JEMBRANA, liputan68.com | Lebaran tinggal delapan hari lagi, namun arus kendaraan yang meninggalkan Bali mulai mengalami peningkatan, didominasi kendaraan roda dua.
Peningkatan kendaraan yang menyebrang ke Jawa melalui penyebrangan Gilimanuk – Ketapang bahkan sudah terjadi sejak dua hari lalu, namun lonjakan ini belum signifikan.
Diprediksi, puncak arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi pada H-5 hingga H-3 Lebaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diperkirakan terjadi lantaran pemudik memilih mudik lebih awal untuk menghindari terjebak kemacetan.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus musik tersebut, pihak ASDP telah menyiapkan 46 armada kapal. Namun saat ini armada kapal yang siap beroperasi sebanyak 42 armada kapal untuk melayani penyebrangan di Selat Bali. Sedangkan 4 armada kapal lainnya masih proses doking.

“Tapi nanti jika terjadi lonjakan tajam, terutama pada puncak arus mudik, kami antisipasi dengan mengoperasikan 46 armada kapal yang kami miliki. Ini kami lakukan untuk kelancaran arus mudik,” terang Manager Usaha ASDP Gilimanuk Djumadi, Minggu (24/4/2022)
Disamping menyiapkan 46 armada kapal, Djumadi juga telah melakukan persiapan lainnya untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik, diantaranya dengan mengatur waktu bongkar muat kapal.

