Medan – Liputan68.com – Seorang pengguna TikTok memperlihatkan sidik jarinya yang rusak usai memotong bawang. Ia menyebut dirinya terpapar penyakit pompholyx.
“Dari yang asalnya bintik-bintik kecil kutu air yang cuma beberapa biji malah jadi banyak dan sebagian mengering dan mengelupas,” tulisnya dalam video TikTok yang diunggah ke akunnya @emakemakmicin, Minggu (26/06/2022).
Mengutip berbagai sumber, pompholyx merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya lepuhan kecil berisi cairan. Lepuhan ini utamanya muncul di sisi jari tangan, telapak tangan, dan telapak kaki.
Pada umumnya, lepuhan dapat bertahan selama tiga minggu. Penyakit ini biasa disertai gejala gatal parah dan rasa terbakar pada area yang terpapar.
Bila tidak ditangani dengan baik, penderita pompholyx bisa terserang infeksi bakteri akibat menggaruk area kulit yang terkena lepuhan. Infeksi ditandai dengan luka lepuh yang mengeluarkan nanah, atau tertutupi kulit yang mengeras.
Dalam video yang sudah disukai lebih dari 100 ribu pengguna ini, @emakemakmicin menjelaskan jarinya terasa perih saat terkena sabun atau sampo. Ia pun mengganti merek detergen dan sabun yang biasa digunakan. Lama-lama, gejalanya semakin membaik.
Namun, ketika ia mengiris bawang, penyakitnya ternyata kambuh lagi dan mulai muncul titik-titik lepuhan yang menimbulkan gatal pada sidik jarinya.
“Pas aku masak lagi, motong bawang, tiba-tiba kambuh lagi gatel-gatelnya dan muncul lagi si kutu air yang keroyokan itu. TERNYATA AKU JADI SENSITIF SAMA BAWANG,” ujarnya melalui video.
