Lawan Varian Baru Virus Corona WHO Sebut Vaksin Johnson & Johnson Efektif
Liputan68.com | Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke negara yang terdapat varian baru virus corona merekomendasikan penggunaan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson’s Janssen.
Dikutip dari AFP, WHO memberikan persetujuan kepada vaksin tersebut hari Jumat (12/3) lalu. Vaksin ini juga memiliki kelebihan berupa penyimpanan yang cukup pada lemari pendingin biasa dan dapat digunakan satu suntikan dosis.
Vaksin J&J merupakan satu-satunya vaksin corona dengan satu dosis yang telah diberikan otorisasi dari WHO.
Penasihat teknis Kelompok Penasihat Strategis SAGE, Annelies Wilder-Smith, menyatakan bahwa vaksin J&J adalah senjata tambahan yang disambut baik. Vaksin dipercaya dapat perubahan dalam perang melawan COVID-19.
SAGE WHO sebelumnya pada Senin (15/3) telah melakukan pertemuan untuk membahas soal bagaimana vaksin ini sebaiknya digunakan. Pada pertemuan itu disampaikan bahwa vaksin Johnson & Johnson terbukti efektif dalam melawan varian baru virus corona.

“Kami memiliki vaksin yang terbukti aman dan menunjukkan kemanjuran yang kami rekomendasikan untuk digunakan pada orang di atas usia 18 tahun, tanpa batas usia atas,” kata ketua SAGE Alejandro Cravioto.
“Di negara-negara dengan penyebaran varian yang tinggi dan di negara SARS-CoV-2 disebabkan oleh varian baru ini, kami menyarankan anda untuk menggunakannya,” jelas Cravioto.
SAGE mengatakan, satu dosis vaksin Johnson & Johnson memiliki kemanjuran 66,9 persen melawan infeksi simptomatik; 76,7 persen melawan penyakit COVID-19 yang parah setelah 14 hari; dan kemanjuran 85.4 persen setelah hari ke-28.
“Kemanjuran vaksin terhadap rawat inap adalah 93,1 persen. Kemanjuran vaksin bisa didapat pada semua jenis kelamin, usia dan etnis,” kata pihak dari para ahli.
SAGE juga mengingatkan kembali untuk penerima vaksin bahwa penyuntikan vaksin COVID-19 harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mengantisipasi kasus reaksi alergi.
Bagi penyintas COVID-19 dapat diberi vaksin, tetapi sebaiknya menunggu hingga enam bulan setelah terinfeksi. Sebab, mereka sudah memiliki imunitas yang alami.
Sumber : Kumparan

Tinggalkan Balasan