Liputan KOLOM

Analisis Pengawasan Intern Dalam Mencegah Penyelewengan Gaji

Ditulis oleh Liputan68 pada 6 Agustus 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh: Suardin Ndruru”, Muhammad Yunus**

(*Dosen STIE Profesional Indonesia, **Mahasiswa STIE Profesional Indonesia)

 

PENDAHULUAN

Pengawasan intern dilakukan oleh pihak manajemen merupakan salah satu fungsi pengawasan untuk mencegah berbagai kesalahan, penyelewengan, serta pemborosan. Karyawan merupakan sebagai penggerak operasional perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan berhak mendapatkan gaji atas kinerjanya diperusahaan. .

Masalah gaji bagi perusahaan perlu diperlakukan secara serius dan hati-hati untuk dapat menghindari kemungkinan adanya penyelewengan, kecurangan, kekeliruan yang dapat merugikan perusahaan maupun karyawan, karena gaji merupakan biaya yang cukup material bagi perusahaan. Sehingga diperlukan suatu pengawasan intern terhadap unsure biaya gaji. Internal auditor bertugas membantu menunjang efektivitas pengawasan internal, termasuk pengawasan  intern biaya gaji. Tenaga untuk melakukan pengendalian tersebut yaitu Pengawasan Intern. Satuan pengawasan intern melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap seluruh aktivitas perusahaan dan diwujudkan dalam bentuk hasil laporan. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan oleh satuan pengawasan intern adalah memeriksa gaji agar pengendalian internal atas penggajian efektif. Di dalam gaji tersebut terdapat potongan-potongan, tunjangan, pajak penghasilan, status pegawai, masa kerja dan peraturan serta kebijaksanaan lainnya.

Satuan Pengawasan Intern dituntut agar semakin cermat dalam mengkritisi berbagai bentuk kecurangan, kejahatan, transaksi mencurigakan dalam perusahaan. Untuk itu Satuan Pengawasan Intern harus mampu mengimbangi dengan keberanian untuk menelusuri lebih lanjut.

 Masalah

Permasalahan dalam pengawasan gaji sering terabaikan , sehingga Penulis  berkeinginan membuat suatu artikel mengenai Analisis Pengawasan Intern Dalam Mencegah Penyelewengan Gaji 

Tujuan Penulisan  Artikel

  1. Untuk mengetahui dan membandingkan teori-teori yang diperjelas penulisannya selama perkuliahan dengan penerapannya selama perkuliahan dengan penerapannya didalam perusahaan tentang pengawasan intern atas gaji.
  2. Untuk mengetahui apakah pengawasan intern atas gaji telah berperan dalam perusahaan. 

Manfaat Penulisan  Artikel

  1. Dengan adanya Penulisan ini diharapkan dapat menjadi sumbangan     pemikiran terhadap pengembangan ilmu terutama yang berhubungan dengan ilmu akuntansi dan manajemen keuangan.
  2. Dapat memberikan konstribusi terhadap akademis dan mahasiswa sebagai tambahan referensi dalam melakukan Penulisan sejenis.

STUDI KEPUSTAKAAN

Pengertian Pengawasan Intern 

         Perusahaan yang relatif besar umumnya memiliki faktor produksi dalam jumlah yang relatif besar pula, dimana aktivitas operasinya sangatlah kompleks. Dalam pengaturannya pihak manajemen mempunyai berbagai fungsi, salah satu fungsi tersebut adalah fungsi pengawasan. Pelaksanaan fungsi pengawasan dilakukan oleh orang yang kompoten dan independen yaitu dengan mengumpulkan dan melakukan evaluasi mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara iformasi tersebut dengan  kriteria yang ditetapkan.

BACA JUGABabad Laweyan

Menurut Mulyadi (2013:23) Pengawasan intern adalah meliputi srtuktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalaan data akuntansi mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen.

           Sedangkan menurut  Elder R.J, Dkk(2011 : 201) menyatakan bahwa : “pengawasan intern adalah  terdiri dari kebijakan dan prosedur yang  di  rancang agar manajemen mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa perusahaan mencapai tujuan dan sasarannya”.

Anatasia dan Lilis (2011:31) menyatakan bahwa pengawasan intern adalah “penting karena suka atau tidak suka, perusahaan banyak mengalami ancaman salah satunya mengganggu tercapainya tujuan sistem iformasi perusahaan, sehingga pengawasan intern diperlukan untuk menghasilkan informasi keuangan yang handal dan dapat dipercaya.”

    Dari beberapa pengertian diatas maka Penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem pengawasan intern adalah suatu kerangka yang terdiri dari prosedur-prosedur yang saling berkaitan dalammelakukan suatu kebiasaan dalam perusahaan guna mengendalikan jalannya perusahaan yang mencakup dan mengamankan harta, memeriksa kecermatan dan kebenaran administrasi atau akuntansi, memajukan efisiensi dalam operasi dan membantu menjaga kebijaksanaan perusahaan untuk di patuhi. Jadi dengan adanya pengawasan intern akan dapat memberikan kemudahan bagi pihak manajemen dalam melakukan penyesuaian terhadap hal-hal yang diperkirakan sebelumnya.

 

Tujuan Pengawasan Intern

    Mulyadi (2013:45) juga menyatakan bahwa secara garis besar, pendeketan untuk merancang pengawasan intern akuntansi bertitik tolak dari dua tujuan sistem, yaitu: menjaga kekayaan perusahaan dan mengecek ketelitian dan keandalan informasi akuntansi. Tujuan pengawasan intern akuntansi tersebut kemudian dirinci menjadi tujuan-tujuan umum dan tujuan khusus yang diterapkan pada transaksi pokok. Dengan memperhatikan rincian tujuan tersebut disusun unsur-unsur yang membentuk pengawasan intern akuntansi terhadap teransaksi pokok tertentu dengan cara merinci tiga unsur pokok sistem pengawasan intern: struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, sistem otoritas dan prosedur pencatatan, dan praktek yang sehat. Unsur karyawan yang kompoten dan dapat dipercaya tidak dirinci untuk setiap transaksi pokok karena unsur pengawasan intern bersifat umum, yang berlaku untuk semua transaksi perusahaan.

    Rincian tujuan pengawasan intern akuntansi adalah sebagai berikut :

  1. Menjaga kekayaan perusahaan:
  1. Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otoritas yang telah ditetapkan 
  2. Pertanggung jawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada 
  1. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi:
  1. Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan.
  2. Pencataan transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi

 

Tujuan tersebut dirinci lebih lanjut sebagai berikut :

  1. Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan:
  1. Pembatasan akses lansung terhadap kekayaan 
  2. Pembatasan akses tidak langsung terhadap kekayaan
  1. Pertanggung jawaban kekayaan perusahaan yang dicatat di bandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada:
  1. Pembandingan secara periodik anatara cataan akuntansi dengan kekayaan yang sesungguhnya ada 
  2. Rekonsiliasi antara catatan akuntansi yang diselenggarakan.
  1. Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan:
  1. Pemberian otorisasi oleh pejabat yang berwewenang 
  2. Pelaksanaan transaksi sesuai dengan otorisasi yang diberikan oleh pejabat yang berwewenang.
  1. Pencatatan transksi yang terjadi dalam catatan akuntansi:
  1. Pencatatan semua transaksi yang terjadi>
  2. Transaksi yang dicatat adalah benar-benar terjadi.
  3. Transaksi dicatat dalam jumlah yang benar.
  4. Transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang seharusnya.
  5. Transaksi dicatat dengan penggolongan yang seharusnya.
  6. Transaksi dicatat dan diringkas dengan teliti.

Pengertian Gaji  

        Gaji merupakan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan-karyawannya. Gaji penting bagi karyawan karena disamping sebagai imbalan atas jasa atau prestasi yang telah mereka berikan, juga sebagai motivator mereka dalam bekerja. Sedangkan gaji diberikan atas dasar kinerja bulanan.

    Menurut F. Sikula (2007:119) “menyatakan bahwa gaji adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima karyawansebagai konsekuensi dari statusnya sebagi seorang karyawan yang memberikan konstribusi dalam mencapai tujuan perusahaan.”

 Menurut Hasibuan (2007:118) “menyatakan bahwa gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti.”

Menurut Sadili samsudin (2010:189) “menyatakan bahwa gaji adalah sesuatu yang berkaitan dengan uang yang diberikan kepada pegawai atau karyawan.”

Menurut  Anwar Prabu Mangkunegara (2008:85) “menyatakan bahwa gaji merupakan uang yang dibayar kepada pegawai atas jasa pelayanannya yang diberikan secara bulanan.”

Dari beberapa pengertian tentang gaji diatas dapat disimpulkan bahwa arti gaji adalah balas jasa yang berupa uang sebagai balasan atas seseorang yang melaksanakan tugas yang berguna untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi yang diberikan oleh perusahaan atau organisasi yang bersangkutan dan uang tersebut dapat berfungsi atau menjadi faktor dalam jaminan kelangsungan hidup.   

  Peranan Pengawasan Intern Atas Gaji 

        Menurut Anastasia dan Lilis (2011:51), Unsur-unsur pengawasan intern yang membentuk pengawasan intern atas gaji, akan dijelaskan sebagai berikut :

  • Lingkungan Pengawasan Gaji

Efektivitas dari sistem akuntansi gaji serta prosedur pengawasan  gaji, antara lain:

  1. Struktur organisasi dan pembebanan wewenang didalam suatu organisasi. Hubungan struktur organisasi jika dikaitkan dengan pengawasan intern atas gaji adalah dengan struktur organisasi yang jelas, maka dengan demikian dapat diketahui bagaian atau departement yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas prosedur gaji, sehingga pengawasan terhadap aktifitas tersebut menjadi lebih baik.
  2. Metode pengawasan manajemen 

Merupakan metode perencanaan dan pengawasan manajemen alokasi sumber daya perusahaan. Perencanaan dan pengawasan manajemen khususnya dalam hal gaji dilakukan melalui tahap sebagai berikut: penyusunan program dan anggaran gaji, yang merupakan proses pengambilan keputusan mengenai program penggajian yang akan dilaksanakan oleh perusahaan,serta pelaksanaan dan pengukuran gaji, dimana gaji yang diberikan sesuai dengan latar belakang pendidikan, jabatan dan prestasi sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi kerja mereka.

  1. Kebijakan dan prosedur praktek sumber daya manusia 

Kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap personel yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya secara efektif. Karyawan yang kompeten dan jujur merupakan salah satu unsur pengawasan yang penting . oleh karena agar terciptanya lingkungan pengawasan yang baik, maka perusahaan perlu memiliki mertode yang baik dalam menerima karyawan, mengembangkan kompetensi maka dengan pelatihan-pelatihan, menilai prestasi dan memberikan kompetensi mereka dengan pelatihan-pelatihan, meilai prestasi dan memberikan kompensasi yang layak atas prestasi mereka.

  1. Kesadaran pengawasan

Kesadaran pengawasan dapat tercermin dari reaksi yang ditunjukan oleh manajement atas kelemahan pengawasan yang ditunjuk olehauditor intern atau auditor independen yang berkaitan dengan pengawasan prosedur gaji. Jika tindakan koreksi segera dilakukan terhadap setiap kelemahan yang di dapati, maka merupakan petunjuk adanya komitmen manajemen terhadap pencipta lingkungan pengawasan yang baik.

 

  • Penaksiran Resiko Gaji

        Anastasia Diana, Lilis Setiawati (2011) menyatakan bahwa penaksiran resiko gaji merupakan identifikasi resiko yang mungkin terjadi oleh manajemen serta bagaimana cara mengantisipasi dan menanggulangi resiko tersebut. Perusahaan membangun sistem informasi akuntansi dalam siklus penggajian dan pengupahan dengan harapan agar:

  1. Perusahaan  dapat menghitung gaji dengan benar dan cepat. Penghitungan gaji  yang benar menentukan kebenaran penghitungan potongan-potongan gaji  yang mesti dibayarkan ke pihak ketiga. Selain itu, perhitungan yang benar juga berarti bahwa  perusahaan tidak membayar lebih dari  yang sesungguhnya atau kurang dari yang seharusnya.
  2. Perusahaan dapat membayar gaji tepat waktu.

 

  • Aktivitas Pengawasan Gaji 

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa aktifitas pengawasan terdiri dari kebijakan prosedur yang membantu menjaminkan bahwa aktifitas pengawasan terdiri dari kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa pengawasan terdiri dari kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa kegiatan manajemen telah dijalankan sebagaiamana mestinya. 

Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh keterangan data dan data yang diperlukan dalam penyusunan Penulisan ini, maka dapat dilakukan Penulisan dengan menggunakan 2 metode yaitu:

  1. Penulisan kepustakaan (Library research)

Penulisan kepustakaan (Library research) adalah metode Penulisan yang dilakukan berdasarkan dengan cara mengumpulkan berbagai literatur-literatur, membaca buku-buku atau bahan yang tersedia diperpustakaan, brosur-brosur, dan tulisan-tulisan yang ada hubungannya  dengan Penulisan Penulisan ini. Data dan keterangan yang diperoleh dari sumber diatas dan dipergunakan untuk pembahasan yang bersifat teoritis.

  • Penulisan lapangan (field research)   

     Penulisan lapangan (field research) merupakan metode Penulisan yang dilakukan oleh langsung kelapangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh Penulis dengan cara lain adalah Dokumentasi, yaitu pengumpilan data dengan cara mengalir atau mengambil data-data dari catatan, dukumentasi administrasi yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Dokumentasi diperoleh melalui dokumen-dokumen atau arsip-arsip dari tempat Penulisan.

Metode Analisis Data

dengan menganalisa persoalan atau masalah-masalah yang sebelumnya telah diuraikan pada sub bab berikutnya, maka akan mencegahkan masalah tersebut Penulis menggunakan dua jenis metode analisa yaitu:

  1. Metode deskriptif, yaitu merumuskan dan menafsirkan data serta keterangan-keterangan yang diperoleh dengan cara mengumpilkan, menyusun data dan mengadakan interprestasi sehingga memberikan suatu gambaran atas permasalahan yang dianalisa.
  2. Metode deduktif, yaitu metode penganalisaan dengan jalan menarik kesimpulan berdasarkan teori-teori yang telah diuraikan terlebih dahulu dan umum mengenai kebenarannya.

Dengan menggunakan metode analisa diatas, maka fakta yang diperoleh dari data yang didapat dalam ilmu pengetahuan selanjutnya diperbandingkan maka akan diambil kesimpilan yang kemudian dijadikan dasar atas pemberian saran-saran yang dianggap perlu.

PEMBAHASAN.

Metode Penghitungan Gaji

Karyawan dibedakan atas dua golongan yaitu karyawan staff yang terdiri dari manajer, kepala bagian, kepala seksi beserta staf-staf nya, sedangkan karyawan biasa yang sebagian besar bekerja dilapangan (gardu tol). berikut ini akan diuraikan gaji karyawan  berdasarkan penggolongannya, sebagai berikut:

  1. Perhitungan gaji karyawan staf

Gaji yang diterima oleh karyawan staff adalah gaji yang dibayarkan secara bulanan dalam jumlah yang tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Gaji pokok yang diterima oleh setiap karyawan berbeda-beda, karena dipengaruhi oleh tingkatan jabatan kedudukannya dalam perusahaan. Selain gaji pokok setiap karyawan staff maupun karyawan biasa juga menerima berbagai tunjangan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Setiap karyawan dalam perusahaan ini bila bekerja diluar jam kerja normalnya maka akan diperhitungkan sebagai jam kerja lembur. Untuk karyawan staff, ada kalanya pada setiap keadaan tertentu yang menurut ketentuan perusahaan karywan tersebut bekerja duluar jam kerja normal karyawan, maka kepada para karyawan tersebut akan diberikan uang lembur oleh perusahaan. Hal ini terlihat misalnya pada akhir tahun dalam proses penyusunan laporan keuangan, bagi karyawan staff tersebut akan dibrikan uang lembur sesuai dengan ketentuan perusahaan.

Secara matematis perhitungan gaji bagi karyawan yang berstatus staff dapat dijabarkan sebagai berikut:

Pendapatan bersih = Gaji pokok + Uang kehadiran + Uang transport + Tunjangan A + Tunjangan B – ( potongan-potongan)

  1. Perhitungan gaji karyawan biasa 

Besarnya gaji yang diterima oleh karyawan biasa  terdiri dari gaji pokok ditambah dengan tunjangan uang kehadiran serta transport setiap hari, dan menerima tunjangan A, B, serta pendapatan lembur bagi setiap karyawan yang berhak menerimanya. Uang lembur akan diberikan bila karyawan tersebut bekerja diluar jam kerja normalnya (40 jam seminggu) berdasarkan ketentuan yang berlaku pada perusahaan yang mengacu pada peraturan pemerintah. Mengenai perhitungan gaji bagi karyawan biasa  secara sistematis sebagai berikut:

Pendapatan bersih = Gaji pokok + Uang kehadiran + Uang transport + Tunjangan A + Tunjangan B + Tunjangan fooding I dan II + Pendapatan lembur – (iuran astek + iuran serikat pekerja + potongan lainnya)

    Adapun waktu kerja bagi karyawan biasa dan karyawan staff, yaitu :

Jam kerja di PT. Jasa Marga (persero) Tbk Kualanamo Tol Deli Serdang untuk semua karyawan adalah sama, baik karyawan kantor, satpam /keamanan yang terdiri dari 1 shift kerja. Adapun rincian jam kerja tersebut sebagai berikut:

  1. Hari senin s/d jumat- pukul 08.00-12.00WIB : kerja aktif
  1. Pukul 12.00-13.00 WIB : Istirahat 
  2. Pukul 13.00-16.00 WIB : Keja Aaktif
  3. Pukul 16.00-18.00 WIB : Jam Kerja Lembur
  1. Hari Sabtu – pukul 08.00-12.00 WIB : Kerja Aktif
  1.  Pukul 12.00-13.00 WIB : Istirahat 
  2. Pukul 13.00-16.00 WIB : Keja Aaktif
  3. Pukul 16.00-18.00 WIB : Jam Kerja Lembur

Mengenai waktu kerja diatur dalam suatu skedul secara adil dan merata untuk setiap karyawan yang disusun oleh bagian general manager. Dan jika karyawan tersebut berhalangan datang dengan alasan yang masuk akal maka karyawan tersebut harus memberitahukan kepada bagian general manager 3 hari sebelum pelaksanaan tugas berdasarkan skedul yang ada.

Masing-masing karyawan di wajibkan bekerja tujuh jam sehari atau 40 jam seminggu. Jika karyawan tersebut bekerja lebih dari 40 jam dalam seminggu, maka seperti yang lazimnya berlaku karyawan tersebut akan mendapat pendapatan lembur. Perusahaan dalam hal ini menghitung pendapatan lembur berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku, yaitu keputusan menteri keuangan No. 72 tahun 1984 yang mengatur bahwa:

Gaji  per jam = 1/ 173 x gaji yang diterima per bulan 

Apabila jam kerja lembur dilakukan pada hari biasa maka ketentuan pendapatan lemburnya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk jam kerja lembur pertama dihitung 1,5 x upah/jam
  2. Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya dihitung sebesar 2 x gaji /jam

Untuk menghitung pendapatan jam kerja lembur pada hari libur/minggu berbeda yaitu sebagai berikut :

  1. Jam I-IV dihitung 2 x gaji lembur/jam
  2. Jam VIII dihitung 3 x gaji lembur/jam
  3. Jam IX dihitung 4 x gaji lembur/jam

Perusahaan juga memberikan fasilitas- fasilitas lainyan kepada karyawan, diantanya:

  1. gaji lembur

gaji lembur diberikan kepada karyawan diberikan kepada karyawan kantor yang bekerja melebihi batas jam kerja aktif.

  1. Tunjangan jabatan 

Tunjangan jabatan diberikan sebagai pelengkap gaji pokok untuk karyawan yang memiliki jabatan tertentu karena memegang peranan dan tanggung jawab yang khusus.

  1. Tunjangan hari raya (THR)

THR( tunjangan hari raya) diberikan setiap tahun kepada karyawan yang telah bekerja selama satu tahun dalam rangka merayakan hari raya dan tahun baru. THR( tunjangan hari raya) dibayar sebesar gaji satu bulan. 

  1. Uang transportasi

Uang transportasi diberikan kepada karyawan pada saat menerima gaji diakhir bulan. Besar uang transportasi tertanggung kepada kedudukan karyawan diperusahaan. 

  1. Fasilitas pengobatan

Bagi karyawan-karyawan yang mengalami kecelakaan kerja, maka pihak perusahaan menanggung segala biaya pengobatan selama karyawan sakit.

 

  1. Cuti 

Cuti diberikan kepada karyawan untuk menhilangkan rasa jenuh selama bekerja di perusahaan. Cuti dapat diambil setiap tahun dan jika cuti tidak diambil dalam setahun maka cuti tersebut akan dianggap hangus. 

  1. Jaminan sosial tenaga kerja (JAMSOSTEK)

Jaminan sosial tenaga kerja yang dikenal dengan asuransi tenaga kerja (ASTEK) merupakan suatu bentuk asuransi yang dibuat oleh pemerintah untuk melindungi tenaga kerja. ASTEK terdiri dari empat jenis jaminan, yaitu

  1.  Jaminan kecelakaan kerja 

Jaminan kecelakaan kerja diberikan jika tenaga kerja mengalami kecelakaan ketika sedang bekerja. Jaminan kecelakaan kerja diberikan dalam bentuk sumbangan oleh pemerintah sebesar 0,89% dari gaji satu bulan.

  1. Jamainan hari tua

Jaminan hari tua  diberikan kepada tenaga kerja yang pensiun pada umur 55 tahun. Besarnya dana pension yang diberikan tergantung kepada masa tenaga kerja diperusahaan.

  1. Jaminan kematian

Jaminan kematian diberikan apabila tenaga kerja meninggal dunia sewaktu melakukan pekerjaan atau tidak melakukan pekerjaan. 

  1. Jaminan pemeliharaan kesehatan

Jaminan pemeliharaan kesehatan diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja dan keluarganya. Bagi tenaga kerja yang belum berkeluarga, jaminan pemeligaraan kesehatan adalah 3% dari gaji satu bulan, sedangkan bagi sudah berkeluarga( maksimal 3 orang anak)  adalah 6% dari gaji satu bulan. Pemeliharaan kesehatan bagi tenaga kerja dilaksanakan dirumah sakit yang ditunjuk oleh perusahaan.

  1. SPSI ( Serikat Pekerja Seluruh Indonesia)

Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) merupakan wadah untuk menampung  keluhan dan aspirasi tenaga kerja, seperti tuntutan kenaikan gaji, masalah jam kerja tidak sesuai dengan besarnya gaji, kebijakan perusahaan yang merugikan tenaga kerja, dan lain-lain. SPSI akan menampung semua keluhan dan aspirasi tenaga kerja dan mengusahakan mencari solusinya  dengan bekerja sama dengan pimpinan perusahaan dan Departemen Tenaga Kerja

Pembahasan

    Penulis akan melakukan perhitungan gaji berdasarkan bukti kehadiran dan slip jam lembur karyawan, tarif gaji pokok karyawan, tingkat kedudukannya, tunjangan-tunjangan, serta potongan-potongan yang dikenakan, untuk kemudian dihitung beberapa gaji dari karyawan yang bersangkutan. Didalam perusahaan ini masih terdapat kelemahan pengawasan intern yaitu dalam  pengisian daftar hadir dan tidak tepat waktu dalam masuk kerja  maka akan terjadi penerimaan gaji yang melebihi gaji yang diterima dari gaji yang sesungguhnya. 

Tetapi hal tersebut telah dapat diatasi dengan adanya pengawasan intern yang baik yang dilakukan oleh perusahaan, meliputi :

  •  Prosedur Gaji

    Prosedur gaji dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Prosedur pembuatan daftar gaji

Data yang digunakan sebagai dasar pembuatan daftar gaji adalah surat-surat keputusan mengenai pangkat karyawan yang baru, kenaikan pangkat, pemberhentian karyawan, penurunan pangkat, daftar gaji bulan sebelumnya dan daftar hadir. Jika gaji karyawan melebihi pendapatan tidak kena pajak, informasi mengenai pph pasal 21 dihitung oleh fungsi pembuatan daftar gaji atas dasar data yang tercantum dalam kartu penghasilan karyawan. Potongan pph pasal 21 ini dicantumkan dalam daftar gaji. 

  1. Prosedur distribusi gaji

Biaya tenaga kerja didistribusikan kepada masing-masing departemen yang menikmati manfaat tenaga kerja. Distribusi ini dimasukan untuk pengawasan biaya.

  1. Prosedur pembayaran gaji

Dalam prosedur ini melibatkan fungsi akuntansi dan fungsi keuangan. Fungsi akuntansi membuat perintah pengeluaran kas kepada fungsi keuangan untuk menuliskan cek guna untuk pembayaran gaji. Fungsi keuangan kemudian menguangkan cek tersebut ke bank untuk ditransfer langsung ke masing-masing karyawan.

  • Pengawasan Gaji

Berikut ini pengawasan gaji yang dilakukan  

bagian Human Resources and Administration Manager  yang memeriksa sewaktu-waktu pelaksanaan aktifitas yang terjadi di lapangan, jika diperintahkan oleh direktur utama dan kemudian hasilnya dilaporkan kepada direktur utama untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

  1. Penaksiran resiko

Sistem akuntansi penggajian yang baik akan mengurangi kemungkinan terjadinya  penyelewengan gaji dan ketidak efisiensinya darri sistem tersebut, misalnya dalam hal pembayaran gaji perusahaan mentrasfer uang melalui bank untuk menghindari resiko yang mungkin terjadi apabila tanpa menggunakan jasa bank. Disamping itu juga, dokumen-dokumen yang berhubungan dengan  karyawan seperti dokumen dan catatan  gaji, disimpan dalam file komputer sehingga menghindari rusaknya dokumen tersebut dan dapat ditelusuri seaktu-waktu jika diperlukan.

  1. Sistem informasi dan komunikasi gaji

Setelah memperhatikan uraian teoritis dan keadaan pada perusahaan, Penulis menilai bahwa sistem akuntansi gaji tidak berbeda jauh dari  teori dan sudah disusun dengan baik. Hal ini dapat dilihat bahwa sistem akuntansi telah di jalankan sesuai dengan kebutuhan dalam prosedur transaksi gaji, yaitu:

  1. Perusahaan telah memiliki dokumen-dokumen yang memadai dimana dokumen tersebut digunakan untuk merekam peristiwa yang terjadi, menyampaikan informasi dan mengurangi kesalahan dengan cara mencatat semua kejadian.
  2. Jaringan prosedur didalam sistem akuntansi gaji juga sudah ada, karena urutan-urutan (tahap-tahap) pekerjaanya,siapa yang melaksanakannya sudah ditentukan dengan pasti sehingga dalam pelaksanaan akan dapat dilakukan secara cepat,efesien dan efektif.
  3. Untuk menjalankan prosedur-prosedur tersebut telah ditentukan fungsi-fungsi atau bagian-bagian yang bertanggung jawab, yaitu General Manager, keuangan dan bagian akuntansi.
  1. Aktifitas pengawasan gaji

Biasanya prosedur pengawasan gaji tersebut dimulai dari prosedur penerimaan karyawan, pencatatan gaji, perhitungan serta pembayaran gaji. Berdasarkan uraian teoritis pada bab sebelumnya, Penulis akan mencoba untuk menganalisa dan mengevaluasi terhadap prosedur gaji tersebut.

 Prosedur penerimaan dan pemberhentian karyawan, sudah dilakukan sebagai bagian pengawasan intern atas gaji, terlihat dengan adanya penyeleksian karyawan dan memelihara serta menyimpan arsip-arsip perusahaan. prosedur pencatatan waktu kehadiran bagi karyawan, juga telah dilakukan sebagai bagian pengawasan intern atas gaji, sudah dilaksanakan dengan sistem finger print dan data akan secara otomatis terrekap langsung dikomputer, serta adanya cross check atau penyesuaian dengan catatan absensi yang dipegang dibagian (kabag) masing-masing. Kemudian untuk pengawasan intern terhadap perhitungan dan pembuatan daftar gaji juga sudah dipisahkan antara fungsi yang menghitung gaji yaitu bagian akuntansi dengan pengawasan bagian General Manager, dan yang membayar gaji tersebut yaitu bagian keuangan. Setelah bagian keuangan melihat kewajaran prhitungannya barulah di otorisasi untuk membuat bukti pengeluaran kas untuk kemudian dilakukan transfer melalui bank. Transfer gaji dilakukan setiap tanggal 1 setiap bulannya. 

  1. Monitoring pengawasan gaji

Monitoring dilakukan pada masing-masing bagian oleh kabag, dan laporan diberikan kepada direktur utama untuk sebagai usaha evaluasi serta tindan perbaikan dimasa yang akan datang.

 

PENUTUP

Kesimpulan

Pengawasan intern sudah berperan dalam mencegah penyelewengan gaji, pada  pengawasan intern yang berhubungan dengan gaji sebagai alat untuk mengatasi terjadinya penyelewengan seperti : Lingkungan pengawasan gaji yang meliputi bagian human resources and administration manager yang memeriksa sewaktu-waktu aktifitas yang terjadi di lapangan, Penilaian resiko dengan adanya kebijakan perusahaan yang menggunakan jasa bank oleh perusahaan dalam transaksi penyetoran dan pembayaran gaji, adanya dokumen yang memadai dan telah diotorisasi  dalam setiap transaksi, file yang disimpan dalam komputer sehingga data terjamin keberadaannya, informasi dan komunikasi gaji secara umum yang mendukung  struktur pengawasan intern. Fungsi yang terkait, prosedur-prosedur, dokumen-dokumen dan catatan yang digunakan telah diselenggarakan secara memadai, Aktivitas pengawasan gaji yang secara umum sudah memadai, dan monitoring pada masing-masing bagian oleh kabag, dan laporan diberikan kepada direktur utama untuk sebagai usaha evaluasi serta tindak perbaikan dimasa yang akan datang. 

BACA JUGABABAD BLORA

Saran

Berdasarkan hasil analisa terhadap pengawasan intern yang dilakukan pada Penulis menyarankan agar dalam prosedur penerimaan rekap dan daftar gaji dari bagian departemen masing-masing ke bagian akuntansi, maka bagian akuntansi harus terus melakukan verifikasi kembali agar gaji dan upah lembur yang diterima sesuai dengan kinerja yang dilakukan oleh karyawan agar tidak terjadi penyelewengan dan pemborosan dalam penggajian pegawai dalam perusahaan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Anastasia Diana, Lilis Setiawati, 2011. Sistem Informasi Akuntansi : Perancangan, Proses, dan Penerapan, yokyakarta: Andi.

Elder R.J, Beasley M.S, Arens A.A, Jusuf A.A, 2011. Jasa Audit dan Assurance: Pendekatan Terpadu  ( Adaptasi Indonesia), Buku 1, Jakarta: Salemba.

Hasibuan 2007 . Manajemen  Sumberdaya Manusia, Jakarta: Salemba Empat.

Mangkunegara Prabu Anwar, 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yokyakarta: salemba.

Maulana Malik Ibrahim, 2015. “Analisis Sistem Pengawasan Intern Atas Penggajian pada Rumah Sakit KH. Abdurrahman Syamsuri (RS-ARSY) Malang”.Penulisan. Universitas Islam Negeri. http://docplayer.info/37636-pengaruh-gaji-terhadap-motivasi-kerja-karyawan.html.

Mulyadi,2013. Sitem Akuntansi, Edisi Keempat, Jakarta: Salemba Empat. 

Puspita L, Anggadini S.D, 2008. Sistem Informasi Akuntansi. Bandung:Universitas Komputer Indonesia.

Robert N.Anthony, Vijay Govandarajan, 2005. Management Control System: Sistem Pengendalian Manajemen, Buku Satu, Terjemahan, Jakarta: Salemba Empat.

Samsudin Sadili, 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Salemba empat.

Sikula, F. Andrew, 2007.  Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta: Salemba.

Umar, husein ,2008. Metode Penulisan Untuk Penulisan Dan Tesis Bisnis. Jakarta.: Raja  Grafindo Persada.

Widjaja Tunggal Amin, 2006. Pengukuran Kinerja Dengan Balanced Screcard, Jakarta: Harvarindo.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian