Percepat Pemulihan Pariwisata, Pemerintah Lakukan Vaksinasi Drive Thru

Neneng Goenadi, Country Managing Director Grab Indonesia mengatakan pada kegiatan vaksinasi COVID-19 kali ini, dilakukan dengan menggabungkan dua metode yakni “walk-in” dan “drive-thru”, yang mana metode ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kedua metode tersebut agar bisa menyasar seluruh elemen masyarakat.

“Kami melakukan dua metode itu karena kami ingin mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat, ini sesuai dengan prinsip kami yang inklusif,” kata Neneng.

Selain itu, adanya layanan ini semakin mempermudah sasaran karena tidak perlu keluar dari mobil. Pada tahap registrasi, peserta hanya menyerahkan KTP untuk diverifikasi serta mengisi lembar skrining.

Selanjutnya, kendaraan diarahkan menuju zona skrining kesehatan. Sasaran dilakukan pemeriksaan dasar seperti cek suhu, tekanan darah serta diberikan beberapa tambahan pertanyaan.

Jika dinilai layak, sasaran menuju ke area penyuntikan vaksin COVID-19. Setelah disuntik, sasaran selanjutnya menuju area observasi. Di lokasi ini telah disiagakan petugas kesehatan dan mini ICU. Apabila muncul gejala maupun reaksi tertentu, sasaran bisa memberikan peringatan dengan membunyikan klakson.

Setelah observasi dan tidak muncul gejala tertentu, selanjutnya sasaran bergerak ke area pengambilan sertifikat dan selanjutnya menunggu penyuntikan tahap kedua, 14 hari mendatang.

Penyelenggara memastikan seluruh proses vaksinasi dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat seperti memakai masker, menjaga jarak dan menyediakan fasilitas cuci tangan maupun _hand sanitizer_ di lokasi vaksinasi. Untuk mencegah terjadinya penumpukan, peserta vaksinasi harus datang sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan di undangan.

Sejauh pelaksanaan vaksinasi, dilaporkan tidak ada efek samping serius yang ditimbulkan. Para peserta vaksinasi mengaku tidak mengalami gejala maupun reaksi tertentu.

Sejumlah pelaku pariwisata dan mitra pengemudi online mengaku sangat antusias mendapatkan vaksin COVID-19. Komang Sutrisno, seorang mitra pengemudi online mengungkapkan dengan mobilitas dan interaksi yang tinggi, mereka membutuhkan vaksin untuk memproteksi diri dan orang sekitar dari potensi penularan COVID-19.

“Dengan adanya vaksin ini saya sangat senang dan bangga, karena pemerintah lebih serius meningkatkan kesehatan masyarakat terutama kita pelaku pariwisata membutuhkan vaksin tersebut,” kata Komang.

(LM-01)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *