Jadi menurut Regina Cantika Ju Panggola merupakan sebuah julukan dalam bahasa Gorontalo. Ju berarti Ya, sedangkan Panggola berarti Tua. Julukan itu disematkan kepada orang yang lebih tua.
Lalu Julukan itu diberi karena ia diyakini masyarakat memiliki kesaktian yang mampu menghilang dari pandangan orang lain. Ia juga dapat muncul secara tiba-tiba dalam keadaan genting. Ju panggola dikenal masyarakat sebagai aulia atau wali yang mempunyai sejarah dalam penyebaran Islam di Gorontalo,” jelas Regina”
“Yang jelas makam Ju Panggola adalah makam seorang ulama yang kharismatik pada masanya hingga saat ini,” ujar Regina
Para peziarah tidak hanya warga Gorontalo, banyak di antara mereka berasal dari luar daerah, bahkan mancanegara. Tujuannya untuk berdoa dan memanjatkan keinginan di makam keramat ini agar dikabulkan Allah Swt/Tuhan masa Esa.
Melihat peziarah makam Aulia Raja Ilato “Ju Panggola” cukup banyak, disisi lain Regina menambahkan Wali Kota Gorontalo Marten Taha rencana akan melakukan pengembangan sejumlah kawasan makam keramat menjadi destinasi wisata religi lokal bernuansa Global.
Karena daya tarik reliji asal lokal yang kuat ini menjadikan makam Ju Panggola sebagai obyek wisata Nasional di Provinsi Gorontalo. Masjid Quba dan makam ini juga merupakan satu kawasan luas yang menjadi kawasan budaya Nasional. Di sini terdapat benteng Otanaha, Museum pendaratan Bung Karno, Situs Botuhuayo, dan gua ular. Semoga ini menjadi satu edukasi dan inspirasi apa sebuah dari makam raja Ilato tersebut. “Tutup Regina” Senin, 01/03/2020. (Red/Zulhas)

