“Pelaku infonya, salah satu pengurus organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten Sergai. Menurut saya, mereka tidak diterima atas aksi unjukrasa kami soal Bimtek dan indikasi plesiran sejumlah kepala desa diduga menggunakan dana desa ” sebut Rozi via Telepon Selulernya (HP) Kamis (4/2).
Beliau yang dikenal kerap menyuarakan soal dugaan korupsi Pemkab Sergai. Saat Rozi sedang minum di Kafe R2D, didatangi pelaku yang diduga pengurus OKP Sergai bersama rekannya yang diketahui memiliki hubungan kedekatan dengan salah seorang Kepala Desa di Sergai. Pada peristiwa tersebut Rozi dipukul di bagian hidung dan mulutnya.
Dan sebelum insiden kekerasan ini, teror dan intervensi juga kerap diterima melalui komunikasi seluler. Rozi juga menyebutkan bahwa kuatnya dugaan kekerasaan dialaminya merupakan dampak dari aksi unjukrasa adanya dugaan korupsi penyalahgunaan dana desa Pemkab Sergai tersebut.
Pada insiden kekerasan tersebut, Rozi mengalami luka-luka. Dengan kondisi terluka, Rozi yang didampingi oleh rekan-rekan aktivis lainnya membuat laporan ke Mapolres Sergai dan diterima oleh Mapolres Sergai dengan Nomor STTLP/21/2/2021/SU/Res Sergai.
(Dipa).
