“Namun pembukaan sekolah tidak akan otomatis menghentikan laju kehilangan kemampuan belajar. Pemda harus melakukan upaya pemulihan kemampuan belajar terlebih dahulu. Disitulah peran pemetaan yang dilakukan pemda, untuk menghitung siapa yang mengalami learning loss, kompetensi apa yang hilang, dan upaya pemulihan yang efektif,” tambah Anwar.
Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat dan swasta untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul akibat PJJ berkepanjangan. Semakin lama anak tidak belajar, semakin besar tingkat learning loss yang dialaminya. Pada jangka panjang kondisi ini bisa membuat anak gagal belajar, mengalami ketimpangan pengetahuan yang lebar, perkembangan emosi dan psikologi terganggu, memicu meningkatnya angka putus sekolah, serta meningkatkan angka kemiskinan.
Anwar mengatakan, seiring hadirnya pemimpin baru seperti Bobby Nasution, muncul harapan baru untuk perbaikan program pendidikan di masa pandemi. Model kepemimpinan Bobby Nasution yang kolaboratif merupakan modal besar untuk menghadapi ancaman learning loss. Bobby diyakini lebih mampu merangkul banyak pihak untuk bekerjasama.
“Seiring dilantiknya Bapak Bobby Nasution menjadi Walikota Medan, ada rasa optimis walikota kita yang baru ini akan memprioritaskan antisipasi learning loss sebagai prioritas kerjanya,” tutupnya.
Anwar mengatakan secara nasional para akademisi, jurnalis, kepala sekolah, dan guru merekomendasikan penggunaan kurikulum darurat, melaksanakan asesmen siswa, menerapkan pembelajaran terdiferensiasi, pelatihan dan pendampingan guru, serta partisipasi masyarakat sebagai langkah kunci untuk mengantisipasi kerugian lebih besar akibat learning loss. Rekomendasi yang dikenal sebagai Rekomendasi Tarakan ini merupakan hasil webinar Mitigasi Learning Loss untuk Mencegah Kerugian Ekonomi dan Sosial di Masa Depan Akibat PJJ Berkepanjangan yang diselenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) bersama Program INOVASI pada Kamis, 11 Februari 2021.
“Rekomendasi ini secara tegas mengatakan bahwa kolaborasi merupakan jalan terbaik untuk menghadapi learning loss. Ini cocok sekali dengan slogan Bapak Bobby Nasution yaitu Kolaborasi untuk Medan Berkah,” tutup Anwar.
(LM-01)

