Isu Paket “ISU” Pilkada Jembrana 2024 Bikin Ketar-Ketir, Akankah Terjadi…?
JEMBRANA, jarrakposbali.com | Suhu politik di bumi Makepung, Jembrana saat ini mulai sedikit memanas. Pemicunya muncul unggahan “ISU” dan “BLT” di media sosial.
Entah siapa pemilik akunnya, yang jelas unggahan “ISU” (Ipat – Sugiasa) yang menyebutkan “BLT” (bantai Lawan Tampil) cukup membuat elit politik di Jembrana kelimpungan. Terutama dikubu pemegang tahta tertinggi dan barisan moncong putih.
Jika benar dua tokoh ini bersatu, dipastikan akan menjadi momok yang menakutkan pada Pilkada Jembrana 2024 mendatang. Bahkan dipredisi akan dengan mudah menumbangkan lawan-lawannya, termasuk pertahana.
Patriana Krisna (Ipat) yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Jembrana disebut memiliki kekuatan maha dahsyat karena memiliki ajian pamungkas warisan bapaknya I Gede Winasa yang pernah menjadi ‘Raja’ di Bumi Makepung dan sangat tersohor diseantero nusantara.
Diyakini karismatik Winasa masih harum di Jembrana, meskipun saat ini terbelenggu di balik jeruji besi lantaran kasus korupsi yang menjeratnya.
Karismatik Winasa inilah yang disebut-sebut telah mengantarkan Tamba-Ipat menduduki singasana di bumi Jegog pada Pilkada Jembrana lalu menumbangkan kekuatan banteng yang sangat tangguh.
Sementara I Ketut Sugiasa juga tokoh politik PDI Perjuangan Jembrana yang cukup senior yang masih memiliki “sisia” atau pengikut setia yang hingga saat ini masih setia bertahan.
Dimana Sugiasa pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Jembrana selama dua preode serta sukses melenggang ke DPRD Provinsi Bali dengan raihan suara sangat tinggi. Meskipun akhirnya “tumbang” oleh karisma Winasa yang “dibawa” oleh Tamba-Ipat di Pilkada Jembrana tahun lalu.
Bersatunya Ipat dari Partai Golkar dan Sugiasa dari PDI Perjuangan diprediksi akan dengan mudah menumbangkan lawan-lawanya, termasuk pertahana yang nantinya akan kehilangan pamor dan taring sepeninggal Ipat (pecah kongsi). Mengingat sukses kemarin berkat “ajian pamungkas” Ipat yang diwariskan oleh Winasa.
Namun beberapa kalangan elit politik di Jembrana justru berpendapat paket “ISU” tidak mungkin terjadi. Paket “ISU” itu hanyalah wacana dan sekedar “ISU” yang dilempar ke publik untuk mengganggu konsentrasi dan memecah belah kekuatan Tamba-Ipat.
Mengingat, masing-masing partai politik yang menaungi mereka berdua tentunya tidak akan merestuinya, termasuk pertahana akan berusaha maksimal mempertahankan pasangannya supaya tidak terjadi “perceraian” tentunya pertahana (Tamba) akan melakukan kekuatan lobi politik untuk mempertahankan pasangannya. Terlebih lobi politik Tamba dikenal ampuh.
Akankan paket “ISU” di Jembrana benar-benar terujud dan siap menumbangkan pesaing-pesaingnnya “BLT” ataukan “ISU” itu hanya hayalan mereka yang “Ngambul” dari kelompok penguasa saan ini lantaran tidak kebagian kue,? saatnya nanti menjelang Pilkada Jembrana 2024 akan membuktikan.
Terkait hal tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana I Made Kembang Hartawan dimintai tanggapannya mengatakan, politik dinamis apapun bisa terjadi.
Jika itu benar terjadi, pastinya akan mendukung sepanjang rekomendasi dari PDI Perjuangan. Karena dirinya mengaku sangat royal dengan partai.
“Ya, kemanapun arah rekom partai sesuai kajian partai saya harus tunduk dan royal,” tegasnya singkat.
Sementara itu, mantan Ketua DPRD Jembrana dan Juga Mantan Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan I Ketut Sugiasa engan berkomentar tentang “ISU” tersebut. Dia hanya mengatakan saat ini hanya fukus membantu Gubernur Bali sebagai staf ahli untuk kemajuan Bali.
Disisi lain Ngurah Gede Patriana Krisna (Ipat) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Jembrana belum bisa dimintai tanggapan terkait isu paket “ISU” ini. Dicoba minta tanggapannya melalui WhatsApp dalam keadaan aktif namun tidak direspon.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana, dicoba dimintai pendapatnya melalui WhatsAap dalam keadaan aktif, namun tidak direspon. Pesan yang dikirim hanya dibaca namun tidak dijawab.(dewa darmada)

Tinggalkan Balasan