oleh

ASN Dilarang Mudik , Wisatawan Luar Daerah Dilarang Masuk Pacitan

PACITAN – pemerintah kabupaten Pacitan tegas , larang Aparatur sipil negara ( ASN ) untuk mudik lebaran pada tahun 2021 ini.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara covid 19 Pacitan , Rachmad Dwiyanto.

“ ditegaskan larangan mudik bagi. ASN . Siapapun tidak terkecuali . Akan ada sangsi menungu jika mereka nekat mudik .jadi mohon patuhi “ jelas jubir , Jumat , ( 23/04)

Selain Larangan mudik bagi ASN, Jubir juga Menegaskan, Bahwa Pemerintah Kabupaten Pacitan juga larang wisatawan dari luar daerah berkunjung mulai tanggal 22 April 2021 hingga 24 Mei 2021.
selama larangan itu tempat wisata di Pacitan hanya diperuntukkan untuk wisatawan lokal saja. Demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Liputan JUGA  Adakah Kaitan Penindakan KPK Terhadap 2 Menteri Dengan Rivalitas Politik 2024 ? Ini Penjelasan Pengamat Politik

“Untuk wisata dibuka dan hanya untuk masyarakat lokal sendiri, yang dilarang adalah orang luar kota, karena jika masyarakat dilarang mudik sementara pariwisata buka untuk orang luar akan menjadi lucu,” kata Rachmad yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Informasi Dan Komunikasi Pacitan .

Larangan – larangan tersebut juga berlaku bagi masyarakat yang mempunyai dan membawa surat hasil swab dan rapid test , Mereka ( masyarakat ) tetap tidak di perbolehkan mudik dan masuk sebagai wisatawan luar daerah, nantinya pihak Pemkab. Pacitan memastikan itu berjalan dengan baik akan dilihat KTP dan Plat kendaraan.

” kami akan cek, meskipun berimbas terhadap pendapatan pelaku usaha nemun kan tidak hilang karena masih ada wisatawan lokal dan boleh buka. Tidak seperti tahun 2020 kemarin yang ditutup total “ imbuhnya pada pewarta

Liputan JUGA  Liburan Sekolah, Perdana Mentri Kerajaan Sekala Brak Lampung, Irjen Pol. Dr.Drs. Hi. Ike Edwin, SH,.MH, Taklukan Gunung Pasegi di Kabupaten Lampung Barat,

Dia menilai, suatu kebijakan pasti ada pro dan kontra. Namun, perlu diketahui itu semua dilakukan demi kepentingan bersama dan demi memutus mata rantai penyebaran Covid 19. (Yul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.