Terungkap Alasan Mengapa Rakyat Lebih Memilih Anak Diktator Sebagai Presiden

Filipina — Liputan68.com | Hasil Pemilu Presiden Filipina pekan lalu, walau pun sesuai prediksi lembaga jajak pendapat, namun tetap terasa mengejutkan. Rakyat Filipina memilih Ferdinand ‘Bongbong’ Marcos Jr. — anak dari mantan diktator Ferdinand Marcos Sr. — sebagai pengganti Rodrigo Duterte. Setelah menunggu lebih dari 30 tahun, dinasti Marcos kembali ke puncak kekuasaan.

Mengapa rakyat Filipina memilih anak diktator sebagai pemimpin mereka? Para pengamat menyebut kemenangan Bongbong disebabkan berbagai faktor. Salah satunya, kampanye besar-besaran keluarga Marcos di media sosial.

Selama bertahun-tahun, keluarga Marcos berusaha memperbaiki reputasinya. Melalui platform seperti YouTube dan TikTok, mereka mengeklaim bahwa era kepemimpinan Marcos tidaklah seburuk itu.

Kampanye masif keluarga Marcos didukung situasi di Filipina yang masih saja dihadapkan dengan tingginya kemiskinan dan maraknya korupsi. Kondisi tersebut membuat banyak rakyat Filipina mendambakan pemimpin dengan citra yang kuat dan tegas.

Selain itu, Bongbong secara perlahan meniti karier politiknya dari bawah. Setelah sempat terusir dari Filipina dan tinggal di pengasingan, ia membangun kembali dinasti Marcos di Provinsi Ilocos Norte. Terletak di Pulau Luzon, Ilocos Norte merupakan basis kuat keluarga Marcos.

Dari Ilocos Norte, Bongbong lalu melebarkan sayapnya ke tingkat nasional. Pada 2010, ia berhasil terpilih menjadi senator. Pada 2016, ia bertarung di pemilihan wakil presiden meskipun berujung dengan kekalahan.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *