Korps tersebut dipersenjatai dan diberi uniform oleh gubermen Inggris, sedangkan Sri Paku Alam mengurus tentang kuda dan perlengkapannya.
Pasal 7
Sri Paku Alam berjanji, kecuali akan memberi suplay kepada korps juga untuk memberi gaji bulanan sebagai berikut: Sersan 3 real, Kopral 2 ½ real, Serdadu 2 real.
Pasal 8
Korps secara teratur akan mendapat latihan dari seorang Inggris yang diangkat untuk tugas itu, dan tidak akan ada serdadu yang dapat dipecat oleh Sri Paku Alam tanpa ijin gubermen Inggris.
Pasal 9
Pada akhirnya ditentukan, bahwa kecuali korps di atas Sri Paku Alam atau keluarganya dengan alasan apapun juga tidak diperkenankan untuk memelihara atau mengerahkan sebuah pasukan militer.
Ditanda tangani, dibubuhi segel dan dibikin
di Yogyakarta pada tanggal 17 Maret 1813
Tertanda
(J. Crawfurd)
Perjanjian Paku Alam – Negara Inggris
Contract and Engagement entered into and agreed upon, between John Crawfurd Esq., Resident at the Court of the Sultan of Java, duly authorized there to by the Hon. Th. S. Raffles, Lieut. Governor of the island of Java and its Dependencies, on the one side, and the Prince Pangeran Paku Alam, on the other.
Art. 1
Whereas the British Government are entertaining a high sense of the fidelity, attachement and public services of the Prince Paku Alam, they are hereby placed to take Him and his family under their own immdiate protection.
Art. 2
The British Government stipulate to pay to the Prince Paku alam during his lifetime and while he conducts himself to their entire satisfaction, a monthly stipend of 753 Sp. Dollars, and they further engage to make arrangements with H.H. the Sultan of Java, by which the Prince shall be placed in possession of lands to the full amount of 4000 Chachas, to be in like mannor hold during his life and good behaviour, and to descend to his eldest son, the Prince Suryo Ningrat, to be held on similar terms and conditions.
Art. 3
The lands in question shall be held under the guarrantee of the British Government, and be subject to which form of administration and government, as the said British Government may be pleased hereafter to establish; and it is more particularly provided that they shall b subject to any modifications that may become necessary in he special arrangements which are in contemplation for the territories of Their H.H. the Soosoohonan and Sultan.
Art. 4
In the lands now given to the Price Paku Alam it shall be fully understood, that no new taxes shall be levied nor shall the present Revenue be in any manner increased or altered without the express consent of the British Government.
Art. 5
In consideration of the benefits conferred upon the Prince Paku Alam, he hereby stipulates, to support and maintain for the service of the British Government a Corps of One hundred Horse, under the terms and conditions specified in the following articles.
Art. 6
The Corps shall be armed and clothed by the British Government, in such manner as they may deem most expedient, the Prince on his part supplying horses, accoutrements and neccessaries.
Art. 7
The Prince Paku Alam stipulates and engages, that, besides the ordinary rations of rice, his Corps shall be paid at the following monthly rates : to a Sergeant 3 Sp. D, to a Corporal 2 ½ Sp. D, to a Private 2 Sp. D.
Art. 8
The Corps shall be regularly mustered by an Officer of the British Government, appointed for this purpose, and no individual, of which it consist, shall be discharged en any account without the express permission of the said Government.
Art. 9
Finally, it shall be fully understood, that except the Corps now alluded to, neither the Prince Paku Alam or any of his family shall directly, on any account, maintain any other species of military force or establishment.
The proposed Engagement is approved and sanctioned.
Batavia, 17 March 1813.
By order of the Hon. Lieutt-Governor,
(Signed) C. Assey, Secretary.
Generasi muda perlu belajar sejarah kota Wates. Dari perkembangan historis dapat dipetik pelajaran yang berharga bagi kehidupan.
Gubernur Jenderal Raffles turut serta memajukan daerah Kulon Progo. Bahkan berkunjung seminggu di daerah Samigaluh pada tahun 1814. Di sana beliau sempat belanja gula klapa.
D. Babad Karang Kemuning.
Waduk Sermo sudah dirintis oleh Pangeran Natakusuna. Beliau peduli pada nasib wong cilik yang tinggal di karang padesan.
Tersebut dalam kitab Babad Karang Kemuning. Adikarta merupakan wilayah Pura Paku Alaman. Sejak tahun 1951 Adikarta digabung menjadi jadi satu dengan Kabupaten Kulon Progo yang beribukota di Wates.
1. Dhandhanggula
Babad Paku Alaman winarni,
hamangeti hadeging kang Pura,
sinengkuyung Tuwan Raffles,
kondhang Jendral Gubernur,
Perjanjian Tuntang sayekti,
mapan ing Salatiga,
Perenging Merbabu,
Pangeran Natakusuma,
Winisuda minangka Gusti Dipati,
Jeng Arya Paku Alam.
Sengkut wadya Karang Kemuning,
Mbata rubuh sorak mawurahan,
Pacak baris suka rame,
Mila sami amunjuk,
Syukur marang Hyang Maha Widi,
Praja Paku Alaman,
Pasir Urut Sewu,
mbangun raharjaning Pura,
Abdi dalem sepuh anom kakung putri
Adikarta kuncara.
2. Pangkur
Pangeran Natakusuma,
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati,
Arya Paku Alam tuhu,
Lenggah dhampar kencana,
Pura Agung Paku Alaman kang luhung,
Pangayoman pra nayaka,
Sentana kawula dasih.
Manut perjanjian Tuntang,
tapak asma tepining rawa Pening,
Sisih ler gunung Merbabu,
Perenging Telamaya,
Wulan Maret tanggal pitulas kasebut,
sewu sangang tus telulas,
ing praja Karang Kemuning.
3. Pucung
Pura agung Paku Alaman ngrembuyung,
Ngejayeng bawana,
Gagah jumangkah makarti,
Tlatah Tuntang perjanjian ing Semarang,
Wusnya rampung Paku Alam kang linuhung,
Sri Natakusuma,
Tuwan Raffles mandhegani,
Yasa praja kang sinebut Adikarta.
4. Mas Kumambang
Narapraja ing sakjroning puri,
Pangeran Natakusuma,
Sigra kersa andhawuhi,
Nindakake kewajiban.
Wus kasusra saindhenging jagad raya,
Nama perjanjian Tuntang,
Gusti Kanjeng Adipati,
Paku alam kawisuda
5. Kinanthi
Babad Pasir Urut Sewu,
katelah Karang Kemuning
Pangeran Natakusuma,
Jumeneng dadya Dipati,
Paku Alam kang sepisan,
Sesambetan bangsa Inggris.
Tlatah Tuntang nyata arum,
Cikal bakal tandha yekti,
Tumrap wangsa Adikarta,
Setya tuhu darma bekti,
Sempuluring kawibawan,
mrih bagya mulya lestari.
Kali Progo menjadi pembatas Kabupaten Sleman dan Kulon Progo. Mata air dari Gunung Sundoro, gunung Sumbing, gunung Merbabu, Gunung Menoreh dan gunung Merapi.
Kota Wates Kulon Progo menempati jalur strategis. Hadirnya Bandara Internasional Yogyakarta sejak tahun 2020, membuat kota Wates memiliki prospek yang makin cerah. Kulon Progo menjadi pintu utama kawasan Jawa bagian selatan. Kota Wates berperan lebih utama.
Wisata juga makin gairah. Misalnya adanya wisata air waduk Sermo di daerah Sermo Lor Hargo Wilis Kokap Kulon Progo. Waduk ini membendung kali Ngrancah. Menjadi sarana irigasi wilayah Kalibawang.
Waduk Sermo yang dibangun kini telah membawa dampak kesejahteraan. Irigasi lancar, pertanian gancar. Tanaman subur, rakyat bertambah makmur.
Daya magis waduk Cermo memancarkan aura spiritual. Ilmu iku kelakone kanthi laku. Topo kungkum di waduk Cermo untuk nenuwun. Cita cita akan terwujud setelah lelaku dengan berendam.
Dengan lelaku di waduk Cermo sesuai paugeran doa pasti terkabul. Harapan menjadi kenyataan. Hidup pun penuh kebahagiaan.
