Pada jaman investor klasik, di depan pilar pilar ini dipajang bendera bendera. Bagian tengah tengahnya dipasang meja untuk pemimpin sidang. Jadilah pandangan yang elok menawan. Bisa nengsemake pandulu.
Pada tanggal 9 Agustus 2009 istana mementaskan wayang purwa. Lakon Sesaji Raja Suya. Ketua Pepadi Bapak Ekotjipto menjadi ketua pelaksana.
Acara itu dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan anggota kabinet. Selain untuk acara acara kesenian. Pentas kagunan edi peni, budaya adi luhung.
Ruangan Upacara penting ini sesuai dengan namanya, juga dipakai untuk upacara upacara resmi, seperti peringatan Isra’ M I’raj dan Maulid Nabi. pelantikan Duta Besar berjalan lancar. Pelantikan Menteri menteri baru bisa gancar. Maka perlu suasana ruangan yang mendatangkan aura spiritual.
Upacara magis spiritual harus dikembangkan. Sebagai Ruangan Upacara, tempat ini tampak resmi dengan terpampangnya lambang Bhinneka Tunggal Ika yang besar di atas peta Indonesia. Garuda besar itu seolah-olah mengawasi dan menaungi seluruh ruangan. Pancaran kewibawaan Istana Negara amat terasa.
Aura istana Negara terjaga dengan hadirnya benda pusaka. Peninggalan kerajaan kuno memberi daya kharisma. Kesan yang amat berbeda akan terasa jika kita memasuki Ruang Pameran yang lazim juga disebut ruang Keris. Ruang istana bertambah wibawa.
Juru ukir didatangkan dari Jepara. Di sepanjang dinding ruangan Istana Negara terdapat lemari lemari kaca tempat memajang berbagai perhiasan dari emas serta bermacam macam permata. Tetapi yang tampak menyolok adalah koleksi senjata senjata tajam yang dipamerkan di sana. Semua dipercaya memiliki sipat kandel.
Pusaka ditata berjajar jajar di Istana Negara. Di antara puluhan senjata yang dipamerkan terdapat pedang panjang dari Pajajaran, Mandau dari Kalimantan, Samurai dari Jepang, tombak tombak, dan bermacam jenis keris. Masalah kepercayaan memang berhubungan dengan benda magis mistis. Terus yang mengandung daya linuwih.
Ruang istana Negara ditata sempurna. Selain ruangan ruangan tersebut, di Istana Negara masih terdapat beberapa ruangan lain yang disediakan untuk kebutuhan praktis istana. Yaitu tempat kembul bujana andrawina.
Untuk dhahar ngunjuk perlu tempat memadai. Contoh dua dapur yang mengapit bagian tengah istana. Satu untuk menyiapkan makanan dingin dan satu lagi untuk menyiapkan makanan panas yang akan dihidangkan dalam jamuan kenegaraan. Juga terdapat beberapa ruangan istirahat. Kagem enggar enggar ing penggalih.
Peran Ibu Fatmawati Soekarno, Ibu Soehartinah Soeharto, Ibu Ainun Habibie, Ibu Sinta Nuriah Abdurrahman Wahid, Ibu Ani Yudhoyono, Ibu Iriana amat besar. Sebagai ibu negara telah menghidupkan suasana di Istana Negara.
Keteladanan ibu negara itu perlu dicontoh. Bagian ruang istirahat Bapak dan ibu Negara yang antara lain dilengkapi dengan tempat tempat tidur Jawa antik yang didatangkan dari Jepara, Blora, Pati, Bojonegoro, Tuban, Ngawi, Purwodadi dan Rembang.
Demikianlah sejarah istana negara yang selanjutnya dipakai oleh pemimpin Indonesia. Dimulai oleh presiden Soekarno tahun 1945-1968. Dilanjutkan Presiden Soeharto tahun 1968-1998. Presiden BJ Habibie tahun 1998-1999. Presiden Abdurrahwan Wahid 1999-2001. Presiden Megawati tahun 2001-2004. Presiden Susilo Bambang Yudoyono tahun 2004-2014. Presiden Joko Widodo tahun 2014-sekarang.
Penggunaan istana negara ditujukan untuk memperlancar pelayaann publik. Segala urusan kenegaraan dari Sabang Merauke dibicarakan secara teliti. Istana negara merupakan simbol pusat pelayanan masyarakat.
G. Raja Mataram Mengundang Investor.
Investor dunia menanam modal. Gedung Rijswijk yang berdiri sejak tahun 1607 beroperasi dengan lancar. Ekonomi berputar. Pihak Karaton Mataram memberi fasilitas lahan. Adapun daftar lengkap tanah dalam wilayah kekuasaan Keraton yang disewa oleh investor dunia dan juga Investor dalam negeri disajikan di bawah ini secara urut patut.
Tanah Kagungan Dalem Karaton Mataram pada masa pemerintahan Sinuhun Paku Buwana II yang memerintah tahun 1726-1745. Tanah yang disewa perusahaan multi nasional pada tahun Jawa Be 1670
Lokasi Luas karya Investor asing menyewa tanah Karoton Surakarta di daerah
Banten, Betawi 10.000, Jepara 12.000. Semua dicatat dengan rapi teratur.
Investor asing juga menyewa tanah Karaton Surakarta di daerah Cianjur 1.800 23 Pati 12.000,
Bandung, Pucang 1.000 24 , Kudus 2.500,
Pranak, Ngancang, Pucang 800 25, Cengkalsewu, Patikayam 600,
Sumedang 100 26 Juwono 1.000,
Nglengkungan Gallo 1.000 27, Nglasem 800, Cikadang, Ciamis, Cikaha 1.500 28, Rembang Jengkungan 800, Nglajeng, Polak Kamanukan 500 29 Tuban 3.015,
Ciasem, Cibarang 500 30 .
Sedayu 1.195,
Gebang 100 31. Luas sekali tanah milik Kraton.
Rincian yang tercatat untuk daerah Lamongan 800, Cirebon Karang pasundan 6.000,
Surabaya, Bangil Lumajang 12.000,
Sawojajar 800 33, Gresik 2.115,
Tegal 8.000 34 Malang 1.500, Brebes 1.000 35 Cembong Pasuruhan 1.000, Wirodesa 1.000 36 Sumenep 5.000, Pekalongan 12.000, Pamekasan 300, Batang Pengangsalan Sampang, Balega 8.000 , Madura, Sampang, Balega 8.000.
Kaliwungu 1.500 39, Pemalang 1.000,
Kendal 1.000 40, Probolinggo 2.000,
Semarang 800 41, Blambangan, Besuki, Banyuwangi 1.000, Demak 12.000. Total yaitu 138.422
Tanah Kagungan Dalem di daerah Kedu yang disewa investor Inggris pada tahun Jawa Alip 1739 saat pemerintahan Sinuhun Paku Buwana IV yang memerintah tahun 1788-1720. Nama lokasi atau Abdi Dalem yang mula mula menggaduh luas karya.
Nama lokasi atau Abdi Dalem yang mula mula nggaduh Luas karya. Tanah di Cokrokusuman 331 12 , Bupati Kaparak Tengen 692,
Mangkubumen 205, Bupati Kaparak Kiwo 439, paugeran menjadi pedoman utama.
Untuk daerah yang dikelola Buminatan 36 14, Bupati Gedhong, Tengen 225, Pamotan 56 15, Bupati Gedhong Kiwo 430,
Singosaren 25 16, Bupati Ngajeng 1.080, Panularan.
Untuk daerah Bupati Kauman yaitu 20,
Kaprabon 65 18, Bupati Demang Hurawan 88, Bupati Siti 3.284. Penggunaan tanah menurut paugeran.
Sedangkan tanah untuk Bupati Hanon anon 422, Bupati Panumping 2.151 20, Bupati Kadipaten termasuk putra sentan 1.233, Bupati Hageng 384, Bupati Kapatihan 852 21, Bupati Gamel 300. Total jumlah tanah itu sebanyak 12.389. Lahan digunakan untuk menanam pohon yang ramah lingkungan.
Di samping itu, pada masa pemerintahan Sinuhun Paku Buwana IV, investor dunia juga menyewa tanah di daerah Wirosobo seluas 2.000 karya, di daerah Pagerwojo seluas 150 karya, dan di daerah Blora seluas 3.500 karya. Usaha ini mendapat untung berlimpah ruah.
Sewa tanah yang dilakukan oleh perusahaan dunia masih terus berlanjut hingga wilayah kerajaan Surakarta Hadiningrat yang dikelola sendiri tinggal kira-kira seluas Karesidenan Surakarta. Adapun tanah Kerajaan Surakarta Hadiningrat yang disewa investor dunia setelah masa pemerintahan Sinuhun Paku Buwana IV di ringkaskan dalam daftar daftar administrasi.
Tanah Kagungan Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat di daerah Jawi Kori yang disewa investor dunia pada tahun Jawa Jimawal 1749. Saat pemerintahan dipegang oleh Sinuhun Paku Buwana V yang memerintah tahun 1820-1823.
Nama Abdi Dalem yang mula mula menggaduh Luas karya. Uang sewa Kapatihan 100 6.672,
Ngajeng 40 6.171,
Hageng 32 2.548,
Siti 96 7.866,
Panumping 485.989,
Sewu 525.785, Kaparak Tengen,
Gedhong Tengen, 60 5.772, Kebumen 16 1.212, Kadipaten 150 28.748, Para Gusti 2 120. Total Semua tanah yaitu 64270.411. Investor dunia nyaman kerasan.
Tanah Kagungan Dalem di daerah Brang Kilen dan Brang Wetan yang disewa investor dunia pada tahun Jawa Jimawal 1757. Saat itu pemerintahan dipimpin oleh Sinuhun Paku Buwana VI. Beliau berbakat memutar uang.
Nama Abdi Dalem Karaton Surakarta yang mula mula menggaduh Luas karya . Uang sewa
Tanah Karaton Surakarta Hadiningrat yang berada di sekitar Kali Brantas dikelola dengan baik. Misalnya Kediri Brang Wetan,
Kediri Brang Kilen,
Sarengan. Pace, Nganjuk, Caruban. Kontrak sewa menyewa dengan investor dilakukan di Pesanggrahan Sedudo Sawahan lereng Gunung Wilis.
Pengelolaan tanah Karaton Surakarta Hadiningrat juga meliputi daerah Ponorogo, Jogogamping, Pacitan, Lorog, Panggul, Sambang,
Kampul, Jogorogo,
Kuwu. Kontrak persewaan dilakukan di villa Baturaden.
Kontrak dilakukan secara tertulis dan rinci. Hak dan kewajiban Sewa menyewa tanah di Banyumas, Panjer, Pageten, Ledok, Gowong, Gemo, Jati. Untung selalu dibagi dengan adil.
Pencatatan kontrak disaksikan oleh notaris profesional untuk pengelolaan tanah di Malang, Wiro, Duduwolo
Pangrembe, Banyumas, Paricandonan
Joyoluwur, Tambakan, Singomertan. Investor kerja sama dengan pihak Kerajaan.
Sekedar hitung hitungan cara kerja tertib administrasi. Sewa menyewa tanah dirinci dengan teliti. Misalnya
Di daerah Telogo Kawiren 7.000.
Total 36907 223066 untuk investasi tanaman produktif. Terutama budidaya perkebunan. Lapangan kerja terbuka luas.
Sewa tanah Kerajaan Surakarta Hadiningrat di daerah Banyumas dan sekitarnya oleh investor pada masa pemerintahan Sinuhun Paku Buwana VI yang memerintah tahun 1823-1830. Tertib administrasi memang penting untuk transaksi jual beli. Gedung Rijswijk lambang kejayaan bisnis Nusantara.
Karaton Surakarta Hadiningrat mencatat semua transaksi finansial. Hal itu sebagaimana diberikan dalam daftar di atas tampaknya tidak berjalan dengan mudah dan lancar. Oleh karena ini terlihat dari adanya permintaan kembali dari pihak investor yang menghendaki jawaban lanjut dari Sinuhun Paku Buwana VI. Yakni atas permintaan sewa dari pimpinan investor dunia atas daerah daerah tersebut. Sebagai tempat investor yang membawa kemakmuran.
Kerja sama antar bangsa sudah lama. Gedung Rijswijk yang berganti nama Istana Negara merupakan bentuk kerja sama. Keberadaan investor asing pada jaman kerajaan memang memberi keuntungan. Jual beli komoditas berlangsung aman damai. Rakyat beruntung dan sejahtera.
Bangsa Indonesia amat berbahagia. Karena mendapat warisan dari Kerajaan Mataram. Istana Kepresidenan sudah dibangun sejak tahun 1607.
Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati sudah membangun istana Kepresidenan. Pembangunan ini atas dukungan garwa prameswari Kanjeng Ratu Banuwati, putri Pangeran Benawa dari Kasultanan Pajang.
(LM-01)
