Pada tahun 2006, iPod Nano memperluas kapasitasnya menjadi 80GB, meningkatkan daya baterai, dan mendukung kemampuan pencarian untuk meningkatkan dukungan game.
iPod Classic-(2007-2008)
iPod semakin menjadi perangkat musik top di dunia. Dengan pencapaian tersebut, Apple akan meluncurkan seri iPod Touch atau layar sentuh dengan layar 3,5 inci dan kapasitas penyimpanan hingga 160. GB.
Pada seri ini, Apple juga menambahkan kemampuan WiFi yang memungkinkan pengguna untuk berselancar di dunia maya, seperti menonton Youtube, dan membeli musik secara nirkabel.
Tahun ini, iPod mencapai masa jayanya, dengan penjualan hingga 141 juta unit hanya dalam satu tahun.
Sayangnya, pada tahun 2008, Apple merilis aplikasi musik di perangkat seluler bernama iTunes Store.
Munculnya iTunes Store disebut-sebut sebagai awal kemunduran produk iPod.
iPod Shuffle(2009)
Penjualan iPod tahun ini menurun, namun hal ini tidak mengurangi antusiasme Apple untuk menghadirkan iPod Shuffle gen-3 dengan fitur sulih suara, radio, dan tanpa layar pada Maret 2009.
Seri shuffle memudahkan untuk menemukan informasi tentang judul lagu dan kapasitas baterai iPod. Menjelang akhir tahun.
Pada September 2009, Apple meluncurkan iPod Shuffle non-sentuh pertama dengan kamera yang mendukung foto dan video.
Tahun berikutnya, Apple berhenti menerbitkan seri baru, meskipun terus memperbarui tampilan, kapasitas, dan fitur kelima produknya.
Hingga 2014, iPod Classic pensiun 13 tahun setelah debutnya di industri musik.
Produk ini telah dihentikan karena sulit bagi Apple untuk mendapatkan komponen lama dari iPod Classic.
Produksi iPod Apple mengalami stagnasi lagi pada 2019. Pada saat itu, produksi iPod Touch generasi ke-7 dan terakhir secara resmi dihentikan.
Hingga tahun 2022, Apple resmi berhenti memproduksi iPod.
Persaingan sengit di industri perangkat musik setiap tahun telah menggerogoti masa kejayaan iPod. Secara khusus, popularitas layanan streaming musik mendapatkan perhatian dunia.

