Kepada awak media Agus Marwan menyampaikan bahwa selama dua hari pelatihan para peserta dibekali dengan perspektif literasi digital sekolah dan berbagai materi terkait dengan pengembangan konten literasi digital, penggunaan berbagai aplikasi digital untuk pembelajaran, dan merancang pembelajaran online.
“Dengan pelatihan ini kita akan membantu guru untuk memahami program literasi digital sekolah, kemudian terampil membuat koten-konten pembelajaran berbasis digital, dan guru dapat mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran di sekolah”, ungkap Agus Marwan koordinator Tim Pelatih Literasi Digital.
Pasca pelatihan, setiap guru yang mengikuti pelatihan wajib mengirimkan produk-produk literasi digital ke “kantong karya” yang disediakan oleh tim fasilitator. Secara periodik kepsek akan memantau hasil penerapan pelatihan.
“Kami akan memonitoring hasil pelatihan ini secara periodik, dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh guru, sehingga kami bisa menentukan langkah untuk pengembangan program”, ungkap Eriza.
SD Swasta Model Al-Azhar merupakan sekolah unggulan di Kota Medan yang konsern dengan peningkatan mutu pendidikan. Saat ini SD Al-Azhar terpilih sebagai salah satu sekolah Penggerak di Indonesia. Sekolah penggerak merupakan program Kemendikbud dalam rangka pengembangan dan peningkatan mutu sekolah.
(LM-01)
