Namun disayangkan, pertimbangan kesehatan dan keselamatan pekerja ini hanya sebuah ucapan saja, atau berbanding terbalik dari fakta yang ada di lapangan.
Dari pantauan langsung di lapangan, Rabu (13/7/2022), terlihat dari 16 orang pekerja yang juga melibatkan pekerja perempuan ini, hanya 1 orang yang mengunakan helm saat bekerja, dan tidak ada satu pun yang menggunakan masker pelindung debu.
Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah mengerjakan sesuia dengan spek teknis yang telah ditentukan oleh pihak berwenang, namun faktanya, campuran semen dan pasir hanya 1 banding 8, dari seharusnya 1 banding 4.
Di khawatirkan, pengerjaan proyek seperti ini kan menghasilkan kualitas senderan yang tidak baik, atau bisa dikatakan senderan itu akan cepat rusak. (ang/lp68)

