oleh

drh ini Hendak Menolong Seekor Harimau Terjerat dari Perangkap, Tidak Disangka Ternyata Yang Terjadi Sungguh Mengejutkan

TAPANULI SELATAN – LIPUTAN68.COM – Nasib malang menimpa, drh Anhar Lubis, yang merupakan dokter yang bertugas di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pasalnya, disaat hendak menolong atau mengevakuasi harimau yang terjerat kandang babi, pada Minggu (24/4/2022) pukul 06.00 WIB, dia malah diserang hingga mengalami luka gigitan dan cakaran di sejumlah bagian tubuhnya.

Kapolres Tapsel, AKBP Roman S Elhaj, SH, SIK, MH, menjelaskan, usai insiden itu drh Anhar selanjutnya dilarikan ke RS Metta Medika Kota Padang Sidempuan. Akibat kejadian nahas itu, Untuk diketahui, drh Anhar mengalami luka gigitan dan cakaran di lengan atas sebelah kiri dan cakaran di lengan bawah sebelah kiri. Kemudian, luka cakaran dan robek di paha sebelah kiri.

Liputan JUGA  Pandemi Memburuk, Ibadah Haji Tahun 2021 Terancam Ditunda. Begini Penjelasan Kasie Haji dan Umroh Kantor Kemenag Pacitan

Lebih jauh, Kapolres mengurai, kejadian itu bermula saat Atulee Gulo, warga Dusun Aek Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel, memasang perangkap babi yang terbuat dari tali kopling kendaraan skuter di kebun karet miliknya, Rabu (20/4/2022) lalu.

Selanjutnya, Kamis (21/4/2022) sekira pukul 09.00 WIB, Atulee terkejut, karena yang terperangkap di dalam jerat babinya adalah seekor harimau Sumatera. Alhasil, Atulee memberitahukan temuannya itu ke masyarakat kampung lainnya. Esoknya, Jumat (22/4/2022) sekira pukul 06.00 WIB, Tim BKSDA Kabupaten Tapsel sempat memantau keadaan harimau yang ternyata masih hidup dan terlilit jerat.

“Namun, saat itu evakuasi belum bisa dilakukan karena masih menunggu dokter hewan dan bius dari Kota Medan Provinsi Sumut,” jelas Kapolres.

Liputan JUGA  Warga Hadang Petugas, Penutupan Skay Garden Gagal Dilakukan

Akhirnya pada Sabtu (23/4/2022) sekira pukul 23.30 WIB, drh Anhar selaku dokter hewan dari BKSDA Provinsi Sumut, tiba di Dusun Aek Pardomuan dengan membawa bius dari Kota Medan. Usai melaksanakan rapat kecil, alhasil disepakati proses evakuasi dilakukan esok harinya, mengingat waktu yang sudah larut malam yang dikuatirkan beresiko dan berbahaya.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.