9. Tumenggung Mertoyudo 1679 – 1709. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Amangkurat Amral Raja Mataram Kartasura.
10. Tumenggung Astroyudo 1709 – 1723. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana I Raja Mataram Kartasura.
11. Tumenggung Surohadimenggolo I 1723 – 1734. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Amangkurat Jawi Raja Mataram Kartasura.
12. Tumenggung Surohadimenggolo II 1734 – 1742. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana II Raja Mataram Kartasura.
13. Tumenggung Surohadimenggolo III 1742 – 1751. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana II Raja Mataram Surakarta.
14. Tumenggung Surohadimenggolo IV 1751 – 1779. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana III Raja Mataram Surakarta.
15. Tumenggung Surohadimenggolo V 1779 – 1803. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana IV Raja Mataram Surakarta.
16. Tumenggung Surohadimenggolo VI 1803 – 1822. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana IV Raja Mataram Surakarta.
17. Tumenggung Surahadiningrat 1822 – 1836. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana V Raja Mataram Surakarta.
18. Tumenggung Reksonegoro 1836 – 1849. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana VII Raja Mataram Surakarta.
19. Tumenggung Suryakusumo 1849 – 1869. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana VII Raja Mataram Surakarta.
20. Tumenggung Reksodirjo 1869 – 1883. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana IX Raja Mataram Surakarta.
21. Tumenggung Purbaningrat 1883 – 1912. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana IX Raja Mataram Surakarta.
22. Tumenggung Tjokrodipuro 1912 – 1927. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana X Raja Mataram Surakarta.
23. Tumenggung Subijono 1927 – 1940. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana X Raja Mataram Surakarta.
24. R.M. Amin Sujitno 1940 – 1943. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana XI Raja Mataram Surakarta. Keadaan menjadi tegang pada masa pemerintahan pendudukan Jepang.
25. R.M.A.A. Soekarman Mertohadinegoro 1943 – 1945. Dilantik pada masa pemerintahan Kanjeng Sinuwun Paku Buwana XI Raja Mataram Surakarta.
26. R. Soedijono Taroena Koesoemo 1945 – 1946. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Awal kemerdekaan masih banyak hal yang perlu dibenahi.
27. M. Soemardjito Prijohadisoebroto 1946 – 1949. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
28. R.M. Condronegoro 1949. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Pemerintahan disibukkan oleh perang kemerdekaan.
29. M. Soemardjito Prijohadisoebroto 1949 – 1952. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Pasca perang kemerdekaan, kehidupan normal kembali.
30. R. Oetoyo Kusumo 1952 – 1956. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Pemimpin dan rakyat saling membantu.
31. Drs. Iswarto 1969 – 1979. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Pembangunan segala bidang sangat gencar dilakukan.
32. Ir. Soesmono Martosiswojo 1979 – 1985. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Suasana yang kondusif memperlancar proses pembangunan.
33. Drs. Sardjono 1985 – 1987. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Pertanian, perkebunan dan peternakan berkembang pesat.
34. Drs. Hartomo 1987 – 1992. Dilantik pada masa pemerintah-an Presiden Soeharto. Kesejahteraan rakyat menjadi program utama.
35. Drs. Sudijatno 1992 – 1999. Dilantik pada masa pemerintah-an Presiden Soeharto. Kepemimpinan periode ini mengalami masa transisi reformasi.
36. H. Bambang Guritno, S.E., M.M. 1999 – 2006. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Didampingi Wakil Bupati Ir HM Tamzil (2000 – 2003) dan Wakil Bupati Hj. Siti Ambar Fathonah (2005 – 2006). Kekompakan ditunjukkan dengan kerja keras.
37. Hj. Siti Ambar Fathonah, S.PdI 2006 – 2010. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pimpinan daerah senantiasa membawa kesejukan dan kedamaian.
38. Dr. H. Mundjirin ES, Sp.OG 2010 – 2015. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Didampingi Wakil Bupati Ir. Warnadi, MM. Pimpinan pada periode ini selalu berpihak pada rakyat agar sejahtera lahir batin.
39. Dr. H. Mundjirin ES, Sp.OG 2015 – 2020. Dilantik pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Didampingi Wakil Bupati Ngesti Nugraha, SH. Kepemimpinan periode ini cukup banyak bermanfaat bagi rakyat.
40. Ngesti Nugraha, SH terpilih sebagai bupati Semarang untuk periode 2021 – 2024. Didampingi Wakil Bupati M. Basari.
Daftar bupati Semarang sebelum tahun 1945 tertulis secara jelas dalam kitab Jawa Kuna yang tersimpan dalam perpustakaan Reksa Pustaka Kraton Surakarta Hadiningrat. Buku-buku literatur kuna tersebut tertulis dalam bahasa Jawa Kawi. Literatur warisan nenek moyang tersebut perlu dibaca, dikaji dan dihayati demi pengembangan ilmu pengetahuan. Kabupaten Semarang menjadi pusat pengkajian kawruh kasampurnan.
Simpang Lima
Simpang Lima Riya lapangan Pancasila
Semarang ngumandhang pranyata serbaguna
Swasana rame rakyat gedhe atine
Ing Jawa Tengah kabeh padha ambangun
Jroning kutha tekan desa ngadesa, saben dina minulya
Simpang Lima piguna upacara keperluan umum
Simpang Lima Riya ing kutha Semarang
Keindahan kota Semarang dibuat deskripsi oleh Ki Narto Sabdo dengan begitu indah dan memikat. Unsur seni dan sosial berpadu dengan cukup selaras. Kawasan simpang lima menjadi topik sentral. Banyak tokoh yang turut serta menjaga keindahan kota Semarang.
Goyang Semarang
Klintong-klintong numpak andhong
Ngebel klingkong-klingkong
Grayah-grayah sake kothong kanthong bolong-bolong
Akhike ngadhang adhendhang goyang Semarang
Iringane bonang kendhang rebab gambang
Ilang samar atiku ora sumelang
Ora cemplang ngumandhang goyang Semarang
Lagu populer di Semarang ini menggambarkan suasana perkotaan dengan sentuhan andhong tradisional. Ternyata kehidupan modern dapat beriringan dengan situasi yang berbau klasik. Dengan demikian modernitas tetap hidup berdampingan dengan tradisi. Ki Narto Sabdo telah melambungkan nama Semarang. Banyak tokoh yang aktif, memajukan wilayah Semarang.
Rawa Pening melancarkan jalannya kehidupan. Dalam laku batiniah Rawa Pening digunakan untuk tapa kungkum. Dalam laku lahiriah Rawa Pening digunakan sebagai sarana pengairan untuk memperlancar pertanian. Oleh karena itu Rawa Pening telah membawa kemakmuran.
(LM-01)

