Putri Indonesia Sumatera Utara 2022 yang Mencintai Ulos

Mereka beralih ke pewarnaan sintetis karena warna yang dihasilkan lebih bervariasi dan bisa menekan biaya produksi. Alhasil, kualitas kain yang dihasilkan menurun. Kain terasa kaku dan berat. Belum lagi bahan kimiawi yang terkandung pada serat kain berbahaya bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.

“Aku punya masalah eksim, jadi gampang banget bereaksi kalau pakai kain yang kualitasnya jelek. Untungnya, kain Tobatenun terbuat dari bahan-bahan alami yang aman buat kulit,” katanya.

Menurut Sarah, ulos dan tenun Batak lainnya memiliki daya tarik yang besar. Tak heran, katanya, Presiden Joko Widodo memilihnya untuk memberikan pertanyaan pertama saat sesi audiensi Presiden bersama para finalis Puteri Indonesia 2022 di Istana Bogor pada Maret lalu.

“Aku yakin, Pak Jokowi memilih Sumatera Utara karena ulos yang aku pakai waktu itu. Pas mulai mendalami arti motif-motif tenun Batak, aku menyadari ulos ini benar-benar bagian dari kehidupan masyarakat dan kehidupan berdaerah. Ulos juga menggambarkan watak orang Batak yang gigih karena proses pembuatannya yang panjang,” ucapnya.

Sarah Pandjaitan pun berharap, semangatnya untuk terus mendukung upaya pelestarian wastra Batak tetap berkobar.

“Mendukung Tobatenun merupakan langkah konkret untuk ke depan. Mau aku masih atau tidak lagi di Puteri Indonesia, akan tetap memperjuangkan tenun Batak sebagai produk budaya dan bagaimana cara kita bisa mencintai produk-produk lokal dengan menggunakan bahan-bahan yg tidak merusak lingkungan. Karena ini adalah investasi masa depan, bukan untuk generasi aku saja, tapi generasi berikutnya,” katanya.(SS)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *