Dalam upayanya untuk mencapai rumahnya, rajawali sering dikalahkan oleh badai hingga ke ngarai pegunungan yang sempit.
Awan-awan, yang hitam, gemuruh menyapu dan ketinggian yang cerah di mana dia mengamankan sarangnya. Untuk sesaat dia tampak bingung, dan berlari ke sana kemari, menghajar sayapnya yang kuat seolah-olah tersapu balik awan tebal.
Akhirnya dia berlari ke atas ke dalam kegelapan, dan memberikan jeritan kemenangan ketika dia muncul, sesaat kemudian, berada di atas di bawah sinar matahari yang tenang.
Kegelapan dan badai ada di bawahnya, dan cahaya surga bersinar di sekelilingnya. Dia mencapai rumah yang dikasihinya di tebing yang tinggi, dan merasa puas. Melalui kegelapanlah dia mendapatkan cahaya.
Dibutuhkan upaya untuk melakukan ini, tetapi dia dihargai dalam mendapatkan tujuan yang dia cari.
Ini adalah satu-satunya jalan yang bisa kita tempuh sebagai pengikut Kristus. Kita harus melatih iman yang hidup yang akan menembus awan yang, seperti tembok tebal, memisahkan kita dari cahaya surga.
Kita memiliki tingkatan iman untuk mencapai, yaitu kedamaian dan sukacita dalam Roh Kudus.(SS)

