Oleh: Suardin Ndruru”, Muhammad Yunus**
(*Dosen STIE Profesional Indonesia, **Mahasiswa STIE Profesional Indonesia)
PENDAHULUAN
Pengawasan intern dilakukan oleh pihak manajemen merupakan salah satu fungsi pengawasan untuk mencegah berbagai kesalahan, penyelewengan, serta pemborosan. Karyawan merupakan sebagai penggerak operasional perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan berhak mendapatkan gaji atas kinerjanya diperusahaan. .
Masalah gaji bagi perusahaan perlu diperlakukan secara serius dan hati-hati untuk dapat menghindari kemungkinan adanya penyelewengan, kecurangan, kekeliruan yang dapat merugikan perusahaan maupun karyawan, karena gaji merupakan biaya yang cukup material bagi perusahaan. Sehingga diperlukan suatu pengawasan intern terhadap unsure biaya gaji. Internal auditor bertugas membantu menunjang efektivitas pengawasan internal, termasuk pengawasan intern biaya gaji. Tenaga untuk melakukan pengendalian tersebut yaitu Pengawasan Intern. Satuan pengawasan intern melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap seluruh aktivitas perusahaan dan diwujudkan dalam bentuk hasil laporan. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan oleh satuan pengawasan intern adalah memeriksa gaji agar pengendalian internal atas penggajian efektif. Di dalam gaji tersebut terdapat potongan-potongan, tunjangan, pajak penghasilan, status pegawai, masa kerja dan peraturan serta kebijaksanaan lainnya.
Satuan Pengawasan Intern dituntut agar semakin cermat dalam mengkritisi berbagai bentuk kecurangan, kejahatan, transaksi mencurigakan dalam perusahaan. Untuk itu Satuan Pengawasan Intern harus mampu mengimbangi dengan keberanian untuk menelusuri lebih lanjut.
Masalah
Permasalahan dalam pengawasan gaji sering terabaikan , sehingga Penulis berkeinginan membuat suatu artikel mengenai Analisis Pengawasan Intern Dalam Mencegah Penyelewengan Gaji
Tujuan Penulisan Artikel
- Untuk mengetahui dan membandingkan teori-teori yang diperjelas penulisannya selama perkuliahan dengan penerapannya selama perkuliahan dengan penerapannya didalam perusahaan tentang pengawasan intern atas gaji.
- Untuk mengetahui apakah pengawasan intern atas gaji telah berperan dalam perusahaan.
Manfaat Penulisan Artikel
- Dengan adanya Penulisan ini diharapkan dapat menjadi sumbangan pemikiran terhadap pengembangan ilmu terutama yang berhubungan dengan ilmu akuntansi dan manajemen keuangan.
- Dapat memberikan konstribusi terhadap akademis dan mahasiswa sebagai tambahan referensi dalam melakukan Penulisan sejenis.
STUDI KEPUSTAKAAN
Pengertian Pengawasan Intern
Perusahaan yang relatif besar umumnya memiliki faktor produksi dalam jumlah yang relatif besar pula, dimana aktivitas operasinya sangatlah kompleks. Dalam pengaturannya pihak manajemen mempunyai berbagai fungsi, salah satu fungsi tersebut adalah fungsi pengawasan. Pelaksanaan fungsi pengawasan dilakukan oleh orang yang kompoten dan independen yaitu dengan mengumpulkan dan melakukan evaluasi mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara iformasi tersebut dengan kriteria yang ditetapkan.
Menurut Mulyadi (2013:23) Pengawasan intern adalah meliputi srtuktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalaan data akuntansi mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan manajemen.
Sedangkan menurut Elder R.J, Dkk(2011 : 201) menyatakan bahwa : “pengawasan intern adalah terdiri dari kebijakan dan prosedur yang di rancang agar manajemen mendapatkan keyakinan yang memadai bahwa perusahaan mencapai tujuan dan sasarannya”.
Anatasia dan Lilis (2011:31) menyatakan bahwa pengawasan intern adalah “penting karena suka atau tidak suka, perusahaan banyak mengalami ancaman salah satunya mengganggu tercapainya tujuan sistem iformasi perusahaan, sehingga pengawasan intern diperlukan untuk menghasilkan informasi keuangan yang handal dan dapat dipercaya.”
Dari beberapa pengertian diatas maka Penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem pengawasan intern adalah suatu kerangka yang terdiri dari prosedur-prosedur yang saling berkaitan dalammelakukan suatu kebiasaan dalam perusahaan guna mengendalikan jalannya perusahaan yang mencakup dan mengamankan harta, memeriksa kecermatan dan kebenaran administrasi atau akuntansi, memajukan efisiensi dalam operasi dan membantu menjaga kebijaksanaan perusahaan untuk di patuhi. Jadi dengan adanya pengawasan intern akan dapat memberikan kemudahan bagi pihak manajemen dalam melakukan penyesuaian terhadap hal-hal yang diperkirakan sebelumnya.
Tujuan Pengawasan Intern
Mulyadi (2013:45) juga menyatakan bahwa secara garis besar, pendeketan untuk merancang pengawasan intern akuntansi bertitik tolak dari dua tujuan sistem, yaitu: menjaga kekayaan perusahaan dan mengecek ketelitian dan keandalan informasi akuntansi. Tujuan pengawasan intern akuntansi tersebut kemudian dirinci menjadi tujuan-tujuan umum dan tujuan khusus yang diterapkan pada transaksi pokok. Dengan memperhatikan rincian tujuan tersebut disusun unsur-unsur yang membentuk pengawasan intern akuntansi terhadap teransaksi pokok tertentu dengan cara merinci tiga unsur pokok sistem pengawasan intern: struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, sistem otoritas dan prosedur pencatatan, dan praktek yang sehat. Unsur karyawan yang kompoten dan dapat dipercaya tidak dirinci untuk setiap transaksi pokok karena unsur pengawasan intern bersifat umum, yang berlaku untuk semua transaksi perusahaan.
Rincian tujuan pengawasan intern akuntansi adalah sebagai berikut :
- Menjaga kekayaan perusahaan:
- Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otoritas yang telah ditetapkan
- Pertanggung jawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada
- Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi:
- Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan.
- Pencataan transaksi yang terjadi dalam catatan akuntansi
Tujuan tersebut dirinci lebih lanjut sebagai berikut :
- Penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan:
- Pembatasan akses lansung terhadap kekayaan
- Pembatasan akses tidak langsung terhadap kekayaan
- Pertanggung jawaban kekayaan perusahaan yang dicatat di bandingkan dengan kekayaan yang sesungguhnya ada:
- Pembandingan secara periodik anatara cataan akuntansi dengan kekayaan yang sesungguhnya ada
- Rekonsiliasi antara catatan akuntansi yang diselenggarakan.
- Pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan:
- Pemberian otorisasi oleh pejabat yang berwewenang
- Pelaksanaan transaksi sesuai dengan otorisasi yang diberikan oleh pejabat yang berwewenang.
- Pencatatan transksi yang terjadi dalam catatan akuntansi:
- Pencatatan semua transaksi yang terjadi>
- Transaksi yang dicatat adalah benar-benar terjadi.
- Transaksi dicatat dalam jumlah yang benar.
- Transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang seharusnya.
- Transaksi dicatat dengan penggolongan yang seharusnya.
- Transaksi dicatat dan diringkas dengan teliti.
Pengertian Gaji
Gaji merupakan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan-karyawannya. Gaji penting bagi karyawan karena disamping sebagai imbalan atas jasa atau prestasi yang telah mereka berikan, juga sebagai motivator mereka dalam bekerja. Sedangkan gaji diberikan atas dasar kinerja bulanan.
Menurut F. Sikula (2007:119) “menyatakan bahwa gaji adalah balas jasa dalam bentuk uang yang diterima karyawansebagai konsekuensi dari statusnya sebagi seorang karyawan yang memberikan konstribusi dalam mencapai tujuan perusahaan.”
Menurut Hasibuan (2007:118) “menyatakan bahwa gaji adalah balas jasa yang dibayar secara periodik kepada karyawan tetap serta mempunyai jaminan yang pasti.”
Menurut Sadili samsudin (2010:189) “menyatakan bahwa gaji adalah sesuatu yang berkaitan dengan uang yang diberikan kepada pegawai atau karyawan.”
Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2008:85) “menyatakan bahwa gaji merupakan uang yang dibayar kepada pegawai atas jasa pelayanannya yang diberikan secara bulanan.”
Dari beberapa pengertian tentang gaji diatas dapat disimpulkan bahwa arti gaji adalah balas jasa yang berupa uang sebagai balasan atas seseorang yang melaksanakan tugas yang berguna untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi yang diberikan oleh perusahaan atau organisasi yang bersangkutan dan uang tersebut dapat berfungsi atau menjadi faktor dalam jaminan kelangsungan hidup.
Peranan Pengawasan Intern Atas Gaji
Menurut Anastasia dan Lilis (2011:51), Unsur-unsur pengawasan intern yang membentuk pengawasan intern atas gaji, akan dijelaskan sebagai berikut :
- Lingkungan Pengawasan Gaji
Efektivitas dari sistem akuntansi gaji serta prosedur pengawasan gaji, antara lain:
- Struktur organisasi dan pembebanan wewenang didalam suatu organisasi. Hubungan struktur organisasi jika dikaitkan dengan pengawasan intern atas gaji adalah dengan struktur organisasi yang jelas, maka dengan demikian dapat diketahui bagaian atau departement yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas prosedur gaji, sehingga pengawasan terhadap aktifitas tersebut menjadi lebih baik.
- Metode pengawasan manajemen
Merupakan metode perencanaan dan pengawasan manajemen alokasi sumber daya perusahaan. Perencanaan dan pengawasan manajemen khususnya dalam hal gaji dilakukan melalui tahap sebagai berikut: penyusunan program dan anggaran gaji, yang merupakan proses pengambilan keputusan mengenai program penggajian yang akan dilaksanakan oleh perusahaan,serta pelaksanaan dan pengukuran gaji, dimana gaji yang diberikan sesuai dengan latar belakang pendidikan, jabatan dan prestasi sehingga dapat meningkatkan motivasi dan prestasi kerja mereka.
- Kebijakan dan prosedur praktek sumber daya manusia
Kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap personel yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugasnya secara efektif. Karyawan yang kompeten dan jujur merupakan salah satu unsur pengawasan yang penting . oleh karena agar terciptanya lingkungan pengawasan yang baik, maka perusahaan perlu memiliki mertode yang baik dalam menerima karyawan, mengembangkan kompetensi maka dengan pelatihan-pelatihan, menilai prestasi dan memberikan kompetensi mereka dengan pelatihan-pelatihan, meilai prestasi dan memberikan kompensasi yang layak atas prestasi mereka.
- Kesadaran pengawasan
Kesadaran pengawasan dapat tercermin dari reaksi yang ditunjukan oleh manajement atas kelemahan pengawasan yang ditunjuk olehauditor intern atau auditor independen yang berkaitan dengan pengawasan prosedur gaji. Jika tindakan koreksi segera dilakukan terhadap setiap kelemahan yang di dapati, maka merupakan petunjuk adanya komitmen manajemen terhadap pencipta lingkungan pengawasan yang baik.
- Penaksiran Resiko Gaji
Anastasia Diana, Lilis Setiawati (2011) menyatakan bahwa penaksiran resiko gaji merupakan identifikasi resiko yang mungkin terjadi oleh manajemen serta bagaimana cara mengantisipasi dan menanggulangi resiko tersebut. Perusahaan membangun sistem informasi akuntansi dalam siklus penggajian dan pengupahan dengan harapan agar:
- Perusahaan dapat menghitung gaji dengan benar dan cepat. Penghitungan gaji yang benar menentukan kebenaran penghitungan potongan-potongan gaji yang mesti dibayarkan ke pihak ketiga. Selain itu, perhitungan yang benar juga berarti bahwa perusahaan tidak membayar lebih dari yang sesungguhnya atau kurang dari yang seharusnya.
- Perusahaan dapat membayar gaji tepat waktu.
- Aktivitas Pengawasan Gaji
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa aktifitas pengawasan terdiri dari kebijakan prosedur yang membantu menjaminkan bahwa aktifitas pengawasan terdiri dari kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa pengawasan terdiri dari kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa kegiatan manajemen telah dijalankan sebagaiamana mestinya.
Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh keterangan data dan data yang diperlukan dalam penyusunan Penulisan ini, maka dapat dilakukan Penulisan dengan menggunakan 2 metode yaitu:
- Penulisan kepustakaan (Library research)
Penulisan kepustakaan (Library research) adalah metode Penulisan yang dilakukan berdasarkan dengan cara mengumpulkan berbagai literatur-literatur, membaca buku-buku atau bahan yang tersedia diperpustakaan, brosur-brosur, dan tulisan-tulisan yang ada hubungannya dengan Penulisan Penulisan ini. Data dan keterangan yang diperoleh dari sumber diatas dan dipergunakan untuk pembahasan yang bersifat teoritis.
- Penulisan lapangan (field research)
Penulisan lapangan (field research) merupakan metode Penulisan yang dilakukan oleh langsung kelapangan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh Penulis dengan cara lain adalah Dokumentasi, yaitu pengumpilan data dengan cara mengalir atau mengambil data-data dari catatan, dukumentasi administrasi yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Dokumentasi diperoleh melalui dokumen-dokumen atau arsip-arsip dari tempat Penulisan.
Metode Analisis Data
dengan menganalisa persoalan atau masalah-masalah yang sebelumnya telah diuraikan pada sub bab berikutnya, maka akan mencegahkan masalah tersebut Penulis menggunakan dua jenis metode analisa yaitu:
- Metode deskriptif, yaitu merumuskan dan menafsirkan data serta keterangan-keterangan yang diperoleh dengan cara mengumpilkan, menyusun data dan mengadakan interprestasi sehingga memberikan suatu gambaran atas permasalahan yang dianalisa.
- Metode deduktif, yaitu metode penganalisaan dengan jalan menarik kesimpulan berdasarkan teori-teori yang telah diuraikan terlebih dahulu dan umum mengenai kebenarannya.
Dengan menggunakan metode analisa diatas, maka fakta yang diperoleh dari data yang didapat dalam ilmu pengetahuan selanjutnya diperbandingkan maka akan diambil kesimpilan yang kemudian dijadikan dasar atas pemberian saran-saran yang dianggap perlu.
PEMBAHASAN.
Metode Penghitungan Gaji
Karyawan dibedakan atas dua golongan yaitu karyawan staff yang terdiri dari manajer, kepala bagian, kepala seksi beserta staf-staf nya, sedangkan karyawan biasa yang sebagian besar bekerja dilapangan (gardu tol). berikut ini akan diuraikan gaji karyawan berdasarkan penggolongannya, sebagai berikut:
- Perhitungan gaji karyawan staf
Gaji yang diterima oleh karyawan staff adalah gaji yang dibayarkan secara bulanan dalam jumlah yang tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Gaji pokok yang diterima oleh setiap karyawan berbeda-beda, karena dipengaruhi oleh tingkatan jabatan kedudukannya dalam perusahaan. Selain gaji pokok setiap karyawan staff maupun karyawan biasa juga menerima berbagai tunjangan yang telah dijelaskan sebelumnya.
Setiap karyawan dalam perusahaan ini bila bekerja diluar jam kerja normalnya maka akan diperhitungkan sebagai jam kerja lembur. Untuk karyawan staff, ada kalanya pada setiap keadaan tertentu yang menurut ketentuan perusahaan karywan tersebut bekerja duluar jam kerja normal karyawan, maka kepada para karyawan tersebut akan diberikan uang lembur oleh perusahaan. Hal ini terlihat misalnya pada akhir tahun dalam proses penyusunan laporan keuangan, bagi karyawan staff tersebut akan dibrikan uang lembur sesuai dengan ketentuan perusahaan.
