Bisa jadi Bumerang di Sektor Migor, Pemerintah Harus Revisi Kebijakan DPO/DMO

“Jika disikapi biasa-biasa saja, tidak akan terjadi kelangkaan, karena minyak goreng akan tetap disediakan. Pemerintah juga tidak mungkin membiarkan kondisi ini berlanjut,” pungkasnya.

STOK CUKUP
Di sisi lain, Pemprov Sumut menyebut stok migor masih tersedia untuk wilayah Sumut. Karena itu warga diminta untuk tidak panic buyying dengan memborong minyak yang dijual di pasar.

“Kita imbau kepada masyarakat kita supaya tidak panic buyying. Karena secara kuantitatif jumlah minyak goreng itu masih mencukupi di Sumatera Utara,” Kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Aspan Sopian Batubara.

Aspan mengatakan permasalahan yang terjadi saat ini adalah isu soal keterbatasan minyak goreng. Hal inilah yang membuat masyarakat memborong minyak goreng di pasar.

“Ini akan terus didistribusikan oleh para produsen dan suppliernya akan sampai ke masyarakat,” ujarnya

Ia menyebut produksi minyak goreng di Sumut masih melampaui kebutuhan masyarakat. Bahkan, kata Aspan, minyak goreng asal Sumut masih di ekspor ke daerah lain.

“Rata-rata kebutuhan Sumatera Utara itu sekitar 45.500 juta liter per tahun, dan Insyaallah itu tercukupi. Produsen kita bahkan masih mampu untuk ekspor,” tuturnya.

Pihaknya juga sudah melakukan operasi pasar untuk mencegah kekosongan minyak goreng akibat adanya warga yang membeli dengan jumlah yang banyak. Operasi pasar juga akan kembali dilakukan pada Maret nanti di seluruh wilayah Sumut.

“Langkah terakhir yang sudah kita laksanakan bahwa kemarin kita melakukan pertemuan dengan beberapa produsen, dan Insyaallah nanti mulai 1 sampai 5 Maret mereka juga akan melakukan operasi minyak goreng di setiap kabupaten/kota di Sumatera Utara,” pungkasnya. (LM-02)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *