“Satu hal lagi, yang mampu bertahan di masa Covid-19 adalah peternak babi salah satunya,” paparnya.
Namun, Gubernur Bali, Wayan Koster, dalam visi misi Nangun Sad Kertih Loka Bali, menempatkan pertanian dalam arti luas menjadi prioritas utamanya.
Bahkan, Gubernur Koster ingin mengangkat derajat kaum petani dan peternak Bali yang selama ini termarginalkan.
“Jangan sampai ada kebijakan yang tidak pro rakyat sehingga visi misi beliau hanya akan menjadi slogan pemanis belaka,” tegasnya.
Oleh karena itu, jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut-larut, Ray Sukarya khawatir kondisi ini akan menambah biaya pakan bahkan ongkos kerja akan semakin meningkat. Akibatnya, petani atau peternak mengalami kerugian hingga menembus angka milyaran rupiah.
“Itu aduan petani ternak yang biasa jualan hidup keluar, karena sudah terlalu lama ternaknya berada di kandangnya, yang menyebabkan kebutuhan pakan ternak semakin meningkat
Bukan mereka menjadi untung malah kerugian yang didapat,” pungkas Ray Sukarya. (Van/Tim)

