Jakarta – Liputan68.com – Gejala Omicron BA.4 dan BA.5 penting diketahui masyarakat Indonesia. Pasalnya, varian ini disebut-sebut menjadi pemicu kasus COVID-19 di Indonesia mulai meningkat lagi. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Menkes menyebut sudah ada empat kasus yang teridentifikasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Kedua subvarian Omicron tersebut diyakini bisa lolos dari imunitas pasca vaksinasi COVID-19.
“Yang perlu dipahami kenaikan dari kasus disebabkan oleh varian baru jadi kita sudah memastikan penyebab kasus naik pasti adanya varian baru,” tuturnya saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jumat (10/06/2022).
“Nah untuk informasi teman-teman itu memang sudah ditemukan di Indonesia kemarin di Bali sudah ada 4 orang yang terkena BA.4 dan BA.5, kita sekarang sudah monitor karena memang ini bisa menghindari imunitas vaksin, penyebarannya juga cepat sama seperti Omicron,” lanjunya.
Meskipun demikian, Budi menyebut kasus COVID-19 di Indonesia masih terpantau baik lantaran angka positivity rate dan transmisi kasus tercatat rendah. Hanya DKI Jakarta yang mencatat angka positivity rate di 3 persen, sementara secara nasional masih berada di 1,1 persen.
“Tapi berhubung imunitasnya masih tinggi, kita lihat kenaikannya kasus masih dalam level yang aman,” tandas dia.
