— ANAK_PinggirKali (@IpungLombok) April 6, 2021
“Kalau mau menteri atau wakil gubernur datang ke sini, wakil gubernur semalam ngomong dengan saya di TV, beliau bilang mau datang ke sini, tetapi kalau prosedurnya seperti ini ambil di sini, difoto lalu dibawa lagi itu, bawa langsung pulang, terlalu ribet, bawa pulang saja bapak, kami tidak butuh,” katanya.
Lebih lanjut, pria berbaju hijau juga menyatakan resistensi terhadap para petugas kecamatan. Alasannya, tak pernah ada petugas kecamatan yang terlihat sejak banjir hari pertama.
“Datang pas hari H, seolah-olah memerintah kami di sini. Bapak, posko kami ini posko relawan murni. Kami tidak membeda-bedakan,” tuturnya.
Relawan itu juga mengaku kecewa karena pihak kecamatan yang terkesan menggiring para pengungsi untuk menemui Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini yang tengah berada di kantor camat.
Kenapa pula para pengungsi itu yang harus menemui Risma? Begitu pikir mereka. “Itu yang kami tidak mau. Kalau menteri mau bertemu dengan pengungsi, maka menteri datang ke sini.”
“Mereka (pengungsi) tidak boleh keluar dari sini, karena fisik dan psikisnya sedang sakit, masa mau dibawa ketemu orang sehat hanya karena mereka pejabat.” (VOI)
