Namun, setelah dilakukan pelarangan ekspor pada April, Jokowi menyebutkan pasokan minak goreng melonjak menjadi 211.000 ton per bulan atau melebihi kebutuhan nasional per bulannya.
Tidak hanya itu, Jokowi memaparkan bahwa rata harga minyak goreng curah sebelum larangan ekspor mencapai Rp19.800 per liter. tetapi, setelah adanya pelarangan ekspor minyak goreng dan CPO, harga minyak goreng curah turun di kisaran Rp17.200-Rp17.600 per liter.
Pada april sebelum pelarangan eskpor, harga rata rata nasional migor curah 19.800 dan setelah adanya pelarangan ekspor harga rata rata 17.200 – 17.600
“Oleh karena kondisi pasokan dan harga minyak goreng, serta mempertimbangkan adanya 17 juta tenaga kerja di industri sawit, baik petani, pekerja, dan tenaga pendukung lainnya, saya memutuskan ekspor minyak goreng akan dibuka kembali pada Senin 23 Mei 2022,” ucap Presiden Jokowi.
