oleh

Gawat! Dugaan Suap Seleksi Anggota KPID di DPRD Sumut Segera Dibongkar

MEDAN — LIPUTAN68.COM — Kuasa hukum delapan calon komisioner KPID Sumut 2021-2024, Ranto Sibarani mensomasi DPRD Sumut terkait belum dilaksanakan tindakan korektif atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

Surat somasi ditujukan kepada Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting c/q Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto.

“Padahal surat monitoring kepada keduanya sudah dikirimkan Ombudsman Sumut dengan tembusan kepada Kepala Ombudsman RI Menko Polhukam, Mendagri, dan Gubernur Sumut,” katanya saat menyerahkan surat somasi ke Sekretariat DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (25/4/2022).

Ranto mencermati sampai saat ini tak ada niat baik dari DPRD Sumut untuk melakukan tindakan korektif atas LAHP Ombudsman.

Liputan JUGA  Kisruh Seleksi Anggota KPID Sumut Terkuak Lagi, Pengurus Parpol Masuk Sebagai Cadangan Pertama

“Sudah dua kali rapat pimpinan dengan Komisi A, tapi tak ada hasil. Terakhir malah Komisi A buang badan, pimpinan yang disuruh pasang badan. Macam legislator lawak-lawak ini kami lihat,” tukasnya.

Ranto menyesalkan belakangan upaya melakukan Tindakan Korektif LAHP justru menimbulkan polarisasi, dan manuver saling tekan di antara pimpinan DPRD.

Informasi terakhir, sebut Ranto, adanya ancaman mosi tidak percaya kepada Baskami Ginting jika surat penetapan 7 nama yang diketok paksa oleh Hendro Susanto tidak segera diteken dan dikirimkan ke gubernur.

“Ini kan luar biasa. Ruarrr biasa. Ombudsman sudah bekerja keras mengoreksi berbagai pelanggaran dalam seleksi, kok yang terjadi resistensi? Memangnya kami tak tau apa yang ditutupi? Kalau ancam-mengancam yang muncul, kami juga mengancam akan membongkar dugaan suap-menyuap dalam seleksi ini,” cetusnya.

Selama tiga bulan berjuang, lanjut Ranto, terlalu banyak cerita terbongkar di sana-sini soal dugaan permainan uang yang melibatkan sejumlah nama yang sudah mereka kantongi.

Liputan JUGA  Duh! Ketua Komisi A Dilaporkan ke BKD Soal Mekanisme Penetapan Anggota KPID Sumut

“Kawan-kawan yang berjuang ini kan rata-rata senior di media. Sudah kerjaan mereka jurnalisme investigasi. Jadi polanya sudah kami dalami. Alurnya sedang kami rangkai. Siapa, berapa, di mana. Tiga titik ini pintu masuk membongkar semua ini,” ungkap Ranto.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.