oleh

Ternyata KPK Tidak Kebal Oleh Markus Tingkat Dewa

Jakarta, Liputan68.com – Sepandai pandainya tupai melompat, sesekali pasti jatuh juga. Pepatah kuno warisan nenek moyang kita itu sangat sesuai ditujukan kepada lembaga anti rasuah atau yang selama ini disebutkan secara gegap gempita dan terkesan sangat suci dan pegawainya sangat anti difasilitasi apalagi untuk cawe cawe perkara atau oknum penyidik yang bermain makelar kasus atau jual beli kasus atau transaksi perkara dengan segala gaya permainan cantiknya, yang jika hampir terbongkar pemerasan itu atau transaksi markus itu, maka seringkali dan sangat mudah membius publik dengan mengatakan bahwa itu adalah anggota palsu yang mengaku ngaku..

Padahal mustinya para pimpinan KPK bisa secara cerdas menyikapi semua issue itu dengan melakukan pemeriksaan yang cermat dan pengawasan yang cermat, jangan terlalu gampang menyebut itu KPK gadungan, karena ternyata ada memang oknum KPK asli seperti AKP Robin yang tak beda dengan oknum aparat lainnya yang memang doyan dengan duit haram makelar kasus, sebagaimana hampir disemua lembaga pemerintahan selalu saja makelarnya, cawe cawenya, bahkan seringkali manusia rendah seperti Robin yang hanya berpangkat AKP itu sesungguhnya mendapat lampu ijo dari seniornya atau kasatgasnya bahkan mungkin dari seorang ketuanya KPK.

Buktinya sudah terlalu banyak oknum pejabat yang sangat berkelas ternyata bermain juga, contoh kasus Komjen Pol Susno Duaji yang saat itu masih menjabat sebagai Kabagreskrim, juga ternyata jatuh dan parahnya disikat oleh rekan KPK. Sampai si gaek mantan Menteri Agama SDA yang tega memakan uang kitab suci dan ibadah haji, apalagi silaknat mantan menteri sosial Juliari Batubara yang sangat keji memakan uang Covid 19 sehingga isi sembako untuk rakyat itu hanya berisi makanan abal abal seperti ikan Sardencis yang kalengnya sangat kecil dan murahan dan bauk tidak enak, karena terlalu besar uang nya dimakan sibangsat oknum yang belum lama diangkat sebagai seorang Menteri dibidang kaum duafa itu, tapi nyata ditangkap KPK sepulang dari plesir yang selalu modusnya dikemas sebagai kunjungan kerja keluar negeri. Preettt lah dengan semua kemunafikan dan penipuan tingkat dewa seperti itu.

Liputan JUGA  Diperiksa Dewas KPK Hari Ini, Ketua KPK, Firli Bahuri, Tidak Berkomentar Banyak

Karena akhirnya Tuhan sang Maha Pencipta itu murka dan diijinkannya dibuka aib yang selama ini ditutupi lalu dipermalukan didepan publik, anak isteri dan koleganya seperti oknum penyidik KPK bernama Robin berpangkat hanya AKP, tapi bisa mendapat uang senilai fantastis dari seorang Azis Syamsuddin yang dipercaya oleh rakyat dan Tuhan dan memang dianggap memiliki track record banyak kasus dan paling piawai dalam soal bermain karena pemain watak yang paling berani dibungkus banyak dukungan dari semua kalangan kaum bangsat, jahanam dan penipu kelas dewa yang ada dihampir semua lini dipartai yang besar dan bertitel sarjana hukum yang mapan.

Mustinya keranda kematian dan kain hitam sangat pantas saat ini dibentangkan di gedung KPK, bukan pada masa yang kemaren yang hanya sok sok an dan penuh kemunafikan bahkan sampai sejumlah LSM dan Mahasiswa serta Media bahkan rakyat dilibatkan untuk ikut berperan Safe KPK ketika ribut dengan aparat hukum lain, dari malam hingga pagi penuh dengan ketegangan yang sesungguhnya sudah di desain dan dikondisikan seperti lembaga suci bahkan dalil KPK bisa mengalahkan kitab suci apapun, karena itu marahlah sang khalik sang pencipta Tuhan Yang Maha ESA melalui penyidik KPK AKP Robin Julu julu apalah namanya itu, dibukakan topeng dan kedok nya yang selama ini sebagai kategori modus tingkat dewa. Padahal mustinya pegawai KPK harus ngaca diri dan sadar, bahwa pengalaman dan jam terbang kalian itu belum berarti apa apa dibanding SDM yang dimiliki instansi hukum lainnya,

Liputan JUGA  TIM PEMBURU KORUPTOR TERBENTUK INI ANGGOTA - ANGGOTANYA

Dan sesungguhnya bukanlah orang terbaik dari kejaksaan atau polri yang dikirim kepada KPK, tapi pada umumnya setelah bertugas di KPK….waduh sombongnya dan gaya selangitnya minta ampun, sampai tak diijinkan bertegur sapa dengan koleganya bahkan seleting jika bertemu diluar atau dipasar sana.

Tak boleh katanya diberi fasilitas apapun  dilapangan, tetapi nyatanya menjadi penjahat kaliber tingkat dewa karena siapa yang bisa menyangkal kalau sesungguhnya tak ada yang gembel kere dan miskin para koruptor yang ditangkapi oleh pihak KPK, bahkan penulis sendiri sering melihat langsung ketika OTT disebuah rumah penjahat berdasi itu digarasi mobilnya ada belasan mobil mewah, tapi masih saja serakah dan inilah sasaran empuk oknum KPK yang menyalahkan gunakan amanah kepercayaan rakyat, khususnya Tuhan pun sangat kecewa karena tak ada rasa syukur dan tak bisa menjadi manusia beradab dan memiliki derajat istiqomah, bukan lagi soal integritas sebagai yang digemborkan tapi istiqomah itu telah lenyap dimakan kesombongan dan merasa hebat sehingga dijatuhkan oleh tangan Tuhan sendiri.

Liputan JUGA  Ka.Rutan Kelas I Makassar Menjalin Sinergi Dengan Asisten Teritorial Kodam 14 Hasanuddin

Kalau sudah begini, apakah masih berani lagi sombong dan lupa daratan wahai para petinggi di KPK dan masih mampukah untuk bisa bangga atau merasa pejabat hukum paling disegani ? Oh…tak sadar betapa belakangan ini ada banyak kasus besar justru dihajar habis dan lebih berani dalam menangani perkara kelas kakap oleh pihak Kejagung dan Kepolisian dibawah naungan Kapolri Jenderal Sigit, walaupun hingga kini tak habis habisnya ada saja oknum yang tertangkap tangan dan dipecat dengan tidak hormat bahkan meringkuk disel penjara karena terbawa arus ikut jurus si markus alias makelar kasus.

Kasihan sekali Markus yang adalah nama kitab suci umat Nasrani yang kini sangat terkenal dengan konotasinya yang sangat buram dan hancur akibat ulah manusia yang kelewat batas sombongnya karena mentang mentang sudah namanya mencuat di lembaga aparat hukum seperti KPK, Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, Mabes Polri bahkan yang bekerja di Istana Negara, yang tak terbantahkan sudah banyak mendekam didalam sel penjara.

Manusia yang tidak pernah bersyukur kepada Tuhannya dengan pangkat dan jabatan hebat bahkan dengan gaji dan fasilitas mewah, tapi masih saja otak bejadnya rakus dan ijo matanya melihat gumpalan uang yang selalu menjadi gumpalan kolestrol dan mati karena penyakit jantung, strok, krepos tulang bahkan impoten sebelum waktunya, dimana semua itu adalah bentuk dicabutnya satu persatu rasa nikmat yang selama ini berasal dari Tuhan sang pencipta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.