Isu Paket “ISU” Pilkada Jembrana 2024 Bikin Ketar-Ketir, Akankah Terjadi…?

Namun beberapa kalangan elit politik di Jembrana justru berpendapat paket “ISU” tidak mungkin terjadi. Paket “ISU” itu hanyalah wacana dan sekedar “ISU” yang dilempar ke publik untuk mengganggu konsentrasi dan memecah belah kekuatan Tamba-Ipat.

Mengingat, masing-masing partai politik yang menaungi mereka berdua tentunya tidak akan merestuinya, termasuk pertahana akan berusaha maksimal mempertahankan pasangannya supaya tidak terjadi “perceraian” tentunya pertahana (Tamba) akan melakukan kekuatan lobi politik untuk mempertahankan pasangannya. Terlebih lobi politik Tamba dikenal ampuh.

Akankan paket “ISU” di Jembrana benar-benar terujud dan siap menumbangkan pesaing-pesaingnnya “BLT” ataukan “ISU” itu hanya hayalan mereka yang “Ngambul” dari kelompok penguasa saan ini lantaran tidak kebagian kue,? saatnya nanti menjelang Pilkada Jembrana 2024 akan membuktikan.

Terkait hal tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana I Made Kembang Hartawan dimintai tanggapannya mengatakan, politik dinamis apapun bisa terjadi.

Jika itu benar terjadi, pastinya akan mendukung sepanjang rekomendasi dari PDI Perjuangan. Karena dirinya mengaku sangat royal dengan partai.

“Ya, kemanapun arah rekom partai sesuai kajian partai saya harus tunduk dan royal,” tegasnya singkat.

Sementara itu, mantan Ketua DPRD Jembrana dan Juga Mantan Anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan I Ketut Sugiasa engan berkomentar tentang “ISU” tersebut. Dia hanya mengatakan saat ini hanya fukus membantu Gubernur Bali sebagai staf ahli untuk kemajuan Bali.

Disisi lain Ngurah Gede Patriana Krisna (Ipat) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Jembrana belum bisa dimintai tanggapan terkait isu paket “ISU” ini. Dicoba minta tanggapannya melalui WhatsApp dalam keadaan aktif namun tidak direspon.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana, dicoba dimintai pendapatnya melalui WhatsAap dalam keadaan aktif, namun tidak direspon. Pesan yang dikirim hanya dibaca namun tidak dijawab.(dewa darmada)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *