Prabu Jayapurusa punya abdi pujangga yang bernama Empu
Ramadi.
2. Jaman Karaton Bojonegoro.
Prabu Anglingdarma punya pujangga empu yang bernama
Empu Siwandata dan
Ki Sakahadi.
3. Jaman Karaton Ngatasangin.
Raja Ngatasangin punya abdi pujangga yang bernama Empu Tulyanto dan Empu Sukmahadi.
4. Jaman Karaton Medhang Kamulan
Prabu Ajisaka memiliki pujangga empu yang bernama
Ki Bramakedali dan
Ki Windudibya.
5. Jaman Karaton Gilingwesi.
Raja Gilingwesi terkenal sebagai pewaris pusaka kerid. Empu yang mengabdi yaitu
Ki Saptagati
6. Jaman Karaton Purwacarita.
Raja Sri Mahapunggung punya Empu kinasih yang bernama
Ki Pujagati,
Ki Sanggagati,
Ki Dewasaya
7. Jaman Kadipaten Jepara.
Empu yang mengabdi pada Kanjeng Ratu Kalinyamat bernama
Ki Dewasaya
8. Jaman Karaton Mamenang.
Prabu Jayabaya narendra yang Waskitha ngerti sakdurunge winarah. Punyai penadihat Empu yang bernama
Ki Sarpadewa dan
Ki Ramayadi
9. Jaman Karaton Yawastina.
Prabu Gendrayana sangat hormat pada Empu yang bernama
Ki Gandawisesa
10. Jaman Karaton Kahuripan.
Prabu Airlangga raja Kahuripan. Punya seorang Empu yang bernama Ki Kandangdewa
11. Jaman Karaton Daha
Prabu Jayakatong memerintah dengan penuh kebijaksanaan. Empu berdarma bakti buat istana yaitu Ki Windusarpa
12. Jaman Karaton Pengging Witaradya.
Prabu Kusuma Wicitra memerintah negeri Pengging. Empu bertugas sebagai pujangga kerajaan.
Ki Wareng dan
Ki Gandawijaya
13. Jaman Karaton Pajajaran.
Prabu Siliwangi raja Pajajaran yang bijak bestari. Para empu bekerja dengan segenap jiwa raga.
Ki Kanaka,
Ki Welang,
Ki Chindheamoh,
Ki Dewayani,
Ki Anjani,
Ki Maja dan Nyi Omayi,
Ki Marcukundha,
Ki Kelengan,
Ki Bayuaji,
Ki Damarjati.
14. Jaman Karaton Jenggala.
Raden Putra adalah anak raja Jenggala. Kelak bergelar Prabu Kameswara. Para Empu berbakti sepenuh hati.
Ki Sutapasana,
Ki Demang,
Ki Dewaraga.
15. Jaman Karaton Majapahit.
Prabu Brawijaya V raja yang sakti mandraguna. Selalu hormat pada Empu.
Ki Domas,
Ki Suradriya,
Ki Pujadewa,
Ki Pujasekti,
Ki Supadriya,
Ki Sapangrani,
Ki Sapahadi.
16. Jaman Kadipaten Tuban.
Adipati Wilwatikta punya 2 putra. Yakni Raden Sahid atau Sunan Kalijaga dan Dewi Rasawulan. Empu yang mengabdi.
Ki Puthu Galuh,
Ki Demangan dan Ki Dewasarajati,
Ki Kuwung,
Ki Salahita,
Ki Bekeljati,
17. Jaman Kadipaten Madura.
Arya wiraraja memimpin Madura bersamaan dengan berdirinya Kerajaan Majapahit tahun 1293. Para Empu yang tenar yaitu.
Ki Sriloka,
Ki Kaloka,
Ki Kisa dan Ki Akasa
Ki Paniti,
Ki Malang,
18. Jaman Kadipaten Blambangan.
Empu dari kadipaten Blambangan bernama
Ki Kakap/Ki Dadali,
Ki Bramakedali,
Ki Luwuk,
Ki Lunglungan,
Ki Kebolungan,
Ki Pitranggeni,
Ki Jakasura.
19. Jaman Karaton Pajang.
Raja Pajang bernama Joko Tingkir atau Mas Karebet. Bergelar Sultan Hadiwijaya Kamidil Panetep Panatagama. Memimpin Karaton Pajang sejak tanggal 24 Juli 1546.
Lembaga Kapujanggan dipimpin oleh Pangeran Karanggayam. Membuat Serat Nitisruti.
Ki Humyang,
Ki Lobang,
Ki Canthoka,
Ki Loning.
Ki Japan,
Ki Tepas.
20. Jaman Mataram Plered.
Pada tahun 1645 sampai 1677 Mataram beribukota di Plered. Raja bernama Amangkurat I. Empunya yaitu
Ki Tunggulmaya,
Ki Manisjiwa,
Ki Kalibanjir,
Ki Tepasana,
Ki Sendhang,
Ki Anoraga,
Ki Tambra,
Ki Setrabanyu,
Ki Kithing,
21. Jaman Mataram Kartasura.
Sejak tahun 1677 ibukota Mataram pindah ke Kartasura. Para empu yang berdarma bakti yaitu.
Ki Luyung,
Ki Kasub.
22. Jaman Karaton Surakarta Hadiningrat.
Pelestari tosan aji sadar sekali. KRT Bambang Hadipuro abdi dalem karaton Surakarta Hadiningrat. Wajar bila aktif dalam dunia tosan aji.
Kerap belajar kehidupan empu keris yang lelaku kejawen. Para empu berdarma bakti pada kerajaan.
Ki Brajakarya,
Ki Brajaguna,
Ki Tirtadangsa,
Ki Sutawangsa,
Ki Japan,
Ki Singawijaya,
Ki Japamantra,
Ki Jayasukadga,
Ki Mantrawijaya,
Ki Karyasukadga,
Ki Wirasukadga,
Ki Prajadahana.
Empu keris memiliki daya kesaktian. Mereka gemar lakj tapa brata. Dengan cegah dhahar lawan guling.
(LM-01)







