Empat Ormas di Sergai Minta Aparat Segera Menangkap Pelaku Penganiayaan Aktivis Anti Korupsi Rozi Albanjari
SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Pasca penganiayaan aktivis anti korupsi Fakhrurozi Albanjari yang diduga pelakunya salah seorang pengurus OKP Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), 4 ormas menyatakan sikap menyayangkan kejadian tersebut dan menolak segala bentuk kekerasan serta intimidasi kepada aktivis seperti yang terjadi pada Fakhrurozi.
Pernyataan sikap 4 ormas yang terdiri dari Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) pimpinan Gobel Hardiono, Ikatan Pemuda Karya (IPK) pimpinan Juner Pasaribu, Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) pimpinan Nazaruddin, dan Pemuda Pancasila 1959 (PP 59) pimpinan Indra Gunawan (Banai), dilakukan secara bersama di kantor LMPI Sergai di Jalan Medan Tebing Tinggi Sei Rampah, Jum’at (5/2/2021) sore.
Keempat Ormas tersebut meminta kepada pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku tindak kekerasan tersebut yang diduga dilakukan oleh oknum salah satu OKP di Sergai.
“Kami berharap agar aparat kepolisian segera menangkap pelaku tindak kekerasan yang menimpa aktivis anti korupsi Rozi, dan kejadian semacam ini jangan sampai terjadi lagi di kabupaten ini”, ungkap Ketua LMPU Gobel Hardiono.
Sebelumnya, Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Rozi Al-Banjari diduga dikeroyok oleh salah satu pengurus organisasi kepemudaan (OKP) saat berada di sebuah cafe R2D di Kota Perbaungan. Rozi adalah salah satu kader HMI yg berasal dari Komisariat Tarbiyah UINSU, beliau juga seorang aktivis anti korupsi Sumatera Utara.
Aksi brutal hingga menimbulkan luka fisik terhadap Kader HMI Sekaligus Ketua LSM Organisasi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Anti Korupsi Sumatera Utara (OMMBAK-Sumut), diduga dampak dari aksi unjukrasa soal indikasi penyalahgunaan dana desa pada program bimbingan teknis (Bimtek) yang tiap pekan disuarakan untuk diproses secara hukum.
“Pelaku infonya, salah satu pengurus organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten Sergai. Menurut saya, mereka tidak diterima atas aksi unjukrasa kami soal Bimtek dan indikasi plesiran sejumlah kepala desa diduga menggunakan dana desa ” sebut Rozi via Telepon Selulernya (HP) Kamis (4/2).
Beliau yang dikenal kerap menyuarakan soal dugaan korupsi Pemkab Sergai. Saat Rozi sedang minum di Kafe R2D, didatangi pelaku yang diduga pengurus OKP Sergai bersama rekannya yang diketahui memiliki hubungan kedekatan dengan salah seorang Kepala Desa di Sergai. Pada peristiwa tersebut Rozi dipukul di bagian hidung dan mulutnya.
Dan sebelum insiden kekerasan ini, teror dan intervensi juga kerap diterima melalui komunikasi seluler. Rozi juga menyebutkan bahwa kuatnya dugaan kekerasaan dialaminya merupakan dampak dari aksi unjukrasa adanya dugaan korupsi penyalahgunaan dana desa Pemkab Sergai tersebut.
Pada insiden kekerasan tersebut, Rozi mengalami luka-luka. Dengan kondisi terluka, Rozi yang didampingi oleh rekan-rekan aktivis lainnya membuat laporan ke Mapolres Sergai dan diterima oleh Mapolres Sergai dengan Nomor STTLP/21/2/2021/SU/Res Sergai.
(Dipa).

Tinggalkan Balasan