“Di negara-negara dengan penyebaran varian yang tinggi dan di negara SARS-CoV-2 disebabkan oleh varian baru ini, kami menyarankan anda untuk menggunakannya,” jelas Cravioto.
SAGE mengatakan, satu dosis vaksin Johnson & Johnson memiliki kemanjuran 66,9 persen melawan infeksi simptomatik; 76,7 persen melawan penyakit COVID-19 yang parah setelah 14 hari; dan kemanjuran 85.4 persen setelah hari ke-28.
“Kemanjuran vaksin terhadap rawat inap adalah 93,1 persen. Kemanjuran vaksin bisa didapat pada semua jenis kelamin, usia dan etnis,” kata pihak dari para ahli.
SAGE juga mengingatkan kembali untuk penerima vaksin bahwa penyuntikan vaksin COVID-19 harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Hal ini dilakukan salah satunya untuk mengantisipasi kasus reaksi alergi.
Bagi penyintas COVID-19 dapat diberi vaksin, tetapi sebaiknya menunggu hingga enam bulan setelah terinfeksi. Sebab, mereka sudah memiliki imunitas yang alami.
Sumber : Kumparan

