“Andreau Misanta Pribadi, saya mengenal Beliau dari timses waktu itu sebagaimana kita ketahui bersama, timses pada saat pilpres yang dua pasangan, Saudara Andreau timses pasangan Pak Jokowi dan Beliau datang ke pada saya, dan saya melihat latar belakang Beliau sebagai mantan lulusan sekolah terbaik, SMA terbaik di Indonesia,” kata Edhy.
“Saya pikir punya karakter yang baik, ini di samping bersifat politis untuk supaya saya jadi menteri, dari pasangan nomor 2 jangan seolah-olah mengambil porsi seolah-olah kita semua yang kuasai, makanya saya usulkan itu,” sambungnya.
Jaksa pun kemudian menanyakan, apakah ada pihak lain yang membantu Edhy dalam melaksanakan tugas menteri.
“Selain pejabat eselon 1 kemudian staf ahli, staf khusus, ada lagi yang membantu tugas-tugas Saudara?” kata Jaksa KPK.
Edhy pun kemudian membeberkan bahwa ia pernah mengangkat 4 orang sespri. Keempatnya ia usulkan kepada Kesekjenan KKP untuk bisa diangkat sebagai sespri. Tugas mereka untuk menangani pekerjaan lain di luar fungsi menteri. Itulah alasan mengapa ia mengangkat sespri, di mana Anggia menjadi salah satunya.
“Saya juga mencoba, karena memang sebagai menteri saya harus fokus dengan pekerjaan utama saya untuk mengelola sektor kelautan dan perikanan, dan saya punya kegiatan-kegiatan lain, sebagai menteri saya juga sebagai pengurus banyak organisasi, dan pengurus partai, ormas dari pencak silat, hingga organisasi kelautan dan perikanan,” kata Edhy.
“Akhirnya saya perlu pembantu-pembantu tambahan, dan saya ini konsultasikan dengan kesekjenan, apakah masih memungkinkan untuk menambah, makanya saya mengusulkan untuk menambah sekretaris dan kalau aspri memang sudah otomatis ada, tapi sekretaris ini saya ajukan, dan boleh, maka saya angkat 4 pembantu, Saudari Anggia Putri Tesalonika Kloer, Saudari Widya Suryatiningsih dan Saudari Vero, dan Saudara Nur,” pungkas Edhy.

Sosok Anggia Kloer menjadi sorotan setelah ia mengaku mendapat fasilitas apartemen dan mobil dari Edhy Prabowo melalui Amiril Mukminin. Hal itu sempat ditelusuri KPK karena diduga ada kaitannya dengan penggunaan uang suap terkait kasus yang menjerat Edhy Prabowo.
Anggia Kloer mengakui soal fasilitas itu. Mengutip Antara, Anggia Kloer dalam kesaksiannya di persidangan menyebut ada dua sespri lainnya yang juga disewakan apartemen tapi di lokasi yang berbeda. Sespri yang dimaksud bernama Fidya Yusri dan Putri Elok.
Edhy Prabowo yang menanggapi pernyataan Anggia Kloer itu pun membenarkannya. Namun menurut Edhy Prabowo, ia sebelumnya meminta Amiril mencari satu unit apartemen untuk dihuni ketiga sespri perempuannya itu.
“Saya minta Amiril cari 1 apartemen yang bisa dipakai bertiga, Anggi, Fidya dan Elok, pada pelaksanaannya seperti yang Bapak lihat sekarang,” ungkap Edhy.
“Sumber uang untuk menyewa kedua apartemen dan mobil dari mana?” tanya jaksa Rony.
“Saya yakin uang saya di Amiril masih cukup untuk itu,” jawab Edhy.
Sumber : Kumparan

