaman Presiden Joko Widodo.

Pamedhare wasitaning ati. Hawa Kabupaten Temangung selalu adhem ayem. Berpengaruh pada kultur kehidupan masyarakat. Mereka adalah pewaris ajaran Kanjeng Sunan Kalijaga, guru suci ing Tanah Jawi.

Ilir Ilir tandudure wis sumilir. Tak ijo royo royo, tak sengguh temanten anyar. Cah angon penekna blimbing kuwi. Lunyu lunyu ya penekna. Kanggo masih doditira. Doditira kumitir bedhahing pinggir. Dondomana jlumatana kanggo seba mengko sore. Mumpung padhang rembulane. Mumpung jembar kalangane. Yo suraka surak hiyo.

Wangsa Sanjaya mambangun Candi Prambanan. Dengan tingkatan kama artha dharma muksa. Pacu penjelas itu lewat pentas sendratari Ramayana.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *