Ray Sukarya Sebut Kebijakan Pemerintah Tumpang Tindih

“Jangan sampai, karena kebijakan yang tumpang tindih mengakibatkan semua pemain babi melemparkan babinya di pasar lokal. Bisa dibayangkan bagaimana nanti hancur leburnya harga babi,” jelas Ray Sukarya.

Perlu diingat juga, bahwa selama ini keberpihakan pemerintah terhadap peternak babi sama sekali tidak ada, terbukti waktu virus ASF melanda Bali.

“Satu hal lagi, yang mampu bertahan di masa Covid-19 adalah peternak babi salah satunya,” paparnya.

Oleh karena itu, jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, Ray Sukarya khawatir kondisi ini akan menambah biaya pakan bahkan ongkos kerja akan semakin meningkat. Akibatnya, petani atau peternak mengalami kerugian hingga menembus angka milyaran rupiah.

“Itu aduan petani ternak yang biasa jualan hidup keluar, karena sudah terlalu lama ternaknya berada di kandangnya, yang menyebabkan kebutuhan pakan ternak semakin meningkat
Bukan mereka menjadi untung malah kerugian yang didapat,” pungkas Ray Sukarya. (Van/Tim)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *