Indonesia Tetap Undang Putin, Pertemuan G20 Diprediksi Bakal Panas Dan Abaikan Tekanan Sejumlah Negara

Liputan68.com | Gejolak nasib Rusia di konferensi G20 Jakarta-Indonesia akhirnya terjawab.

Pemerintah Indonesia akan terus mengundang Rusia untuk menjadi tuan rumah acara G20 berikutnya pada Oktober 2022.

Pernyataan tersebut disampaikan Dubes Dian Triansyah Djani dalam konferensi pers online Kementerian Luar Negeri di televisi, Kamis (24 Maret 2022).

“Kami di Satgas G20 ini, saling koordinasi sangat erat antara temen-temen BI, keuangan, perekonomian maupun di Kemlu.”

“Jadi
jawabannya terhadap itu (soal mengundang Rusia), sebagai presidensi (Indonesia) tentunya dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah wajib mengundang semua anggota G20,” kata Triansyah.

Menurut Triansyah, Indonesia akan terus mengajak semua negara anggota, termasuk Rusia, untuk membahas ekonomi global.

Keputusan ini dipilih karena pada prinsipnya Indonesia mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku pada kegiatan G20 ini dan Presiden wajib mengundang seluruh Negara Anggota.

“Dan perlu saya garis bawahi juga bahwa diplomasi-diplomasi didasarkan pada prinsip-prinsip based on principle.”

“Indonesia dalam mengetuai konferensi atau forum atau organisasi baik itu dalam konteks badan-badan PBB, pada saat kami memimpin Dewan Keamanan di PBB, ASEAN atau konferensi lainnya, selalu berpegang pada aturan dan prosedur yang berlaku, demikian juga di G20.”

“Oleh karena itu, memang kewajiban untuk semua presiden G20 untuk mengundang semua anggotanya,”kata Triansyah.

Triansyah mengingatkan kita bahwa pertemuan G20 itu tujuannya untuk membahas bagaimana memulihkan ekonomi dunia setelah pukulan pandemi.

Sorotan Oleh Media Asing

Banyak media asing telah melaporkan rencana Vladimir Putin untuk menghadiri KTT G20 2022, menepis spekulasi bahwa Rusia akan dikeluarkan dari konferensi.

KTT G20 Indonesia akan diselenggarakan di Bali pada Oktober hingga November 2022.

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Ludmila Borobieva, mengatakan tuan rumah mengundang Putin ke KTT G20.

“Tergantung banyak hal, termasuk situasi Covid yang semakin membaik. Tapi, sejauh ini niatnya datang,” katanya kepada wartawan di Jakarta,
Rabu (23/3/2022).

Media asing seperti negara tetangga Indonesia, Singapura, kemudian India, Prancis dan Amerika Serikat (AS) memberitakan bahwa Putin telah tiba di G20.

Fox News media asal AS pada Rabu (23/3/2022) mengutip perkataan Vorobieva yang menyebutkan, “Tak hanya G20, banyak organisasi mencoba
mengeluarkan Rusia.”

“Reaksi Barat (terhadap perang di Ukraina) benar-benar tidak proporsional,” lanjutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Amerika Serikat dan sekutu baratnya sedang mempertimbangkan untuk menghapus keanggotaan Rusia dari kelompok G20 karena invasi ke Ukraina.

Namun, usulan pengusiran Rusia bisa langsung ditolak oleh banyak negara G20 seperti China, India, dan Arab Saudi.

Sementara itu, dari negara tetangga Indonesia, Channel News Asia yang berbasis di Singapura melaporkan bahwa jika Rusia dikeluarkan dari G20, kemungkinan besar beberapa negara akan absen, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

CNA kemudian mengutip komentar Vorobieva bahwa G20 bukanlah krisis seperti Ukraina, tetapi forum untuk membahas masalah ekonomi.

“Tentu saja, pengusiran Rusia dari forum semacam ini tidak akan membantu memecahkan masalah ekonomi, sementara akan sulit untuk melakukannya tanpa Rusia.”

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *