oleh

KPH Woerjaningrat Perintis Kemerdekaan Indonesia

Oleh: Dr Purwadi M.Hum.

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA Hp 087864404347)

A. Priyayi Terpelajar

KPH Woerjaningrat lahir pada hari Kemis Wage, tanggal 12 Maret 1885. Dalam tahun Jawa bertepatan dengan tanggal 25 Jumadil Awal Je 1823. Wafat pada hari Kemis Wage 8 Jumadil Akhir Ehe 1889 atau 8 September 1967.

Sejarah telah mencatat bahwa KPH Woerjaningrat diakui pemerintah sebagai perintis kemerdekaan dan maha putra Indonesia. Jasa dan perjuangan membawa nama harum.

Menikah dengan putri Sinuwun Paku Buwana X, GRAy Woerjaningrat. Beliau lahir pada hari Kemis Kliwon, 27 Juli 1898 atau 2 Sapar Ehe 1828. Wafat pada hari Jumat Pon 1 Ruwah Je 1894 atau 28 Desember 1962. Dalam sejarah tercatat sebagai pendiri organisasi putri narpa wandawa.

Liputan JUGA  Paku Buwono XII Memberikan Harta Benda Untuk Kemerdekaan Indonesia

Budi Utomo pernah dipimpin oleh KPH Woerjaningrat tahun 1917 – 1926. Sejak tahun 1938 menjabat sebagai ketua umum Partai Indonesia Raya atau Parindra. Turut mendampingi WR Soepratman saat mencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Berperan sebagai anggota BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

Ndalem Wuryaningratan tampak gagah megah indah mewah. Kejayaan priyayi terpelajar yang sukses secara ekonomi politik sosial budaya. Menantu Sinuwun Paku Buwana X ini termasuk kaya raya.

Labuh labet Sinuwun Paku Buwana X mendapat legalitas dari Pemerintah Indonesia. Pada tanggal 7 Nopember 2011 Sri Susuhunan Paku Buwana X ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pahlawan Nasional.

B. Pendidikan Budaya.

Selama memimpin Budi Utomo KPH Woerjaningrat aktif melakukan pengajaran. Mendirikan sekolah pamardi siwi dan kesatriyan. Turut mengajar di perguruan Muhammadyah, Taman Siswa dan Mambaul Ulum.

Liputan JUGA  Green Climate Fund Setujui Proposal REDD+RBP Sebesar USD 103,8 Juta untuk Indonesia

Presiden Soekarno pernah diajari tata cara protokol kenegaraan. Bung Hatta dan Sutan Syahrir belajar kepada KPH Woerjaningrat tentang etiket budaya Jawa.

Pengalaman KPH sebagai sentana Karaton Surakarta Hadiningrat membuat dirinya ahli dalam bidang tata praja tradisional. Seluk beluk adat istiadat Jawa digunakan untuk membuat kebijakan yang berbasis kultural. Bahkan beliau lama mendampingi Sinuwun Paku Buwana XII. Terutama hubungan Karaton Surakarta Hadiningrat dengan pemerintah Republik Indonesia.

Pada tanggal 3 Mei 2021 diadakan pisowanan ing hastana Imogiri. Makam KPH Woerjaningrat berdekatan dengan KGPH Soerjo Hamidjojo. Keduanya tokoh BPUPKI. Tampak pula makam Prof Dr Notonagoro, guru besar UGM dan ahli filsafat Pancasila.

Pada diri KPH Woerjaningrat terdapat bakat yang beragam. Ahli pendidikan, hukum, politik, budaya, bahasa dan sastra. Perpaduan antara tradisi dan modern berlangsung harmonis.

Liputan JUGA  Resesi di Depan Mata, Sri Mulyani Tetap Optimis

Kecakapan KPH Woerjaningrat diakui oleh negara Indonesia dan Karaton Surakarta Hadiningrat. Jasa dan perjuangannya dikenang sepanjang masa.

C. Pendiri Organisasi Putri Narpa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.